Rabu, 12 November 2014

Ngoceh Malam

Halo, malam ini waktunya gue yang ceriwis ngoceh-ngoceh! Haha pagi ini gue dihebohkan oleh Rani yang sebel sama sesuatu. "Fahmmm, liat percakapan gue sama *piiip* deh." Setelah gue telisik lebih jauh, si *piiip* ini terindikasi virus "individualis," virus yang menyerang mereka yang merasa segalanya, suka semaunya sendiri dan tidak mau disalahkan (arti versi gue sendiri) haha alhasil gue ikutan nge-dumel juga dan berujung "Udeh ran, lain kali manusia jenis kaya gitu harus ditegasin, nggak sekali lho dia buat orang jengkel. Jangan terlihat lemah lah di hadapan dia." Dan berujung, "Udah dah daripada kite dosa ngeladenin dia mending fokus sama apa yang bisa dikerjain. Eh tapi gue ngetweet sesuatu tuh, penghibur pagi ini :p" *teteeep*

Sebenarnya gue suka gatel gitu kalo ada kelakuan orang-orang yang aneh, Tapi biasanya berujung gue diemin aja "Ngapain juga gue urusin." haha tapi pagi ini beda aja, rasanya mau ngetweet. Dan akhirnya muncullah tweet unyu ini:

"Klo di zaman skrg ga bisa kerja dlm satu tim mah ke laut aja mbake, kerja gih sama ikan :3 Mgkin mreka lbh mngerti kamu.." -@fhmNA

Kadang oke juga meledakkan diri, eh ngga se-ledak itu sih ganti deh. Kadang oke juga meletupkan diri *apa sih fah* haha seru juga ya ngetweet macem kaya gitu *jarang soalnya gue* pantesan anak labil suka banget ngetweet kemarahan hati, kegelisahan hati, kegundahan hati. Ternyata ada rasa puas-puas macem senior bully junior gitu. Tapi ninggalin perasaan bersalah *kalo gue* ngetweet macem gitu aja gue merasa bersalah. *lemah*

Sigh, sebenernya mau ngoceh apa sih fah malem ini? Nggak tau ya, bosen aja nih. Gue lg terkena "lack of knowledge" nih, jadinya ya ngerasa bodoh banget gitu :( *sedih beneran* Udehan ah, makin nggak jelas hahaha udah malem, ngelanggar jam bobo lagi *siap-siap dimarahin dokter Nila*

Aku memang gundah. Perlahan rahasia itu terkuak, beruntungnya aku mengetahuinya di umurku kini. Yah.. walau sudah terlewat lebih dari 18 tahun, tapi tak apa. Tak apa.. 

Benar tak apa-apa?

Kamis, 06 November 2014

Tas Unik


Namanya #DenimTenun Sling Bags, hasil karya Ibu-Ibu Jogjakarta dan Jakarta yang Dreamdelion berdayakan. Tas unik ini merupakan perpaduan antara kain jeans dengan cantiknya kain tenun, cocok sekali untuk tas hangout. Apalagi kalau tas ini dijadikan kado ulang tahun untuk sanak famili/sahabat/adik perempuan, mereka pasti senang banget deh!

Cuma dengan 150K kita udah bisa dapetin tas unik ini lho. Masa pre-order akan berlangsung selama 10 hari, mulai 3-11 Nov 2014. Gimana caranya order tas unik ini? Langsung aja hubungi  Isma di 0856 9235 7293 ya.

#DENIM TENUN SLING BAG
Material: Tenun dan Jeans
Harga: 150K
@dreamdelion | www.dreamdelion.com
CP: 08569235-7293 (Isma)

Senin, 27 Oktober 2014

Apa kau mau membantuku?

Kali ini akan kuceritakan mimpi-mimpiku kepadamu yang belum pernah kuungkapkan kepada manusia lain. Aku tentu punya mimpi, dan itu banyak sekali. Mimpi yang dapat terwujud di kala aku sendiri, atau mimpi yang mungkin baru akan terwujud setelah aku memiliki sebuah keluarga kecil yang bahagia. Ini dia beberapa yang boleh kau intip :)


1. Aku ingin menaiki gunung bersamanya. Menyusuri hijaunya panorama, sejuknya udara, dan manisnya cinta. Kita melihat begitu banyak keagungan-Nya. Sama-sama tersenyum bahagia, dalam balut sederhana kita menyeruput minuman dan panganan hangat, saling bercerita, mengenal lebih dalam satu dan lainnya.



2. Aku ingin naik paralayang, menaiki kuda, main jet ski, makan ulat sagu, mengajar di pedalaman, semua tantangan yang tak bisa kulakukan karena tidak diizinkan oleh Ayah. Mungkin terdengar aneh, tapi bagiku tidak. Itu akan menjadi pengalaman hidup yang menyenangkan! :)



3. Aku ingin memiliki rumah dengan halaman luas, dimana aku bisa menanam berbagai jenis bunga, tanaman sayur, serta tanaman obat. Kita akan selalu merasa sehat, karena akan ada banyak oksigen yang masuk ke dalam tubuh, akan ada minuman tanpa bahan kimia yang menggerogoti kesehatan, dan ada sayur mayur yang bisa menjadi santapan lezat. Di sampingnya terdapat mini outbound untuk anak-anak kita bermain. Ia tidak dulu harus bermain dengan gadget yang bisa membuat jarak diantara kita menjauh, anak-anak kita dapat mengajak teman-temannya untuk bermain di rumah. Melihat sudah jarang sekali ada tempat bermain yang memfasilitasi mereka. Dengan adanya mini outbound mereka tentu akan gembira sekali, dan kecerdasan kinestetik mereka akan terasah. Seru sekali bukan?



4. Di dalam rumah kita, akan ada tangga yang disulap menjadi perosotan untuk anak-anak kita. Tentunya itu akan menyenangkan, merasakan pengalaman ruang ketika turun dari lantai atas tak lagi menggunakan tangga hihi.



5. Aku ingin mendesain ruang keluarga yang spesial. Disana akan ada ruang dimana kita bisa bercengkrama bersama, ngemil bersama, berdiskusi tentang projek kita bersama-sama, berfoto bersama, atau mungkin kita bisa mendesainnya dalam ruang outdoor. Melihat bintang, piknik, atau camping di dalam halaman sendiri hahaha itu benar-benar akan sangat menyenangkan!

Lima dulu yang boleh kau intip. Apakah kau mau membantuku untuk meraih mimpi-mimpi itu? :)

Senin, 22 September 2014

Tanpa-Nya

Malam semesta! Tapak-tapak jiwa semakin lama semakin gelisah saja nampaknya, apa yang sedang kau pikirkan disana? termangu dalam diam? Atau miris dalam tawa? Duhai muda, langkahmu saja sudah reot oleh ucap dusta, kamu cicipi dahulu, rasakan pahitnya suka cita, manisnya derita. Hinggapi ia dengan balut taqwa.

Tahukah? Sebuah jalinan tertambat karena perantara. Atas izin-Nya kamu mengenal aku, dan aku mengenal yang lainnya. Kamu dan kita ada di sebuah zona yang sama, sekufu, kata mereka. Apakah itu kebetulan? Apakah itu seketika? Jawabnya, semua sudah digaristakdirkan jika kita mau berusaha.

Awal mula aku gelisah, aku termangu dalam diam. Memperhatikan saja, itu peran utamaku. Sementara aku membeku, kalut oleh rayuan pikirku, dan dunia bergerak dengan cepat. Iramanya bergerilya, naik turun tak tentu arah, aku tersengal. Rombak peradaban!

Kaget aku dibuatnya, panik sana-sini mencari remah gulita. Mati aku. Gegap gempita tak se-syahdu problematika yang biasa. Aku terusik kembali oleh rayuan pikirku. Merobek habis sari-sari hati, mendengungkan kembali kekosongannya. Pilu, letih, resah, gelisah, enyahlah!

***
Ternyata hatikulah, menjadi sempit dan nista tanpa-Nya.

Minggu, 07 September 2014

Membersamai

Sambangi seluruh penjuru sisi, duniawi ternyata cepat terasa bosan. Khilaf pasti pernah tampak dan menghinggap, tetapi harmoni hati menjadi melambat. Pelan... pelan... membunuh yang nyatanya tak terlihat.

Akui saja jiwamu kini coak sebelah. Mengantarkanmu pada gorong-gorong gelisah. Meraung-raung kembali, apakah kamu bahagia? Apakah ini yang selama ini engkau cari?

Duhai hati... mengapa engkau cepat sekali mengaduh? Apa yang kau cerna? Kau mau apa?

____________________________________________________________________________

Mungkin saja ini sinyal, bahwa diri ini ingin memasuki babak baru yang penuh dinamika. Membersamaimu, bukan untuk sekedar mengejar dunia. Membersamaimu, dengan akhirat yang paling utama. Membersamaimu, merajut mimpi yang sama. Membersamaimu, berbagi kesederhanaan, keikhlasan, dan kesabaran. Membersamaimu, menuju jannah-Nya..

Senin, 04 Agustus 2014

Lupakan

Kata tak mampu gambarkan.
Jiwa tak mampu berkelana, diam..
Hangus saja, biarkan ia terdampar.
Lupakan. Lupakan saja.

Mungkin waktu memang sejenak,
Waktu tak mungkin melambat.
Semua harus dihadapi, semua harus menepati.
Menjadi dewasa, itu yang kau pilih.

Kau, dengan segala hal yang berkelana jauh.
Kau, dengan reruntuhan yang dulu kau bangun.
Sirna, pekat.
Lupakan. Lupakan saja.

Mungkin waktu ingin menguji.
Seberapa jauh kesabaran terpatri.
Waktu terus berlari, namun jiwa membeku mati.

Kamis, 03 Juli 2014

2:22

Dini hari ini, aku masih terjaga. Dengan rasa khawatir luar biasa. Saudariku... kamu dimana? Sedih, sedih sekali rasanya. Ia dimana ya Allah.. dua jam sudah kami mencari, namun nihil. Belum menemukan jejak apa-apa.

Aku.. aku tak tahu. Allah sedang mempersiapkan apa dibalik segala deras ujian ini. Enam bulan ke belakang merupakan proses hebat dalam gejolak batinku. Aku dilempar, dikoyak, dijatuhkan, segala macam. Aku sampai menangis, meratap...... 

Sesakit ini ketika kau tidak bisa berbuat lebih untuk saudarimu. Bagaimana? Ini sudah lewat tengah malam... Dimana Ia...... Allah, aku sedih sekali.. Entah sudah berapa kali teman-teman mengeluh kecewa akan sikapnya, tapi aku tak pernah bisa membencinya. Tak pernah bisa, aku sayang sekali padanya..

Berkali-kali iapun mengeluh padaku. Dan malam ini... sesuatu benar-benar membuatku rapuh..
Dimana ia ya Allah... Lindungi ia ya Rabb.............. Maafkan aku yang belum bisa menjadi saudari yang baik untukmu... Yang luput untuk menjagamu..

Allah...Fahma mohon... lindungi ia..........................  dimanapun kini dirinya sedang berada :"""""(