Senin, 23 Desember 2013

Cinta-Nya Jauh Lebih Besar

Kisahku akan menjadi kisah yang menyedihkan. Penuh pilu yang terekam, penuh liku menghantam, kerinduan merasuk namun harus kutikam,  penuh pengorbanan saat hal itu harus kuhunus dengan tajam, kucabik dengan tega..

Namun kelakar tawa-lah yang kini mengisahkan. Kisah perjalanan panjang untuk menemukan arti, pedoman yang meyakinkan aku untuk terus bergerak, bergerak semata-mata untuk-Nya. Untuk Dia yang selama ini terlupa, untuk hidupku yang kuharap jauh lebih tertata.

Namun aku tak kan mengisahkan lebih jauh untuk saat ini. Aku hanya ingin rehat sejenak, merefleksikan hati dan diriku untuk jauh berpikir. Dua puluh tahun aku hidup, 20 tahun pula waktu terbuang percuma. Apa yang sudah aku beri? Apa yang sudah aku lakukan untuk mencintai dan mengasihi seluruh makhluk-Mu?

Tuhan... bila saja kau tak menyayangi aku, mungkin seluruh semesta sudah menghakimiku. Menghukumku dengan nista, karena memang senista itulah diriku.

Tuhan... bila saja kau tak mengasihi aku, mungkin seluruh dunia sudah melucutiku dengan berbagai macam kesalahan, berbagai macam caci maki, karena memang seburuk itulah aib dalam diriku.

Tuhan... bila saja kau tak meridhoi langkahku, mungkin kini aku masih terseok dan tersesat dengan kerisauanku. Bila tak ada nama-Mu seiring langkahku, mungkin aku sudah terperosok jauh ke dalam hingar bingar penuh kemaksiatan.

Source:Pinterest
Aku tahu masih sangat jauh untuk mendapatkan itu. Masih sangat jauh untuk menghapus compang-camping yang tertera di rongga hatiku. Tapi aku ingin berubah! Tak peduli seberapa besar hantaman manusia terdekatku, tak peduli seberapa besar rasa sakit yang harus kuterima. Tak peduli seberapa merana rasa kehilangan itu. Tak peduli seberapa tergoresnya kepercayaan itu...

Aku tetap ingin pulang. Aku tetap ingin berada di peluk-Nya. Aku ingin selalu berada dalam dekap kasih dan sayang. Karena aku tahu, karena aku benar-benar tahu...

Cinta Allah untukku jauh lebih besar dari segala cinta yang ada di dunia.

Selasa, 03 Desember 2013

Ngoceh Aja

Banyak yang ngira golongan darah gue O, padahal AB+. Terus pada nyeletuk "Aaah bohong, masa bukan O sih?" Terus gue penasaran, O itu tipe orangnya kaya apa. Pas gue nyari yang O kaya apa, ternyata pecicilan gitu hahaha berarti gue pecicilan ya. Padahal gue pendiem loh.

Terus, gue lahir di bulan Agustus. Katanya sih, orang yang lahir di bulan Agustus biasanya keren-keren. Udah banyak yang bilang kaya gitu, "Iya, biasanya anak Agustus tuh jenius dan kreatif." Aih bisa aja. :p

Kata orang juga, gue sanguinis. Padahal pas gue tarik ke masa lalu, gue itu anak yang pendiem (yang ini beneran). Tapi nggak pendiem-pendiem banget sih, cuma ya... ga se-enerjik sekarang. Hahaha bahkan gue sendiri lebih ngerasa gue ini melankolis. Tapi tergantung situasi dan kondisi sih, ke-semuanya mengisi di porosnya masing-masing.

Dan banyak yang ngira gue ini anak sulung, atau anak kedua. Padahal nyatanya gue anak bungsu. Muka gue keliatan kaya punya banyak adek ya? Hahaha padahal gue si bungsu yang paling manja dan sering bikin repot.

Kalo boleh menilai diri sendiri, gue paling nggak suka dengan sesuatu yang kelewat batas/berlebihan. Dan cara gue nunjukkin gue nggak suka adalah dengan bicara langsung/diem. Ya, boleh dibilang semakin bertambah umur gue semakin blak-blakan, atau tepatnya semakin berani mengemukakan pendapat dan pandangan gue. Tapi tentu dengan cara yang baik dan ada batasnya. 

Kalau itu tak berhasil? Cara terakhir adalah diem. Emang artinya apa kalo gue diem? Yap, berarti itu udah kelewat batas dan gue bener-bener nggak suka. Diem bisa lewat apapun, diem pas diajak ngomong, diem nggak bales pesan singkat, atau diem di media sosial. Intinya gue nggak akan merespon apapun itu. Itu kalo sesuatu itu udah bener-bener terasa mengganggu hidup gue. Sesuatu yang berlebihan, sesuatu yang... bener-bener nggak gue suka. Ya, kediaman seorang Fahma adalah bentuk ketidaksukaannya akan sesuatu.

Jadi kalo nemu gue diem? Ya, mungkin gue sedang memendam sesuatu yang nggak gue suka.

Jumat, 22 November 2013

Ibu

Keceriaan ini memang tak pernah luntur pada wujud fisik, namun nyatanya akhir-akhir ini hal itu tergerus habis. Bukan di luar, tapi di dalam sini. Mungkin hanya beberapa hari ini saja, ketika kesedihan itu hadir. Mungkin hanya beberapa hari ini saja, ketika kesadaran sebagai anak perempuan satu-satunya tiba-tiba meningkat tajam. Itu sebabnya aku harus sesering mungkin untuk bergegas pulang ke rumah. Itu sebabnya aku harus secepat mungkin beradaptasi kembali, menyiapkan segalanya..

Malam tadi, akhirnya aku bisa tidur berdua lagi dengan Ibu. Aku kangen masa-masa aku dimanja, tapi kali ini keadaannya berbeda. Di usia Ibu yang sekarang, justru aku memposisikan diri untuk menjadi anak perempuan yang bisa Ibu andalkan. Mendengarkan dengan seksama apa yang hari ini Ibu lakukan, mendengarkan dengan seksama apa yang menjadi keresahan Ibu. Dan itu cukup membuatku bertekad untuk sebisa mungkin membahagiakan Ibu. Untuk sebisa mungkin menutup segala keresahan-keresahan kecilku, entah tentang akademis atau apapun..

Aku ingin menjadi anak perempuan yang bisa diandalkan untuk kelak membawa Ayah dan Ibu ke syurga. Aku ingin menjadi anak perempuan yang mereka banggakan. Aku ingin Ayah dan Ibu tak perlu khawatir dengan masa tua mereka, karena akan selalu ada anak perempuan yang menjaga dan merawat mereka..

Untuk itu aku harus lebih bisa mengatur segala aktivitasku. Untuk memoles compang-campingnya waktuku yang kebanyakan tak bermanfaat. Untuk bisa bangun lebih pagi membantu beberes rumah. Untuk bisa lebih dan lebih lagi menjadi anak bungsu yang jauh lebih dewasa. Aku sadar sesadar-sadarnya tugas seorang wanita. Aku sadar bahwa Ibuku sungguh luar biasa dalam mendidik dan membimbing aku.

Bu.. Fahma tau Fahma masih sering membebani Ibu. Fahma belum rutin membantu. Alasannya karena sibuk ini, sibuk itu. Tugas Arsitektur yang ini, dan tugas Arsitektur yang itu. Padahal Fahma tahu, ketika Fahma mau untuk lebih komitmen pada diri sendiri, tugas rumah akan tetap bisa Fahma kerjakan..

Bu, Fahma tak ingin mengecewakanmu. Fahma bahagia sekali ketika semalam bisa lebih banyak mendengarkan petuah yang menenangkan dari Ibu.. Cukup Fahma mengingatnya di hati, dan segera mengerjakan apa yang Ibu ajarkan kepada Fahma. Ibu, Terima Kasih. Fahma sangat menyayangi Ibu....

Kamis, 14 November 2013

Tentang Sebuah Keluarga: Pengmas IMA 2013

Beberapa hari ini ada yang sedikit berubah. Perubahan yang menyenangkan tentu saja. Mengenal keluarga Pengmas IMA yang begitu unik. Ada Nanas, Abi, Umay, Maya, Aber, Reja, Aday, Bangkit, Fiyo, Mella, Rani, Ryfa, Cyndi, dan Esther. Beberapa hari ini waktu gue dihabiskan bersama mereka semua. Sungguh pribadi-pribadi yang lucu dan menarik :)

Ada Umay dan Maya, duo "May" ini adalah sosok junior yang benar-benar aneh hahaha setiap hari tiada waktu tanpa tertawa. Bersama mereka berdua, hal-hal yang tidak lucu menjadi lucu. Hal-hal yang lucu jadi tambah lucu. Bocah-bocah ini selalu tertawa tiap bertemu gue, entah apa yang ada di pikiran mereka. Yang jelas, setiap hari pasti mereka akan bilang seperti ini, "Kak mukanya biasa aja doooong." Lalu mereka terbahak-bahak berdua, dengan gue yang cuma mesem-mesem bingung.

Lain lagi dengan Reja, pecinta kucing satu ini selalu memanggil gue dengan sebutan "Kakak Pipi." Sampai sekarang gue masih nyari sebutan aneh buat dia. Dan yang lainpun ikut-ikutan, Umay dan Maya sekarang manggil gue "Kakak Bakpau." Merekapun punya yel-yel buat gue. "Kak Fahmaaa! Bakpau! Bakpau! Bakpau!" Bener-bener, mereka junior macam apa...

Aday beda lagi, calon ketua IMA ini selalu jadi penonton yang baik ketika teman-temannya (dan gue) melakukan hal-hal aneh. Dia cuma bisa geleng-geleng kepala sambil bilang "Kak Fahmaa.." Pernah suatu kali, gue menirukan suara Kecret-Kocrot, itu lho si Danang sama Darto, yang lain seneng ketawa-ketawa tapi Aday bilang "Stop Kak Fahmaaaa, jangan buat saya ilfeel." Hahahahaha.

Kalo Bangkit si anak KAPA, biasanya nemenin Aday juga jadi penonton yang baik. Dia selalu gue panggil dengan sebutan "Bancit" hahaha entah kenapa sebutan itu enak buat didenger. Kalo Fiyo anaknya rajin banget, kerjaannya harus sempurna dan rapi hahaha bagus yo! Nanas dan Abi beda lagi, mereka memang pasangan yang mesra. Dua-duanya punya rasa ingin tahu yang tinggi dan kemauan untuk terus belajar yang sangat kuat. Abi ini juga tipe pemikir yang super dalam, banyak hal yang ia tanyakan tapi banyak juga jawaban yang nggak membuat dia puas dengan jawaban itu hahaha selamat mencari bi!

Pengmas IMA saat Eksternal Archicare | Cikini, 9 November 2013
Ya, sebenernya masih banyak yang ingin gue ceritakan tentang keluarga kecil ini hahaha tapi berhubung besok gue ada persiapan Internal, kapan-kapan aja gue lanjutin. Yang jelas, gue sangat bersyukur dapat mengenal pribadi-pribadi unik ini :) Dan gue sangat yakin, orang-orang di dalam Pengmas IMA 2013 ini kesemuanya akan menjadi orang-orang besar yang mampu bermanfaat untuk sekelilingnya. Selamat menggapai mimpi gengs! Terimakasih untuk waktu-waktu menyenangkan yang kita lalui bersama, semoga semangat berbagi terus terjaga dan ditelurkan ke adik-adik kita selanjutnya ya :)

Hantam!

Ketika kini aku kembali membuka mata, banyak poros-poros yang berubah. Lajunya sudah tak seperti dulu, bahkan ketetapannya kini sungguh pelik, namun mengagumkan. Aku terpaku sebentar, sadar bahwa ini benar-benar mengagumkan.

Terkadang hal ini bisa terjadi. Sebentar, sekilas, sekelebat, namun bisa berarti selamanya. Aku terkantuk-kantuk pada porosku yang dahulu. Terombang-ambing nikmat pada kenyamanan arus yang sengaja kubuat. Namun aku dihantam! Brak! Porosku pecah. Aku putar haluan. Aku terjang badai yang kuatnya melebihi porosku dulu. Aku putar haluan menolak segala kenyamananku, menolak rasa senang yang selama ini menemani panjang haluanku.

Aku terdiam. Permainan ini sungguh apik. Permainan ini sungguh pelik. Bahkan dengan akal logisku, aku tak sanggup mencerna isinya. Bahkan dengan akal logisku, aku tidak sanggup membantah ada ketidakwajaran yang hadir.

Walau begitu, walau begitu keras sesuatu yang harus aku terjang, aku akan terus berjuang.


Minggu, 10 November 2013

:)

Japan
Rusia
Dubai
Makkah

Sabtu, 09 November 2013

25 Agustus 2013

Ini beberapa ucapan teman-teman yang berhasil gue simpan. Makasih ya!

'"Hai mak produksi selamat kepala 2 yaaah ({}) Semoga makin sholehah dewasa makin bijak makin sabar, sukses dunia akhirat, tetap semangat menebar manfaat dimana-mana. Amin.. Sayangkamuhselalu :*" -Bella 
"Fahmaaaa selamat ulang tahun :"D Semoga sukses di dunia maupun di akhirat ya paah! Semoga dreamdelionnya juga makin sukses! Amin ya Allah.." -Ijong
"Fahhhmmmaaa selamat ulang tahun ya... Semoga makin berkah umur rejeki dan ilmunya.. Makin kreatif ya." - Kak Agus
"Happy Birthday fahma :D Semoga keinginannya tercapai.. Aaamin Semoga makin kurus. Hahahaha" -Ken 
"Faaah happy birthday!!!" -Tikah 
"Igel, Nuel, dan Rima langsung dari Nganget Tuban Jawa Timur mengucapkan, happy birthday Fahmaaa! Semoga selalu dilimpahkan kasih sayang dari Allah dan orang sekitar dimanapun dan kapanpun fahma berada. Sukses dunia akhirat! :D" -Kak Igel, Kak Nuel, Kak Rima 
"Cie yang ultah. Met ultah ya, traktiran traktiran hehe" -Dian 
"Faheem... Happy milad. Semoga sukses terus, kuliah lancar, jodohnya lancar, selalu jadi mak produksi yangmampu menebar manfaat dimana aja. Sukses dunia akhirat pokoknya :*" -Gina 
"Selamat ulangtahun fahmama. Sukses selalu, semua cita-cita terwujud, makin sholeha pinter unyu dan semuamuanya yang baik. Inget fah, sekarang kepala dua haha." -Ningsih 
"Kak Fahma selamat ulang tahun! ;D Semoga sisa umurnya berkah ya kak, sehat selalu dan tambah solehah.. Amin.. Barakallah! :D" -Anip  
"Cantik, happy birthday ya! Sukses selalu buat kamu anak bungsuya mama papa yang paling unyu :*" -Kak Bintang 
"Happy bday.. best wishes for u ^^" -Kak Advi 
"Kak fahma,,...happy bday ya...muachmuach.hehe" -Nabila 
"Selamat ulang tahun pah! semoga sukses dunia akhirat yak :D" -Riandra 
"Fahmaaa, happy b'day yaaa....haha" -Eliezer 
"Met ultah fahma! sukses terus yaaa" -Farul 
"HBD fahma" :D -Shirly 
"Met milad sahabat, semoga tetap bermanfaat bagi ummat" -Kak Desty 
"Selamat ulang tahun pahmahe~ semoga dikaruniai seorang anak cepat yah" -Inten 
"Selamat berevaluasi, kak..  Semoga berkah.." -Aat Mujizat 
"Fahmaaaa ,, Buon Campleano yah ,, mudah2an berkah umrunya ,, mnjadi anak yg sholehah dan brbakti pada org tua ,, sukses yah ,,  ".. -Ella 
"Fahma cantik, selamat ulang tahun. Semakin berkah ya umurnya. Semoga keinginan Fahma tercapai. Aminn :)" -Kak Titis 
"Fahmaa happy birthday. Barakallah ya fah.. :)" -Wisi\ 
"Selamat ulangtahun :D" - Aris 
"Fahma, happy birthday  God bless.." -Mitchell 
"Selamat HUT ya Fahma, sukses terus pantang mundur :)" -Kak Arif 
"Ka fahma slamat ulangtahunnn.. semoga berkah! Aamiin!" -Hani 
"Selamat ulang tahun, Fahma. Sukses terus ya dreamdelionnya :)" -Kak Melati 
"Selamat ulang tahun fahma sehat selalu,,,, sukses yh semoga masuk PIMNAS" -Kak Mira 
"Met Milad ya cantik.. Barakallahu fii umriiki.." -Mumtaz Kiara 
"Fahmaaaa  barakallahu fii umrik. smakin ok dan bermanfaat yaa" -Zahra 
"Fahma selamat ulangtahun yaaaaa  :)" -Kak Bella 
"Happy birthday ya! All the best. Gbu  :)" -Kak Popon 
"Happy birthday fahma :D" -Osan 
"Selamat ulang tahun Bocil. Sukses terus !" -Kak Wahyu 
"Selamat ulang tahun, mbak Fahma. Semoga panjang umur, banyak rejeki dan dikaruniai kemuliaan hidup". -Bang Jay 
"Wah! happy birthday kakanyaaa~~~ semoga sukses dunia akhirat aamiin :D" -Umay 
"Never give up Fahma Aisyah...hepi milad smg smakin bertambah kebĂ ikan & kemanfaatan :)" -Bu Dyah 
"Fahma selamat milad ya. barakillah. sukses terus bisnisnya hehe" -Meu 
"Haloha , happy joy joy .. Yuhuii pamoii wytb yakk.." -Dessy 
"Milad ??? semangad manfaad dahsyad hebad kuad cepad sehad :D" -Pak Kris 
"Selamat milad ya fahma. semoga makin terus on fire buat beri kebermanfaatan untuk masyarakat" :) -Kak Kenny 
"Met Milad..sukses selalu yaa.." -Kak Dewi 
"Barakallah neng fahma. sukses terus dunia-akhiratnya :)" -Kak Azka 
"Bocil dewasa slamat bertambah usiaaaa" -Euis
Megamendung, 25 Agustus 2013 bersama Organisasi Buddha Dharma Indonesia, Gerakan Peduli Sekitar Kita (GPSK), @promdki, dan Sekolah Terbuka Amerta #Dreamdelion Kreatif


Via Twitter:

"Happy Birthday for one of our team Semoga tetap bersemangat untuk terus berkontribusi ;)" -Dreamdelion

"Sukses Dreamdelion-nya, Ibu Fahma! RT : Selamat ulang tahun smoga umurnya berkah o:)" -Dwika & Unai

"Selamat ulang tahun adik unyuu :) barakallah usianya. bermanfaat selalu, sukses kuliah dan ya :)" -Kak Rini

"Happy birthday my bocil kesayangan ! Sengaja daritadi gak ngucapin biar special :p" -Kak Fay

"Happy birthday . banyak yg nelfn fhma ya? Ampe gue tlfn lu ga bisaa....hahaha " -Anne

" happy birthday makkk!! Hadiahnya kerudung putih mau ga hayoo ;;) semoga jadi arsitek yg hebat, tata2 rmhku nanti yaa" -Farhata

"Happy Birthday Fahma semoga jadi Arsitektur handal! Love10000000000x.♥ "-Ney

" wah fahma maaf!gua lupa2an terus yang kayak gitu!HAPPY BIRTHDAY!!!cuma inget traktirannya aja nih gua (ilham dari gesha)" -Anja

"Met milad semoga makin sukses studi dan -nya :)" -Kak Danar

Dari Bella :*
Dan ucapan paling super dateng dari kakak gue, Maula yang menyertakan foto gue yang paling absurd dibawah ini...............





"Wow ternyata adek gue Fahma Nurika Aisyah ulang tahun hari ini! ternyata gue baru tau umur dia sekarang 20 tahun, tua juga! hahaha... tapi gue gak tau sekarang dia kuliah semester berapa hahaa... Alhamdulillah ya ada facebook, jadi tau ulang tahun orang-orang, coba gak ada, gak bakal tau deh gue...
Selamat milad buat fahmadut, semoga lulus ujian kampus, ujian organisasi, ujian SIM, ujian beasiswa, dan ujian kehidupan. Masuk surga, ketemu Allah. Abadi.

Ya traktir-traktirlah.

Btw, bagi temen-temen yang lain (baik kenal-maupun nggak), boleh lho ngasih ucapan atau doa ke adek saya ini, kali aja kalo ngasih ucapan dan doa kebaikan ntar bakal dikasih diskon sama dia kalau mau buat arsitektur dan interior rumahnya..  , silahkan..."
Komentar Orang-orang:

Widy Darma mol..mol.. ckckckck.. pajang fotonya yang bagusan dikit napa *_*
Shinta ArDjahrie ckckck..., selamat ya dhe'.., yang sabar aja punya abang kayak Muhammad Maula Nurudin Al-haq ... 
Puji Tri Utami Dasar kak Mola, ha haha
Irma Detia Rini Cuma bs geleng2 kepala liat ucapan kakak bwt adenya ini
Barakallahu fii umrik ya Fahma.. Berkah dan sukses untuk segala langkah hidupnya. Keep inspiring kayak kakak2nya. Tiga bersodara ini emang keren2 bgt deh 

Dinul Fathan Wakakakak......   HBD fah....
Hilma Fithri Naqiya selamat ilang taun fahma 
Rini Setianingsih bang =___________= *pukpuk fahm*


Foto itu diambil udah lama banget sebagai kartu kunci kakak gue kalo mau nakut-nakutin gue. "Ntar gue masukin facebook lho foto lw yang ini." Tapi sayangnya ga ngaruh tuh hahaha tapi dengan menyebalkannya setelah sekian lama dia upload juga. Yaah tapi nggak apa deh suka-suka dia aja :p

Dan tentu yang paling super juga datang dari sahabat-sahabat gue :) Pagi-pagi mereka dateng ke rumah dengan keadaan muka gue yang masih bantal banget hahahaha walau bukan perayaan yang luar biasa, memiliki mereka dalam hidup gue merupakan rasa syukur yang teramat dalam terasa :)







Makasih ya semua ucapan & doa yang masuk. Super senang mengenal kalian semua! :)

Kamis, 07 November 2013

#PetikanKisah #20

Kecendrungan, mungkin benar adanya. Bahwa telah ada gores yang ditinggalkan. Bahwa telah ada jejak yang tertanam. Sosok yang dewasa, entah kenapa aku yakin semua perempuan suka. Sosok yang dewasa, yang untuk mendapatkannya butuh pengalaman, kerja keras, dan tentu hati yang lapang.

Benar, anak perempuan itu selalu dekat dengan ayahnya. Sosok yang selalu ia cari dari pasangan hidupnya. Sama seperti laki-laki. Ia mencari sosok yang lekat pada pandangnya, yang sepanjang masa akan ia bahagiakan, ya, seperti sosok Ibunya.

_________________________________________________________________________________

Pagi ini, terhitung tiga tahun sejak kita berjumpa. Aku ada di negeri Sakura, dan entah dirimu dimana, mungkin di sebuah benua di sebrang sana. Hari ini suasana sedang indah-indahnya, aku ingin membagi keindahannnya denganmu. Bercengkrama denganmu seperti dulu. Lagi, sekali lagi. Bahkan jauhnya jarak tidak dapat menghapus memori tentang itu.

Aku menghela nafas panjang. Mengingat semuanya dengan senyum simpul. Di tanganku ada sebuah surat. Dengan nama pengirim yang sudah tidak asing lagi di hidupku. Surat sederhana berisi satu kata. Kata yang sering ia dengungkan, kata yang sering ia ucap. Sebuah panggilan.

_________________________________________________________________________________

Dua tahun sebelumnya, kita berada dalam satu panggung yang sama. Sama-sama kaget, sama-sama tidak menyangka. Sama-sama tersenyum dan tertawa.
________________________________________________________________________________

"...Sebenarnya, sejak tiga tahun yang lalu, kecendrungan itu telah sama-sama ada di hati kita."

Jumat, 01 November 2013

Semi-Kering

Kekosongan itu.... datangnya dari mana?
Dari hatimu yang kering menghadap-Nya.
_________________________________________________________________________________

Biar. Biar semua tahu pojok yang kuukir sendu. Biar semua tahu bahwa aku layu. Biar semua tahu bahwa ini bukan soal logika berpikir. Bukan. Bukan!
_________________________________________________________________________________

Hari ini kembali kuukir janji manis untuk diriku sendiri. Hari ini kembali tertera harapan manis pada rongga-rongga inspirasi. Mengetuk kembali ruang kosong, ruang yang selama ini "lupa" untuk aku temui. Janji yang kusemat untuk diriku, memang sengaja hanya aku dan Dia-lah yang tahu. Ya, seharusnya janji-janjimu biarlah hanya kau dan-Nya lah yang berhak tahu.

Kembali aku menghadap ratusan kertas di depanku. Pilu meresap tiada habisnya, betapa aku rindu. Ratusan kertas itu merekam segala memori, segala taut yang pernah mereka beri untukku. Segala perjuangan yang kami toreh berwaktu-waktu. Akankah kembali?

Aku lihat lagi pojok yang satunya. Sekarang sebuah gambar. Yang kuingat, aku menggambarnya dengan setulus hati. Potret yang aku impikan sampai aku mati. Ialah 100 mimpi, yang selalu mengingatkanku ketika memasuki Ruang Bernafasku.

Aku bernafas. Kulantunkan irama kata pada kertas kosong di hadapanku. Aku menetes. Namun aku tak sanggup meracau. Ribuan bulir-lah yang sanggup mengartikan semua ini.
_________________________________________________________________________________

"Kau tahu apa tentangku? Kau hanya melihat pencitraan semu."
"Aku rasa semua manusiapun begitu. Tapi kamu tidak bagiku."
"Mengapa?"
"Haruskah selalu ada jawaban di setiap pertanyaanmu?"
_________________________________________________________________________________

Kekosongan itu.... datangnya dari mana?
Dari hatimu yang kering menghadap-Nya.

Selasa, 22 Oktober 2013

Di Balik Kemegahan Metropolitan: Belajar dari Kampung Kemang


#Potret Selasa, 22 Oktober 2013. Gambar ini diambil saat saya dan Syifa Nabila blusukan ke Kampung Kemang RT 13 Bangka, Mampang Prapatan, Jak-Sel untuk tugas UTS Perancangan Ars.Interior III.



Terlihat sebuah kolam pemancingan yang penuh dengan lumpur persis di belakang gedung tinggi yang dilansir akan menjadi apartemen. Suara alat-alat berat yang timbul dari pembangunan gedung tersebut tidak mengganggu kegembiraan masyarakat untuk menguras kolam. Sejujurnya kami berdua cukup kaget, ternyata di balik kondisi fisik Kemang yang penuh dengan bangunan komersil, yang kelihatannya megah, masih banyak penduduk lokal yang hidup dengan tradisi mereka dahulu.




Berbeda dengan RT 13 yang khas dengan perikanan, RT 10 Kampung Kemang khas dengan perkebunan. Suasana asri langsung menyelimuti saat kami bertandang kesana. Bang Duloh, guru ngaji yang ada disana mengajarkan anak kecil dan remaja Kampung Kemang RT 10 untuk menanam tumbuhan, salah satunya cabai. Cabai tersebut mereka tanam di polybag dan mereka taruh di antara reruntuhan bangunan. Setiap pekan mereka mencari sendiri tanah untuk media tanam di antara reruntuhan bangunan tersebut. Laki-laki bertugas mencangkul tanah sementara prempuan bertugas memasukkan tanah ke dalam polybag. Kompospun mereka buat sendiri, anak-anak mencari daun kering dan kotoran hewan di sekitar Kampung mereka.


Ada lagi cerita tentang Bu Yatmi dan Bu Eko, dua Ibu yang bergelut dalam bisnis rumahan membuat kue goyang, kue tradisional khas betawi. Di kontarakan mereka yang sederhana, sapaan ramah dan obrolan santai mengisi survey kami kemarin. Betapa keakraban itu terasa menyenangkan. Lagi-lagi saya belajar dari kehidupan masyarakat yang kadang dilupakan dan terpinggirkan. 



Di tengah isu lahan mereka yang suatu saat akan 'diembat' untuk kepentingan komersil, merekapun dengan tegas menolak dan menyatakan ingin tetap berada di Kemang. Tapi saat tangan-tangan tak bertanggung jawab itu datang, membawa koper berisi ratusan lembar berwarna merah, hati siapa yang tak tergoda?

Pernah. Itu pernah terjadi di depan mata mereka. Tapi keinginan untuk tetap bertahan di kampung halaman mengalahkan itu semua. Relakah kita melihat tradisi lokal tergerus oleh mereka yang tak pernah puas? Relakah melihat penduduk lokal harus pindah demi menyerahkan tempat tinggal yang membesarkan mereka, yang penuh dengan keakraban dan persaudaraan hanya demi kepentingan profit belaka? Ah miris, sejatinya semua dari kita punya tanggung jawab untuk tetap menjaga nilai-nilai lokal yang membesarkan kita. Jangan pernah lupa tempatmu berasal, ingat tempatmu berkembang, tempat yang mendewasakan dirimu hingga sekarang.

Ayo Bergerak!

Gue rindu akan mimpi-mimpi gila yang sering gue canangkan. Rindu pada momen gila yang biasa gue lakukan sejak dulu bersama sahabat-sahabat gue. Rindu untuk berjuang keras meraih apa yang gue yakini akan membuat gue bertambah dewasa. Rindu untuk bergerak! Lebih lagi, lebih lagi, lebih lagi. Tidak hanya sampai disini.

Gue rindu untuk melihat lebih luas, gue rindu untuk mencerna lebih luas lagi. Gue rindu memperdalam apa yang selama ini gue lihat, dengar, dan rasakan. Gue rindu bertemu orang-orang hebat, bercengkrama bersama mereka. Melontarkan ide-ide hebat. Menggerakkan aksi-aksi bermanfaat. Gue rindu punya teman sebaya yang bisa membahas itu semua. Gue rindu kumpulan manusia yang sadar untuk bergerak.

Gue rindu, dan karena rindu yang teramat hebat itu yang membuat gue terpacu untuk terus dan terus belajar. Terpacu untuk tahu memperdalam apa yang telah Ia ciptakan untuk hambanya. Walaupun gue tahu selama gue bernafas 'rahasia' itu tak pernah terungkap. Tapi sejatinya gue belajar bahwa dengan memperdalam itu semua memperkuat rasa bersyukur gue pada-Nya.

Hidup itu luar biasa singkat, waktu itu sangat sangat berharga. Kau buang dengan percuma? Menyesal saja kau di kemudian hari. Gue masih punya banyak mimpi. Harapan yang tertuang masih dalam terasa. Gue sanggup dan atas izin-Nya gue pasti bisa mewujudkannya. Gue harus mengejar segala impian gue. Bergerak bergerak bergerak! Musuh utama ialah kemalasan. Babat habis ia, lumpuhkan sampai ia lelah mengejarmu.

Penuh ambisi? Semua akan baik jika seimbang :)
Manusia yang punya ambisi bagi gue baik, ia punya tekad, punya tujuan. Tidak melempem. Akan baik ketika seimbang, akan buruk ketika timpang. Kita manusia bisa mengukur kadarnya. Kita diberi akal supaya berfikir. Apa guna Tuhanmu memberikan begitu banyak nikmat tapi tak kau gunakan dengan maksimal?

Seharusnya kita lebih jauh berfikir. Berfikir, bergerak, beraksi nyata. Lagi-lagi, ide tanpa eksekusi itu basi! Tak akan ada Islam jika Nabi Muhammad tidak bergerak bersama ummat bukan? Diluar ketentuan Allah tentunya. Jadi, Ayo bergerak!

Selasa, 15 Oktober 2013

Kita

"Aku pernah merasakan cinta, tapi yang ini berbeda. Kali ini cintanya tak akan kugapai, kubiarkan ia lepas sampai nanti Sang Maha Cintalah yang menangkapnya dan mempersatukan kita." #PetikanKisah

Senin, 14 Oktober 2013

Hanya Isyarat

"... Aku sampai di bagian bahwa aku telah jatuh cinta. Namun orang itu hanya dapat kugapai sebatas punggungnya saja. Seseorang yang hadir sekelebat bagai bintang jatuh yang lenyap keluar dari bingkai mata sebelum tangan ini sanggup mengejar. Seseorang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan, atau hujan." -Dewi Lestari
________________________________________________________________________________

Ya, sepertinya aku salah. Kita tak pernah tahu bagaimana awal cinta itu bermula dan dimana titik perhentian kita selanjutnya. Kita tak pernah tahu, begitu pula aku. 

Kuasa Allah tak pernah berhenti membuatku belajar. Karena-Nya aku tahu bahwa semua ini ialah jawaban atas segala doaku dulu. Karena-Nya aku tahu Allah ingin menunjukkan sesuatu yang dulu benar-benar mengusik hidupku. Aku tahu bahwa aku salah, karenanya aku meminta pada-Nya untuk memberiku kekuatan menntukan pilihan.

Pada akhirnya, aku bertekad untuk segera menghentikannya. Menghentikan bukan berarti sekejap lupa. Aku tetap ingat. Bertahun-tahun nyata miris menemani perjuanganku untuk bertahan.

"Tapi aku bersyukur kak. Kalau dulu aku tak pernah merasakan rasanya sakit, aku tak kan berproses sejauh ini. Aku tahu kamu juga merasakan hal yang sama. Sepertinya Allah sengaja mengumpulkan kita lewat memori di masa dulu. Kita ini sebenarnya kumpulan orang sakit ya hahaha. Tapi karena-Nya kita dituntun untuk melampiaskan pada jalan yang benar. Karena-Nya kita bisa mengendalikan hati kita untuk sesuatu yang bermanfaat."

Aku tahu betul rasanya berjuang mengendalikan perasaan. Aku tahu betul bagaimana rasanya menikam segala kerinduan yang tak boleh aku utarakan. Aku tahu betul bagaimana rasanya bersabar membiarkan segala luka itu termakan waktu. Dan aku tahu betul ada Allah yang menemaniku menjalani itu semua.

"Aku paham benar bagaimana perasaanmu kak. Karena aku dan kamu mirip sekali. Sekalinya suka, sulit sekali untuk melepaskan dan sulit sekali sebenarnya untuk melupakan. Aku tahu sedalam apa jenis hatimu. Tapi saat kita tahu itu bukanlah hal yang baik di mata-Nya, kesungguhan untuk berubah justru lebih  berharga dari apapun bukan?"

Ingat, kita tak pernah tahu bagaimana awal cinta itu bermula dan dimana titik perhentian kita selanjutnya. Kita tak pernah tahu, begitu pula dengan kamu. Kamu tak pernah tahu ada cinta baru yang akan segera menyapamu. :)


Senin, 07 Oktober 2013

Mengapa kamu harus tahu?

"Tolong tulis sebuah cerita tentangku."
"Untuk apa?"
"Menurutmu untuk apa?"
"Bagaimana aku tahu?"
Ia tersenyum.
"Baiklah... agar kau punya waktu lebih lama untuk mengingatku.

---
Musim ini memainkanku lagi. Sinyal-sinyal itu nyata berkedap-kedip memberi isyarat padaku. Hanya beberapa isyarat, namun ia berhasil mengusik zona nyamanku. Berhasil mematahkan rantai usang yang selama ini aku ikat dalam diam.

---
Aku terkesima.
"Mengapa kamu harus tahu?"
"Mengapa tidak boleh?"
"Menurutmu mengapa?"
"Karena aku tak cukup kau percaya?"
Ia menggeleng, lagi-lagi tersenyum.
"Lalu mengapa?"
"Mengapa kau harus tahu?"
"Baiklah, aku tak mau tahu."
Aku melengos dan hendak pergi.
Ia kembali tersenyum kemudian menghampiri.
"Kau tahu? Wajahmu sungguh lucu, makanya aku senang menggodamu."

---
 Derai tawa menggema, aku berlalu begitu saja. Aksi nyata tercipta, aku berlalu begitu saja. Caci maki terhampar, aku berlalu begitu saja. Nyinyir elok terangkai, aku tetap berlalu begitu saja. Karena kau tahu apa?

"Bukankah kejutan itu lebih menyenangkan untukmu?"

Jadi ratakan pesona horisontal, raih kebahagiaan vertikal untuk kemudian karena-Nya kamu dapatkan kebahagiaan kedua-duanya.

---
Ini cerita tentang dirimu.
Ya aku tahu kamu semakin tidak mengerti.
Tapi, mengapa kamu harus tahu?

Rabu, 25 September 2013

Perasaan

Ya, tidak akan semudah itu..
Tidak akan..

***

Sesuatu itu sudah aku desak dalam-dalam sampai ia tak terlihat lagi. Ia sudah aku kubur dalam-dalam sedalam ia menghunus tajam segala luka batinku. Aku tak mau lagi, serius. Ini soal apa yang tak bisa hilang, ini soal mengapa selama ini aku menyibukkan diri. Mungkin jika bukan karenanya aku tak akan seperti ini. Mungkin bila aku tak merasakan sayatan luka itu, aku takkan belajar keikhlasan sampai sejauh ini..

***

Karenanya, hal itu tumbuh menjadi sulit dan keras. Aku sudah menguburnya dalam-dalam sampai aku lupa bagaimana rasanya. Aku khawatir aku akan mati rasa seutuhnya. Aku khawatir tak akan ada lagi rasa percaya. Semua hanya manis di mulut bukan? Tapi aku sangat bersyukur. Masa-masa yang penuh dengan pembelajaran, masa-masa yang mengasingkan segala ketertarikanku akan dunia. Masa yang menjadi titik balik hidupku, segala impian meraung-raung, rasa bersalah kepada Tuhan mencabik-cabik! 

Aku ingin kembali!

***

Dan ya, kau harus tahu, tidak akan lagi.
Kalaupun ya, hanya yang bersabar dan serius yang dapat mengembalikannya.
Mengembalikan lagi kebahagiaan dan kepercayaan itu.
Mengembalikan lagi apa yang telah hilang di dalam hati.
Perasaan itu.. aku rasa tak sesederhana itu.
Entah kapan, tapi aku yakin seseorang itu pasti datang. 

Minggu, 01 September 2013

Jawaban

"Semakin bnyk kau mengeluh dan merasa takut, semakin terbuang waktumu utk menghasilkan karya yg mungkin, disanalah jawaban itu berada. Saat ini, bagiku, kunci terbaik ialah terus mencoba. Hingga akhirnya akupun akan berulang kali memahami setiap detik yang terjadi, dan bisa saja jawaban itu hadir dalam posisi dan waktu yang tepat. Itulah yang akan membuatku semakin bersyukur. Jika tidak? Sama saja, proses itu, berhasil ataupun tidak hasilnya nanti, ialah proses belajar untuk paham tentang rasa syukur atas segala kehendak-Nya, itu yang aku yakini sampai kini. Maka dari itu, jangan menyerah, proses belajar masih amat panjang, bahkan sampai akhir hayat nanti." #ntms

Kamis, 29 Agustus 2013

Asa

Assalamu'alaikum. Malam ini, aku terketuk dengan sebuah tulisan yang baru saja aku baca. Dari seorang manusia yang berbicara tentang pergolakan hidupnya, tentang dinamika hatinya dalam mengemban amanah. Hei, adakah yang bisa menjawab pertanyaanku? Sebenarnya, apa hakikat manusia diciptakan? Jika aku memikirkannya lebih dalam, ketakutan yang justru menyongsongku. Huru-hara mencabik-cabik tiap rasa penasaranku. Takut sekaligus ingin berubah lebih baik, lebih baik, lebih baik lagi..

Apakah ini sepele? Jawabku, jelas tidak sama sekali. Ini amat penting dan bercabang kemana-mana. Mungkin ini inti, dasar dari segala apa yang aku yakini, rasa yang... aku tak bisa melukiskannya seperti apa, yang jelas, semakin dalam kau merasakan ini, semakin dalam rasa cinta sekaligus rasa bersalahmu terhadap Allah. Rasanya, tak pantas sekali diri ini mengeluh.

Aku tahu, mungkin saat membaca ini, ada yang tak mengerti apa yang aku utarakan. Namun akupun yakin siapapun yang sejalan dengan pemikiran ini, dengan cepat mereka akan paham maksudku. Tak tahu, yang jelas, dinamika itu akan selalu terjadi. Yang jelas, harus selalu tempatkan Allah pada jawaban pertamamu. Semoga Allah selalu ridho pada kita semua untuk langkahkan diri dan hati mengemban segala amanah di dunia. Dan Allah izinkan lewat amanah tersebut, amalan-amalan baik akan tercatat dan menjadi pemberat saat kelak kita dimintai pertanggungjawaban.

Bismillah. Apapun yang terjadi pada dirimu Fahma, yakini Allah selalu bersamamu.

Sabtu, 17 Agustus 2013

Rutinitas dan Impian Selanjutnya

Hai! Liburan gue kali ini diisi dengan nambah banyak temen, super me-nye-nang-kan! Mulai dari craft class, gue kenal sama Tami dan adiknya, Wulan. Juga Gita anak FIB yang sangat suka membuat gelang-gelangan. Super seneng kalo ada banyak temen yang mau mendalami dunia "craft". Selain itu, liburan masih diisi dengan presentasi produk ke reviewer yang otomatis menyita waktu cukup banyak untuk mikirin desain apa yang kece untuk dilempar ke pasaran. Super seru juga karena banyak belajar!







Selain itu, Dreamdelion juga lagi ada beberapa kegiatan, dan lucunya kegiatannya sering di Bogor. Tanggal 25 ini kita berkolaborasi dengan OK! Magazine untuk ngajarin kerajinan tangan di daerah Megamendung, Puncak-Bogor. Pesertanya siswa SMK dan Ibu-ibu, wih super excited! Nambah temen & ilmu lagi Alhamdulillah :)

Pengmas Arsitektur juga lagi getol-getolnya bolak balik UI-Cikini lho! Ngapain tuh? Apa lagi kalau bukan mengurus bangunan yang nantinya akan jadi Perpustakaan untuk anak-anak disana, super seneng juga karena adek-adek Arsitektur banyak yang tertarik untuk mendalaminya. Semoga makin dimudahkan yah pergerakan kita semua demi perubahan yang lebih baik :")

Bulan September nantipun Insya Allah tim dari Pimnas UI akan berangkat ke Mataram untuk nyiapin  PKM dan non PKM seperti pameran Pimnas. Semoga dari UI banyak yang lolos dan menuju Pimnas! Super excited juga karena pasti akan nambah temen dari berbagai macam universitas di Indonesia. Apalagi tema yang diusung tahun ini berbeda dari sebelumnya, lebih banyak interaksi langsung dengan pengunjung yang akan datang. Ada semacam pemeriksaan kesehatan gratis, kontes twitpic, dan workshop yang melibatkan Mahalum UI. Nggak sabar! Deg-degan sebenernya nyiapin segalanya, tapi harus optimis! Semoga dipermudah oleh Allah segala-galanya Amiiin.



Oh iya, entah karena apa, tiba-tiba gue tertarik untuk belajar mendalami makhluk satu ini: jurnal. Denger-denger sih itu bermanfaat banget. Tujuan gue sebenernya (ini jangka panjang banget) biar bisa diskusi sama orang-orang hebat di luar negeri sana. Semoga suatu saat nanti gue bisa nambah banyak temen dari manca-negara. Sebenernya dari kemarin gue udah di kompor-komporin untuk nyoba ikut konferensi Internasional gitu, cuma kok di hati gue masih belum ngerasa sreg ya. Gue mikirnya, terus setelah ikut konferensi, yang mengikat kita apa? Apa udah gitu semacam seminar yang abis itu udah? *ngomong apa sih* haha tapi gue emang punya impian harus bisa ke luar negeri di saat gue masih jadi mahasiswa, tapi yang emang bener-bener manfaat, bukan sekadar acara hore-hore. Nah, akhirnya gue mengalihkannya ke si jurnal-jurnal ini dengan harapan dialah yang akan membawa gue bisa nambah ilmu banyak dari temen-temen mancanegara.

Sebenernya nggak menutup kemungkinan juga suatu saat guepun (mungkin) akan ikut semacam konferensi gitu, karena berdasarkan pengalaman senior-senior yang udah pernah ikut, banyak banget hal yang bisa nge-buka pikiran dan pandangan kita. Kita bisa banyak belajar dari mereka, lebih ke misal: cara berpikir mereka saat harus menyelesaikan permasalahan. Waktu itu gue pernah diceritain, kalo org negara apa cenderung mikirnya praktis dan taktis gitu, mereka nggak ribet-ribet gitu mikirnya, beda dengan gue yang cenderung ribet orangnya. Dari situ kita bisa belajar tentang efisiensi waktu juga saat mengalami masalah, jadi nggak lama-lama mikirin hal-hal yang sebenarnya nggak terlalu penting. Selain itu tentu kita bisa belajar karakter manusia dan kebudayaan mereka sendiri. Aaah banyak deh kalo bicara tentang impian :')

Tapi ada semacam tantangan tentang si jurnal-jurnal ini, gue belum terlalu ngerti dunia jurnal men-jurnal. Akhirnya gue langsung inget sama Mas Joko, dosen gue di Arsitektur yang asik banget kalo diajak diskusi. Dia selalu terbuka sama seluruh mahasiswanya, kalo gue jadi dosen nanti, gue mau ikutin jejaknya yang bisa jadi "temen" buat mahasiswa dengan cara gerak langsung ngasih contoh ke masyarakat. Jadi mahasiswa bisa meneladani dosennya sendiri, orang terdekat selama mereka kuliah. Mereka bisa lihat contoh nyata "Oooooh ini toh aplikasi ilmu Arsitektur bisa juga di ranah ini." Itu hal yang super kerasa nyata di diri gue dibandingkan dicecoki teori-teori tanpa diseimbangkan belajar langsung dari hiruk pikuk kehidupan.

Nah! Akhirnya gue menghubungi Mas Joko minta diberi bimbingan terkait jurnal-jurnal ini. Dan tentu aja, Mas Joko dengan suka cita menyambut niat itu. Pas gue cerita ke Abi, diapun antusias banget untuk ikutan belajar. Akhirnya Senin nanti kita mau diskusi bareng Mas Joko, semoga inilah awal menuju ilmu-ilmu baru yang nggak kalah menyenangkan! Kunci utama sebenernya selalu ingin terus dan terus untuk belajar, apapun itu. Saat mengalami kegagalan juga termasuk belajar, mengalami kesalahan juga belajar. Nggak ada yang sia-sia karena semua mengandung makna, dengan belajar gue makin ngerasa haus, makin ngerasa kerdil, makin ngerasa nikmat Allah itu besaaaaaar banget buat kita. Mengutip salah satu quote Andrea Hirata (ngambil dari profil twitter Fikar) haha ini gue suka banget! Quotenya pendek tapi maknanya super dalem!

"Dalam serpih-serpih cahaya dan gerak-gerik halus benda, tersimpan rahasia, mengapa kita ini ada?" -Andrea Hirata

Yup, dengan banyak belajar kita akan semakin terpukau dan terpesona dengan kekuasan Allah. Ayo selalu dan selalu merasa hauslah dalam belajar! :)