Sabtu, 07 Agustus 2021

celoteh 2021 (1)

 Udah lama banget nggak nulis-nulis! Sesemangat ituuuu yaampun!

Kalau nostalgia blog ini, keliatan banget yaa seorang Fahma sering menumpahkan kegalauannya lewat tulisan. Di usia yang sekarang menginjak 27 ke 28 tahun, malah terpukau sendiri dengan pribadi zaman dulu, keren dah lu hahaha coba di telaah lagi yuk beberapa tahun ke belakang, memang berjalan bahkan berlari tapi memang banyak takutnya. Tapi, Allah banyak banget memberikan hikmah!!

Dan kalau ditelisik lagi, memang cara Allah itu nggak main-main. Kita berdoa sesuatu dengan serius, ujian yang Allah kasihpun levelnya juga serius Masya Allah. Coba yuk kita pahami tanda-tanda Allah. Ada apa di kehidupanku sejauh ini?

1. Little Zam
Tidak bisa dipungkiri, ini adalah kisah paling nano-nano di hidupku. Walaupun usianya baru 3 tahun, tapi BANYAK BANGET pelajaran yang Allah kasih disini. Ini tuh bisa di bilang levelnya beda banget sama bisnis sebelumnya. Dan aku ngerasa emang Allah tuh selalu kasih sesuatu hal sesuai kemampuan hamba-Nya, aku juga mintanya gitu si ke Allah. Lagi-lagi karena takut. Takut banget pas Allah kasih kecukupan aku belum matang secara adab, ilmu dan akhlak. 

Kalau berbicara soal bisnis, urusan "mengenal uang" sudah masuk tahap lanjutan. Dari pas kuliah menghasilkan jutaan sampai belasan juta, sekarang naik ke puluhan hingga ratusan juta. Dan ternyata, ini tantangan tersendiri untuk urusan ilmunya,

Berasa banget walaupun semua berjalan, tapi masih super berantakan. Banyak hal yang harus dirapikan memang. Semoga Allah bukakan pintu-pintu ilmunya yaa. Apa ya yang mau dibahas? Banyak banget sih jujur, tapi paling ngena tuh, yang namanya Bisnis kan nggak selalu mulus ya. Dan bicara soal Little Zam, awalnya ini semua berjalan karena mau kasih hadiah mainan ke Nizam, dari kegalauan yang hadir, lagi-lagi pertanyaan "Aku udah jadi ibu yang baik belum sih?" lagi-lagi penghakiman terhadap diiri sendiri yang merasa belum jadi "Ibu Sempurna."

"Aku mau kasih sesuatu di momen penting Nizam saat dia sudah aku sapih, suatu hadiah yang akan dikenangnya dan mengingatkannya akan Ibu." Dan tadaaa, 7 hari kumulai begadang dan menyelesaikan desainnya. Kuajak beberapa rekan untuk ikutan dan Alhamdulillah responnya baik.

Di luar itu, ada mimpi yang mau terus diperjuangkan, tentang energi yang ingin punya impact di sisi Pemberdayaan Ekonomi Wanita. Dan dalam perjalanannya, Allah beri kemudahan, namun juga banyak batu hingga badai disana. Efek paling berasa adalah sejak pandemi kita harus vakum dulu. Sempet jadi masalah batin juga yang kemudian belajar untuk mengikhlaskan.

"Masih kurang ilmu banget." adalah kesimpulanku setelah melalu segala proses ini. Pengen cerita tapi capek ngetik hahaha udah nggak biasa nih begini begini. Yang jelas, sekarang aku ada satu impian lagi nih: Lanjut Kuliah.

Aku udah tau Kampus tujuanku kemana, tapi lagi-lagi perasaan takut akan begini begitu yang datang. Haha ini aku lagi coba afirmasiin lagi lewat tulisan Tapi nggak aku tulis disini dooong di buku diary dulu aja. Baru akan aku tulis lagi nanti disini kalau memang Allah wujudkan.

Terus nanti Little Zam nya gimana? tetep jalan dooong. Kan daku mau jadi keluarga muslim pebisnis yang bisa impor ekspor, Little Zam itu ternyata salah satu rangkaian mimpiku yang aku nggak sadar path aku ternyata kesana wkwk kemana emang? Ke METODE BELAJAR. Ini berantakan banget ya ngomongnya, tapi yang jelas ternyata sejak kecil aku suka banget ngulik Metode belajar!

Mulai dari mengenal Mind Map, mengenal tipe kecerdasan, suka ngumpulin quote2, ngumpulin hack-hack untuk belajar, berani bermimpi, menulis mimpi, hingga mewujudkannya satu persatu. Dari dulu ternyata aku berkecimpung dalam pendidikan. Ngajar, ngajar, dan ngajar. tapi value yang selalu aku bawa, aku mau jadi pengajar yang seru! mau jadi pengajar yang bawa sebuah materi tuh ga bosenin. Kalau kalian lihat, kayanya aku punya keahlian di banyak bidang ya. Hmm aku juga bingung sih sama diri aku, hal itu bisa jadi kekurangan karena bikin nggak fokus.

Tapi belakangan aku nemuin path-pathnya. Makin lama tulisan ini makin nggak jelas kan mau dibawa kemana haha soalnya emang nggak ada konsepnya.

2. Di poin 2 sebenernya aku mau cerita soal Khanza. Tapi sepertinya nggak sekarang dulu, bukan karena belum siap tapi karena udah ngantuk wkwkwk dah ah kapan-kapan lagi kita tuangin tulisan ini

Senin, 28 Oktober 2019

Ibu.. Jangan tinggalin..

Suatu pagi, Nizam tiba-tiba bangun dari tidurnya dan teriak,
"Nizam sayang Ibuuuuk! Jangan ditinggal..!".
Deg. Sepertinya Nizam mimpi buruk. Aku langsung memeluknya dan bilang,
"Ibu disini sayang.. Ibu ga kemana-mana kok.."
Nizam masih meracau dan seketika bulir matanya jatuh, deras sekali. Berkali-kali Ia bilang,
"Nizam sayang ibuk.. gak ditinggal..ibuk disini aja.."
 .
Saat itu perasaanku sedih sekali. Aku teringat kemarin aku memang meninggalkannya. Hanya sebentar, tapi saat Nizam sudah bangun. Pagi itu aku ada jadwal rapat produk kolaborasi. Sementara pas sekali Nizam baru bangun, main sebentar dan belum siap. Alhasil pagi itu aku harus meninggalkannya dan berbagi tugas dengan Mas Ivan. Di jendela Nizam sudah meraung-raung minta ikut. Tapi dassr aku, karena Nizam saat itu sedang berpakaian lucu (memakai peci dan kacamata hitam tapi sambil menangis) aku malah memvideokannya. Aku berusaha menenangkannya dari luar sambil bilang,
"Nanti Nizam nyusul yaa sama Ayah. Nizam siap-siap dulu yaaa.."
Tangisnya makin menjadi, ditambah saat gojekku datang dan aku dadah-dadah dari Gojek.
Dan ternyata, momen itu tidak dilupakan Nizam. Walau akhirnya Ia menyusul dan berwajah serta bertingkah ceria, esoknya Ia jadi mimpi buruk. Ternyata momen seperti itu sulit dilupakannya, malah menancap di alam bawah sadarnya. Dan membuatku tersadar, jangan lagi menciptakan memori buruk untuknya.
.
Namun, hal itu kembali terjadi. Minggu-minggu ini sedang padat-padatnya pikiran karena kerjaan yang harus terkejar. Sudah bisa dipastikan, hormonku naik-turun dikarenakan sedang hamil plus kondisi yang menuntut serba cepat. Aku-yang notabene perfeksionis- jadi overthinking. Mikirin kerjaan-mikirin anak-keperluan anak-target yang belum tercapai-keperluan suami-kebutuhan diri sendiri-program diri sendiri-dll yang rasanya kian memuncak. Sampai aku jenuh dan penat. Pening!
.
Siapa lagi kalau bukan orang-orang terdekatku yang menjadi tumpahan emosiku-yang cenderung labil di kondisi ini. Yang kemudian menjadi rasa bersalah yang berlebih- karena sudah meluapkan emosiku pada dua orang ini. Terlebih Nizam tentunya.. yang sekarang cenderung lebih manja (kalau kata orang karena mau punya adik) plus menuju usia 3-4 tahun katanya anak cenderung kebih keras kepala. Di saat sedang pening, yang biasanya aku santai, sekarang dibawa serba serius. Nizam tiba-tiba susah banget disuruh mandi, bikin aku jengkel. Mas Ivan belum bangun tidur, bikin aku esmosi. Nizam mainan air, bikin aku marah-marah. Aku lagi nherjain tugas di laptop, tiba-tiba laptop dimatiin Nizam dan ditindihin, bikin aku kehilangan kesabaran dan bilang,
"Ahhh.. terserah Nizam aja! Ibuk gamau main sama Nizam!"
Terus aku ke kamar dan kunci pintu, takut lebih marah lagi. Nizam sedih terus gedor-gedor pintu,
"Ibuuk... ibukkkk..  maafin Nizammm yaa.."
Astagfirullahaladziim.. sesungguhnya saat amarah melingkupi kita, kita jadi kehilangan kendali. Malah kita yang lebih bocah dari anak kita.
.
Akibat perasaanku yang belum membaik, beberapa hari setelah itu jadi nular ke Nizam, Nizam jadi tantrum (yang sebenarnya jarang banget dia tantrum). Dan selalu seperti itu, setiap Nizam tantrum pasti ketularan dari perasaan negatif aku. Pun suami aku, dia ikutan bete karena mood istrinya jelek. Huff.. aku harus memilih sadar dan kembali santai, kalau mau ini nggak terus berlanjutan. Biasanya yang aku lakukan adalah sadar sepenuhnya dulu, terus meluk Nizam sambil bilang,
"Nizam sedih ya karena Ibuk marahin?"
"Nizam masih marah sama Ibuk?"
Biasanya Nizam jawabnya angguk-angguk kepala sambil sesekali terisak.
"Ibuk minta maaf ya Nizam.. Nizam maafin Ibuk?"
Terus selalu, yang bikin terharu Nizam malah bilang,
"Maafin Nizam ibuk..."
 .
Ya Allah.. pas ditulisin gini jadi mikir lagi. Anak yg belum 3 tahun ini justru yang ngajarin ilmu sabar. Aku sadar betul sebenarnya anak itu jadi keras kepala, jadi egois, jadi gampang marah, itu pengaruh dari Ibunya. Bener-bener karena pengaruh Ibunya, dalam hal ini mood dan kehadiran seorang Ibu suat sang anak. Pun si anak misal nggak bisa dilarang, nyolot, juga karena Ibunya yang terlalu takut anaknya marah (?) jadi harus tetep seimbang. Sayang dan lembut ada, tegaspun juga.
.
Dan entah kenapa, ritme kaya gini tuh berulang, sampai aku sering berpikir : Aku mau egois. Maksudnya.. aku kadang kepengen banget nggak mikirin kerjaan, nggak pengen ikutan mikirin gimana biar aman bulan ini dan seterusnya, dlsb. Nggak pengen ada di posisi yang sekarang. Aku pengen jadi Ibu Rumah Tangga aja yang jagain Nizam. Tapi setelah itu terjadi, aku malah kepengen mikirin kerjaan. Hahaa.. sebenarnya ini terjadi karena aku belum selesai dengan diriku sendiri.
.
Disaat penat, otak kita tuh rasanya penuh banget. Nggak ada ruang buat berpikir jernih, semua dibawa suntuk dan ngeselin. Padahal, selesai sama diri sendiri itu kita punya tujuan apa yang mau kita capai. Aku bukan benci sama posisi ini, tapi aku benci ketika poisisi ini membuat aku sibuk, Nizam nggak kepegang, dan rasanya semua kacau. Aku benci ketika posisi ini buat aku mikir egois :

Kenapa gw harus mikirin orang lain, orang lain aja nggak mikirin gw?
Mereka nggak mikir apa gw punya anak?
Gw lagi hamil?
Naik tangga ke lantai 3 hampir tiap hari?
Nggak mikir apa bawa anak tuh kadang repot banget?
Belum lagi kalo anaknya lari-larian ke tangga.
Nggak ngerti apa perut gw kontraksi?
Emang dia nggak punya anak istri apa?
Emang gw mau apa begini?
Gila, ini kita doang apa yang ngurusin?
Dll
Dll
Dll

Banyak banget pikiran negatif yang jadinya bikin pikiran jadi tambah penat. Tapi kadang pikiran-pikiran egois gini butuh muncul biar kemudian pas kita coba tenang lagi, kita pilah jadi sesuatu yang kritis. Apa benar seperti itu? Apa benar langkah ini?

Satu yang pasti : Kitalah yang peduli akan masa depan keluarga kita. Kitalah yang menentukan, jangan digadai karena sesuatu yang sebenarnya tidak perlu kita pikirkan terlalu dalam. Sesekali egois nggak apa-apa, selama itu menbuat kita lebih baik dan lebih taat.

Sabtu, 02 Juni 2018

Melimpah

Banyak hal yang berkecamuk dalam dada dan pikiran ini.
Sampai detik ini, kadang aku masih tak percaya.
Kerinduan ini kadang menyakitkan, kerinduan akan sahabat-sahabatku.
Perubahan kian cepat, semua tidak lagi sama.

Kadang kerinduan ini terobati, namun di satu waktu kerinduan ini berbuah tangis.
Aku saja sampai bingung, bagaimana mungkin sekarang aku tak bisa menyampaikannya.
Aku merasa ikatan kita terkikis, tidak seperti dulu.

Apakah ini juga karena sikapku? Sudah pasti tentu..

Kata

Aku kangen menulis.
Mungkin hanya dengan ini aku menjadi waras.
Aku bebas bercengkrama dengan diriku.
Tak apa menjadi salah, itu hal yang lumrah.
Tak apa-apa jika belum berhasil, aku lihat kamu sudah berusaha.
Tak apa-apa jika harus bersedih, masih ada detik selanjutnya untuk tersenyum.

Beberapa kata bisa jadi berubah menjadi buas, hingga mematikan.
Kata yang jarang terucap, sekalinya terucap menyakitkan.
Kata yang dampaknya bukan hanya untuk dirimu saja sekarang.
Ada hati yang harus kau pikirkan, berbagai macam hati.

Kalau engkau lelah, orang-orang disekelilingmu juga merasakan lelah.
Bahkan mungkin lebih lelah daripada kamu.
Lalu mengapa kamu dengan lugas dapat membuas?
Tak berpikir seberapa menyakitkannya kah itu?

Aku hanya kangen kamu.
Imajinasi-imajinasiku tentang perasaan.
Lembut dan membangun satu sama lain.
Hanya itu.

Aku saja sudah cukup tak percaya diri dengan hidupku sekarang.
Mengapa kini ditambah kamu?
Cukup diriku saja yang membuatku tak percaya diri.
Jangan ditambah dengan kata-mu.

...

...

Ya, kau benar.
Aku kangen sekali dengan menulis.
Mungkin hanya dengan ini aku tetap waras.

Minggu, 06 Agustus 2017

#NHW 5 : Apa sih Desain Pembelajaran?

Di NHW 5 ini, kami diminta untuk membuat desain pembelajaran masing-masing. Tidak ada penjelasan apapun terkait itu pada awalnya, jadi pasti bingung karena belum terbayang. Akhirnya bertanyalah saya pada mbah Google, yuuk check this out!

Kata mbah Google, desain pembelajaran itu dimaknai dari beberapa sudut pandang;
1. Sebagai disiplin
2. Sebagai ilmu
3. Sebagai Sistem
4. Sebagai Proses

Juga Desain Pembelajaran banyak macamnya, disesuaikan dengan metode yang paling familiar/paling mudah kita ikuti, kemudian berkembang sesuai dengan kemampuan. Jika saya baca berbagai macam metode, mungkin bisa saya buat ringkasan flow/alur desain pembelajaran seperti ini:

1. Menemukam problem/isu
2. Mendefinisikan kemauan serta kemampuan diri
3. Merumuskan antara poin 1 dan 2, mana yang visible dilakukan (prioritas tertinggi-terendah)
4. Create solution (membuat strategi tujuan hidup ke depan)
5. Output : Desain Pembelejaran
6. Eksekusi, Testing, Evaluasi
7. Lanjutkan lagi dari poin 1 karena problem/isu setiap manusia berbeda

Hal diatas sebenarnya sudah saya lakukan sejak zaman SMP dengan menurunkannya menggunakan metode Mind Mapping, tapi saat kuliah Arsitektur saya baru memahami bahwa apa yang saya lakukan itu merupakan METODE DESIGN THINKING. Biasanya metode ini dilakukan untuk create suatu product berlandaskan user / manusianya. Mulai dari kebutuhan manusia, kita create sesuatu, singkatnya seperti itu.

Maka disini saya mencoba untuk menggabungkan 2 metode diatas menjadi seperti ini, inilah peta Desain Pembelajaran Fahma Nurika Aisyah:




NHW #6 : Menjadi Manager Keluarga Handal

Di NHW #6 kali ini, kami diminta untuk menuliskan 3 kegiatan penting dan 3 kegiatan tidak penting, setelah itu dibuatlah jadwalnya. Sejujurnya, saya tipikal manusia yang sejak dulu menuliskan apa yang harus saya kerjakan setiap harinya. Namun. sejak masuk masa hamil s/d mengasuh anak, semua buyar. Rasanya tidak bisa sama seperti dulu. Apa yang saya tulis kebanyakan tidak bisa dilakukan karena Nizam yang setiap hari semakin aktif, jadi harus full menjaga, mengasuh dan mendidiknya. Priotitas utama saya adalah Nizam, dan saya mengedepankan quality time bila bersamanya (Insya Allah). Namun, mari kita coba lagi, kita perbaiki lagi. Semangat!

3 Aktivitas Penting:
1. Mengasuh dan mendidik Nizam
2. Masak
3. Memantau Yayasan

3 Aktivitas Tidak Penting:
1. Liat media social
2. Nonton youtube
3. Ngobrol di grup whatsapp kelamaan

JADWAL HARIAN

04.00 Qiyamullail*
05.00 Bangun, shalat shubuh
05.00 - 07.00 Menyusui / Bermain bersama Nizam / Menemani Nizam tidur (tergantung bayinya)
07.00 Belanja ke tukang sayur
07.30 - 08.30 Masak untuk Nizam dan suami (Nizam dititipkan ke mbak, diajak jalan-jalan)
08.30 - 09.00 Menyuapi Nizam + Nizam Mandi
09.00 - 09.30 Menyusui Nizam
09.30 - 10.00 Siap-siap
10.00 - 12.00 Mantau Yayasan (kerja, Nizam dititip ke mbaknya)
12.00 - 13.30 Istirahat (Menyusui Nizam, menyiapkan makan siang Nizam, makan dll)
13.30 - 16.00 Mantau kerjaan Yayasan
16.00 Nizam mandi
16.15 Mbaknya pulang
16.15 - 18.00 Menemani Nizam bermain
18.00 - 18.30 Shalat maghrib + Baca Quran
18.30 - 20.30 Menemani Nizam bermain, jika Ayahnya sudah pulang Nizam dititipkan ke Ayah, Ibu menyiapkan makan malam + makan Nizam
20.30 - 21.00 Menyusui Nizam + Boboin Nizam
21.00 - 22.00 Cek kerjaan via whatsapp, *pengennya* bisa baca buku (rutin tiap hari)
22.00 Istirahat
23.00 Menyusui Nizam, lalu istirahat kembali

Itulah jadwal harian selama memiliki bayi. Mungkin memang terlihat tidak sama seoerti dulu yang kegiatannya banyak disibukkan dengan kegiatan komunitas dan masyarakat. Tetap ingat bahwa tugas utama seorang Ibu adalah mengasuh dan mendidik anak. Bila hal itu dikerjakan dengan ikhlas, Insya Allah diberkahi Allah, dan itu ladang amal yang paling utama. Bismillah..

Minggu, 16 Juli 2017

NHW #7 Menuju Bunda Produktif

Bismillahirrahmanirrahim... hasil Tes Bakat di web yang disarankan IIP adalah sebaai berikut:



FAHMA NURIKA AISYAH, anda adalah orang yang senang bersahabat, senang melayani dan bertanggung jawab , suka sekali mengatur penempatan atau penugasan orang , analitis , teliti & suka mengumpulkan informasi , analitis dan senang berkomunikasi , keras menghadapi orang akan tetapi tidak menyukai konflik.


Dari uraian diatas, saya merasa iya bangeeet haha agak kompleks ya diri ini. Persoan Brfanding yang terulis disana adalah:
1. Ambassador
2. Arranger
3. Evaluator
4. Intrepreter
5. Mediator

Dan berikut kuadran-kuadran yang saya buat :

KUADRAN 1 ;

Aktifitas yang saya SUKA dan saya BISA
  • menjadi pemimpin
  • mengkoordinasikan tugas
  • menjadi pengusaha dan segala ilmu di dalamnya
KUADRAN 2 : 

Aktifitas yang saya SUKA tetapi saya TIDAK BISA 
  • Diam di rumah (full jadi IRT)
KUADRAN 3 :

Aktifitas yang saya TIDAK SUKA tapi saya BISA 
  • membuat laporan
  • Kegiatan yang sifatnya rutin harus dilakukan
KUADRAN 4 

Aktifitas yang saya TIDAK SUKA dan saya TIDAK BISA  
  •  
  •