Minggu, 28 Desember 2014

Cara

Menghindar dan berprasangka yang terbalik dari yang diinginkan adalah cara terbaik untuk mengelabui isi hati. Ya.... mau bagaimana lagi? Toh setiap manusia pernah mengalaminya. Sibuk memang obat terbaik. Kelak aku harus keluar, menempati ruang-ruang yang belum pernah terjelma. Merintis kepahitan baru mungkin. Berjalan ke depan namun sayangnya kenangan tetap merantai. Kujelmakan saja diriku menjadi bungkam, kutelan semua dengan sadar, pil pahit yang nantinya justru akan menguatkan. Hatikulah, terlalu lemah oleh makhluk bernama manusia.  Hatikulah, meminta-Nya untuk menguatkan. Kalau bisa di detik ini dihapuskan, amnesia saja. Sampai kelak waktulah yang berbicara, waktulah yang menyadarkan. Jika bukan bersamanya, memang begitulah kehendak-Nya. Sampai saat ini aku hanya percaya, yang ditakdirkan denganku akan dibawa-Nya dengan cara-cara indah. Aku hanya perlu lebih bersabar dan mengendalikan hati. Memperbaiki diri, mencintai-Nya melebihi makhluk ciptaannya. Begitulah perjuangan mempertahankan prinsip, dan aku bahagia dengan komitmenku sejak saat itu. Api yang pernah terkobar sudah kujinakkan, Ia tak boleh terbakar karena menalar bahan bakar di waktu yang belum tepat. Ketepatan hanya ketika diri-Nya telah berikan izin. Mungkin nasihatku dulu untuk sahabatku akan sangat membantu disaat ini. Kataku dulu padanya, 

"Bisa jadi resiko manusia itu kebenaran di mata Tuhan. Jadi, banggalah mempertahankan prinsip yang baik. Walaupun semua manusia menghujatmu, yakini Allah tetap bersamamu. Maka dari itu, tak kan ada yang bisa mematahkan apa yang engkau yakini benar. Kelak, kau kan ucap syukur karena memilih itu.." -Fahma Nurika Aisyah

Rabu, 24 Desember 2014

Entah..

"Entah, semakin bertambahnya usia semakin banyak menemukan manusia yg mendekati kita hanya dengan kacamata "untung/rugi" saja. Ketika kita berhasil membuat pencapaian yg gerilya, mereka (selalu) ada. Bak seorang sahabat lama dgn bangganya mengakui (keberadaan) kita. Hingga ketika ujian datang, Allah perlihatkan semua, yg mana yg cintanya karena-Nya, atau hanya sebatas polesan dunia.
Kebahagiaan itu adalah ketika kita mndpt seorang sahabat yg mencintai kita krn Allah. Seorang saudari yg senantiasa mengingatkan dan berjuang bersama, mengakui (keberadaan) kita apapun kondisinya  Semoga... kita smua termasuk di dalamnya..
Tentu dengan bertambahnya usia semakin banyak ranjau yg akan menyapa. Ranjau hati, ranjau dunia, ranjau tahta.. Tp apakah itu bentuk ujian atau kasih sayang dari-Nya? Mungkin hatimu rindu untuk kembali pada pelukan-Nya. Terkadang, bertambahnya usia memang terasa sulit dan pahit, tetapi menjadi dewasa ialah pilihan. Selamat mengarungi kehidupan." (251214)

Selasa, 23 Desember 2014

Berjuang

Hari ini tanggal 23 Desember 2014. Masih ada sisa waktu 18 hari lagi.

Sabtu, 13 Desember 2014

Cuap

Hola! Cihuy! *mulai hiper* haha di sore menjelang maghrib ini gue membubuhkan beberapa pasal lho buat diri gue. Dikarenakan beberapa minggu ini gue sangat sangat sangat nggak produktif hiks. Mungkin karena UAS Perancangan Arsitektur Interior *kasian ya kamu selalu menjadi kambing hitam*  berhasil membuat gue.... nggak produktif sama sekali.

Oke baiklah, beberapa postingan gue yang lalu-lalu agak sedikit sendu, dan mungkin ada yang lebay. Perihal vonis-vonisan itu mulai hari ini gue coba menerimanya, dan di tiga bulanan ini gue bakal jalanin terapi unyu, semoga berhasil :) *mencoba berpositif ria*

Ngomongin soal hidup, rencana gue tambah banyak nih! Haha gue emang nggak boleh menjauh dari yang namanya kesibukan. Sekali aja gue jauh, alhasil diri gue bakalan lumpuh. Beberapa waktu lalu adalah momen terpayah hidup gue, Fahma harus semangat lagi dong! Harus bangkit lagi dong!

Selasa besok adalah Eksternal PAI V. Langkah terakhir sebelum memasuki jenjang skripsi yang sangat gue nantikan. Cihuy lagi, tapi gue masih bingung mau milih tema yang mana.

Hari ini, gue cukup seneng karena udah mulai produktif hehe sakit kepala yang nggak jelas kenapanya kemarin-kemarin itu udah mulai sirna, kayanya kurang minum aja. Kemarin gue, Rani, dan Kak Marissa kumpul cantik di Fisip dan MUI. Tau lah kalo tiga ceciwi ini kumpul bahasannya apa, impian dan masa depan. Kemarin kita muhasabah bareng gitu ngobrolin tentang keteladanan dan 4 wanita teladan dalam Islam. Ujung-ujungnya ngebahas tentang zona nyaman, karier masa depan, pola asuh anak, dan pastinya.. jodoh.

Gue bakal kangen banget diskusi bareng mereka, selalu bisa membuat diri ini jadi bener-bener evaluasi. Apakah semua buat Allah? Bagaimana kita di mata Allah? Aih... jauh.. masih sangat jauh.

Oya, akhir-akhir ini gue dan Rani suka mainan ask.fm haha gue pribadi sih mainan itu buat ngisengin orang dengan pertanyaan-pertanyaan yang nggak biasa. Yah.. cukup menghibur walaupun paling mainan ini bertahan kurang dari sebulan. Kemarin gue sempet gundah dan gelisah lagi perihal "Abis lulus mau fokus kemana woy?" Ah, mungkin karena mikirin itu juga kepala sampe puyeng ya haha alhasil malem ini gue mau list beberapa hal yang bisa gue lakuin. Yang jelas kuncinya gue memang harus keluar. Pernyataan gue kemarin yang bilang mau kerja di rumah aja kayanya gue coret, dengan beberapa pertimbangan serius. *Sok serius lu*

Kita tunggu saja, setahun ke depan gue dimana ya? Haha Bismillah, rencana Allah selalu indah :)

Rabu, 10 Desember 2014

Sederhana


Designed by Fahma Nurika Aisyah
Hasil comot berbagai macam benda dari mbah google. Dapet trik baru untuk nge-desain tanpa perlu buat manual dari awal hahaha senangnya!

Selasa, 09 Desember 2014

Obat

Divonis sesuatu yang sebelumnya tak pernah terdengar, sejujurnya cukup mengagetkan. Semoga kali ini yang terakhir. Setelah belasan tahun, untuk hari ini.. aku benar-benar ingin sehat.

Senin, 08 Desember 2014

Bagaimana

Apakah rasa gelisah itu bisa ditransfer tanpa kata-kata? Apakah gundah dan gulana dapat dirasakan oleh dua orang di waktu yang sama? Apakah itu benar-benar nyata?

Kadang disaat sepi dan menyepi, ada pertanyaan-pertanyaan yang mengusik, menggelitik. Apa kabar? Bagaimana hari-harimu? Apa saja yang telah kau lalui? Apa saja yang akhirnya kau pelajari?

Bagaimana rasanya ketika tidak ada aku?

Sabtu, 06 Desember 2014

Sadar dan Sabar

Setelah bertahun-tahun, akhirnya dapat gue simpulkan bahwa seorang Fahma dulu memang makhluk yang kelewat nggak peka. Hehe *cengengesan miris* Tapi nggak apa, melihat memori lama yang kian pudar, gue belajar bahwa diri gue berproses, dan gue bahagia melihat itu.

Gue tahu betul dulu gue sangat egois, sangat sensitif, gampang ngambekan, sok paling bener, dll yang ngeselin hahaha lucu banget ya hidup. Memang benar ya, kadang roda itu diatas, kadang roda itu di bawah. Dan semua itu adalah soal bagaimana cerdas-cerdasnya kita mengatur perasaan dan perspektif kita. Kadang, berada di bawah tidak selamanya buruk kan?

Buktinya, malam ini gue dapat melihatnya. Apa hikmah di balik kejadian-kejadian dulu, di balik pribadi seorang Fahma yang berproses dari bandel menuju tobat, dari tobat ke bandel lagi, begitu aja seterusnya. Bahwasanya iman itu memang dinamis dan tidak ada yang instan. Jika ada, mungkin saja ia tak rasakan keindahan proses.

Lagi-lagi Allah Maha keren! Selalu keren!
Gue selalu penasaran, menunggu tibanya waktu. Menyelesaikan apa yang memang belum pernah usai, buah dari ketidakpekaan dan keegoisan gue dulu. Kita tunggu saja dengan sabar :p

Senin, 24 November 2014

Jengah

Anggap saja semua ini angin lalu.
Ah.. selalu begitu. Lalu, ketika itu tak berubah, haruskah mewajarkannya?
Kita butuh di dengar, kita butuh diperhatikan, dan kita butuh dihargai.
Karena kita adalah manusia, dan itu sangat wajar.

Aku berkaca darinya, sungguh. Sosok yang selama ini kucinta.
Skenario Allah sudah seperti ini. Karena Ayah dan Ibu, anak-anaknya dengan mudah meraih segala mimpi mereka. Mudah dalam arti keteduhan hati masing-masing. Karena Ayah selalu ajarkan berusaha sekuat tenaga, sementara Ibu ajarkan kesabaran dan keikhlasan yang sesungguhnya.

Andai aku berandai-andai..
Selepas kuliah aku ingin mencari pemasukan lewat rumah. Aku tak ingin bekerja di bawah orang lain, atau yang mereka sebut sebagai karyawan. Mengapa? Karena aku ingin lebih banyak waktu bersama Ayah dan Ibu. Dan juga Mas, dan juga Abang. Empat tahun kuliah menyita banyak waktuku bersama mereka.

Dan tentunya, aku ingin waktuku lebih banyak untuk-Nya.
Katanya, pekerjaan yang paling baik adalah ketika kita bisa senyaman mungkin beribadah pada-Nya. Aku telah banyak alpa, dan aku tak ingin lagi mengulang hal yang sama. Aku ingin semakin dekat dengan-Nya, karena itu yang membuat teduhnya jiwa.

Dan memang aku kini jengah.
Tapi mereka selalu ajarkanku untuk bersabar menyelesaikan apa yang aku mulai. Tunggu aku Ayah dan Ibu, kalianlah motivasi terbesar yang menjadikan aku tangguh :)

Rabu, 12 November 2014

Ngoceh Malam

Halo, malam ini waktunya gue yang ceriwis ngoceh-ngoceh! Haha pagi ini gue dihebohkan oleh Rani yang sebel sama sesuatu. "Fahmmm, liat percakapan gue sama *piiip* deh." Setelah gue telisik lebih jauh, si *piiip* ini terindikasi virus "individualis," virus yang menyerang mereka yang merasa segalanya, suka semaunya sendiri dan tidak mau disalahkan (arti versi gue sendiri) haha alhasil gue ikutan nge-dumel juga dan berujung "Udeh ran, lain kali manusia jenis kaya gitu harus ditegasin, nggak sekali lho dia buat orang jengkel. Jangan terlihat lemah lah di hadapan dia." Dan berujung, "Udah dah daripada kite dosa ngeladenin dia mending fokus sama apa yang bisa dikerjain. Eh tapi gue ngetweet sesuatu tuh, penghibur pagi ini :p" *teteeep*

Sebenarnya gue suka gatel gitu kalo ada kelakuan orang-orang yang aneh, Tapi biasanya berujung gue diemin aja "Ngapain juga gue urusin." haha tapi pagi ini beda aja, rasanya mau ngetweet. Dan akhirnya muncullah tweet unyu ini:

"Klo di zaman skrg ga bisa kerja dlm satu tim mah ke laut aja mbake, kerja gih sama ikan :3 Mgkin mreka lbh mngerti kamu.." -@fhmNA

Kadang oke juga meledakkan diri, eh ngga se-ledak itu sih ganti deh. Kadang oke juga meletupkan diri *apa sih fah* haha seru juga ya ngetweet macem kaya gitu *jarang soalnya gue* pantesan anak labil suka banget ngetweet kemarahan hati, kegelisahan hati, kegundahan hati. Ternyata ada rasa puas-puas macem senior bully junior gitu. Tapi ninggalin perasaan bersalah *kalo gue* ngetweet macem gitu aja gue merasa bersalah. *lemah*

Sigh, sebenernya mau ngoceh apa sih fah malem ini? Nggak tau ya, bosen aja nih. Gue lg terkena "lack of knowledge" nih, jadinya ya ngerasa bodoh banget gitu :( *sedih beneran* Udehan ah, makin nggak jelas hahaha udah malem, ngelanggar jam bobo lagi *siap-siap dimarahin dokter Nila*

Aku memang gundah. Perlahan rahasia itu terkuak, beruntungnya aku mengetahuinya di umurku kini. Yah.. walau sudah terlewat lebih dari 18 tahun, tapi tak apa. Tak apa.. 

Benar tak apa-apa?

Kamis, 06 November 2014

Tas Unik


Namanya #DenimTenun Sling Bags, hasil karya Ibu-Ibu Jogjakarta dan Jakarta yang Dreamdelion berdayakan. Tas unik ini merupakan perpaduan antara kain jeans dengan cantiknya kain tenun, cocok sekali untuk tas hangout. Apalagi kalau tas ini dijadikan kado ulang tahun untuk sanak famili/sahabat/adik perempuan, mereka pasti senang banget deh!

Cuma dengan 150K kita udah bisa dapetin tas unik ini lho. Masa pre-order akan berlangsung selama 10 hari, mulai 3-11 Nov 2014. Gimana caranya order tas unik ini? Langsung aja hubungi  Isma di 0856 9235 7293 ya.

#DENIM TENUN SLING BAG
Material: Tenun dan Jeans
Harga: 150K
@dreamdelion | www.dreamdelion.com
CP: 08569235-7293 (Isma)

Senin, 27 Oktober 2014

Apa kau mau membantuku?

Kali ini akan kuceritakan mimpi-mimpiku kepadamu yang belum pernah kuungkapkan kepada manusia lain. Aku tentu punya mimpi, dan itu banyak sekali. Mimpi yang dapat terwujud di kala aku sendiri, atau mimpi yang mungkin baru akan terwujud setelah aku memiliki sebuah keluarga kecil yang bahagia. Ini dia beberapa yang boleh kau intip :)


1. Aku ingin menaiki gunung bersamanya. Menyusuri hijaunya panorama, sejuknya udara, dan manisnya cinta. Kita melihat begitu banyak keagungan-Nya. Sama-sama tersenyum bahagia, dalam balut sederhana kita menyeruput minuman dan panganan hangat, saling bercerita, mengenal lebih dalam satu dan lainnya.



2. Aku ingin naik paralayang, menaiki kuda, main jet ski, makan ulat sagu, mengajar di pedalaman, semua tantangan yang tak bisa kulakukan karena tidak diizinkan oleh Ayah. Mungkin terdengar aneh, tapi bagiku tidak. Itu akan menjadi pengalaman hidup yang menyenangkan! :)



3. Aku ingin memiliki rumah dengan halaman luas, dimana aku bisa menanam berbagai jenis bunga, tanaman sayur, serta tanaman obat. Kita akan selalu merasa sehat, karena akan ada banyak oksigen yang masuk ke dalam tubuh, akan ada minuman tanpa bahan kimia yang menggerogoti kesehatan, dan ada sayur mayur yang bisa menjadi santapan lezat. Di sampingnya terdapat mini outbound untuk anak-anak kita bermain. Ia tidak dulu harus bermain dengan gadget yang bisa membuat jarak diantara kita menjauh, anak-anak kita dapat mengajak teman-temannya untuk bermain di rumah. Melihat sudah jarang sekali ada tempat bermain yang memfasilitasi mereka. Dengan adanya mini outbound mereka tentu akan gembira sekali, dan kecerdasan kinestetik mereka akan terasah. Seru sekali bukan?



4. Di dalam rumah kita, akan ada tangga yang disulap menjadi perosotan untuk anak-anak kita. Tentunya itu akan menyenangkan, merasakan pengalaman ruang ketika turun dari lantai atas tak lagi menggunakan tangga hihi.



5. Aku ingin mendesain ruang keluarga yang spesial. Disana akan ada ruang dimana kita bisa bercengkrama bersama, ngemil bersama, berdiskusi tentang projek kita bersama-sama, berfoto bersama, atau mungkin kita bisa mendesainnya dalam ruang outdoor. Melihat bintang, piknik, atau camping di dalam halaman sendiri hahaha itu benar-benar akan sangat menyenangkan!

Lima dulu yang boleh kau intip. Apakah kau mau membantuku untuk meraih mimpi-mimpi itu? :)

Senin, 22 September 2014

Tanpa-Nya

Malam semesta! Tapak-tapak jiwa semakin lama semakin gelisah saja nampaknya, apa yang sedang kau pikirkan disana? termangu dalam diam? Atau miris dalam tawa? Duhai muda, langkahmu saja sudah reot oleh ucap dusta, kamu cicipi dahulu, rasakan pahitnya suka cita, manisnya derita. Hinggapi ia dengan balut taqwa.

Tahukah? Sebuah jalinan tertambat karena perantara. Atas izin-Nya kamu mengenal aku, dan aku mengenal yang lainnya. Kamu dan kita ada di sebuah zona yang sama, sekufu, kata mereka. Apakah itu kebetulan? Apakah itu seketika? Jawabnya, semua sudah digaristakdirkan jika kita mau berusaha.

Awal mula aku gelisah, aku termangu dalam diam. Memperhatikan saja, itu peran utamaku. Sementara aku membeku, kalut oleh rayuan pikirku, dan dunia bergerak dengan cepat. Iramanya bergerilya, naik turun tak tentu arah, aku tersengal. Rombak peradaban!

Kaget aku dibuatnya, panik sana-sini mencari remah gulita. Mati aku. Gegap gempita tak se-syahdu problematika yang biasa. Aku terusik kembali oleh rayuan pikirku. Merobek habis sari-sari hati, mendengungkan kembali kekosongannya. Pilu, letih, resah, gelisah, enyahlah!

***
Ternyata hatikulah, menjadi sempit dan nista tanpa-Nya.

Minggu, 07 September 2014

Membersamai

Sambangi seluruh penjuru sisi, duniawi ternyata cepat terasa bosan. Khilaf pasti pernah tampak dan menghinggap, tetapi harmoni hati menjadi melambat. Pelan... pelan... membunuh yang nyatanya tak terlihat.

Akui saja jiwamu kini coak sebelah. Mengantarkanmu pada gorong-gorong gelisah. Meraung-raung kembali, apakah kamu bahagia? Apakah ini yang selama ini engkau cari?

Duhai hati... mengapa engkau cepat sekali mengaduh? Apa yang kau cerna? Kau mau apa?

____________________________________________________________________________

Mungkin saja ini sinyal, bahwa diri ini ingin memasuki babak baru yang penuh dinamika. Membersamaimu, bukan untuk sekedar mengejar dunia. Membersamaimu, dengan akhirat yang paling utama. Membersamaimu, merajut mimpi yang sama. Membersamaimu, berbagi kesederhanaan, keikhlasan, dan kesabaran. Membersamaimu, menuju jannah-Nya..

Senin, 04 Agustus 2014

Lupakan

Kata tak mampu gambarkan.
Jiwa tak mampu berkelana, diam..
Hangus saja, biarkan ia terdampar.
Lupakan. Lupakan saja.

Mungkin waktu memang sejenak,
Waktu tak mungkin melambat.
Semua harus dihadapi, semua harus menepati.
Menjadi dewasa, itu yang kau pilih.

Kau, dengan segala hal yang berkelana jauh.
Kau, dengan reruntuhan yang dulu kau bangun.
Sirna, pekat.
Lupakan. Lupakan saja.

Mungkin waktu ingin menguji.
Seberapa jauh kesabaran terpatri.
Waktu terus berlari, namun jiwa membeku mati.

Kamis, 03 Juli 2014

2:22

Dini hari ini, aku masih terjaga. Dengan rasa khawatir luar biasa. Saudariku... kamu dimana? Sedih, sedih sekali rasanya. Ia dimana ya Allah.. dua jam sudah kami mencari, namun nihil. Belum menemukan jejak apa-apa.

Aku.. aku tak tahu. Allah sedang mempersiapkan apa dibalik segala deras ujian ini. Enam bulan ke belakang merupakan proses hebat dalam gejolak batinku. Aku dilempar, dikoyak, dijatuhkan, segala macam. Aku sampai menangis, meratap...... 

Sesakit ini ketika kau tidak bisa berbuat lebih untuk saudarimu. Bagaimana? Ini sudah lewat tengah malam... Dimana Ia...... Allah, aku sedih sekali.. Entah sudah berapa kali teman-teman mengeluh kecewa akan sikapnya, tapi aku tak pernah bisa membencinya. Tak pernah bisa, aku sayang sekali padanya..

Berkali-kali iapun mengeluh padaku. Dan malam ini... sesuatu benar-benar membuatku rapuh..
Dimana ia ya Allah... Lindungi ia ya Rabb.............. Maafkan aku yang belum bisa menjadi saudari yang baik untukmu... Yang luput untuk menjagamu..

Allah...Fahma mohon... lindungi ia..........................  dimanapun kini dirinya sedang berada :"""""(

Sabtu, 21 Juni 2014

Ketika Luka Menyapa

Aaaaah!
Sungguh kasihan sekali anak ini. Hidupnya tak bisa merdeka, menuangkan apa yang terasa di hatinya saja tak bisa. Ia takut perpecahan, Ia takut peperangan. Baginya diam lebih baik, daripada ada hati manusia yang harus terkorbankan.

Aaaah! Sungguh tersiksa hati anak ini. Mengumpul-mengumpul-mengumpul, semua hal yang terasa. Menelan! Baginya hidup kini menyebalkan. Suruhan-tekanan, baginya manusia ingin enaknya saja. Sendiri.

Baginya semua palsu. Kasihan anak ini, sama sekali tak bisa Ia hapuskan pikiran itu dalam benaknya. Ia terus saja memaksa, memaksa, memaksa, memaksakan dirinya untuk terus percaya. Bahwa memang benar ini murni adanya.

Bolehkan Ia merasakan hilang? Kemudian ia berkelana ke dalam dunianya, yang selama ini menjadi banyak tanya, kemudian ia menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Kemudian timbul penyesalan kepada luka lama? Aih.. anak ini penuh dengan egonya.

Sungguh, anak ini ingin mengikis seluruh hatinya. Mengikis rasa kecewa pada fakta dunia. Apa yang dilihatnya, yang didengarnya, yang dirasanya....... kepalsuan manusia. Benci, benci setengah mati.

Kuat-menekan-menekan. Sampai kapan anak ini sanggup untuk terus bertahan? Mungkin masih ketika anak ini masih terus berusaha. Apapun yang terjadi, Ia hantam saja. Tapi bagaimana bila Ia terluka? Ia pasti akan selalu memaafkan, tapi bagaimana dengan perasaan alam bawah sadar? Ia meraung-raung.. meraung-raung..

"Ia tidak melihatmu murni adanya! Ia tidak akan ada di sampingmu ketika kamu terluka!"
"Tapi bagaimana dengan diriku yang selalu ada untuknya?"
"Itukan kamu! Kamu tahu apa yang ada di hatinya?"
"Tidak! Sampai akhir hayatku aku tetap harus mengasihi sesama, sejahat apapun mereka!"
"Ini dunia! Kamu harus tau bahwa dunia itu hanya semu, penuh dengan kepalsuan!"
"Biar! Untuk itulah aku hidup. Aku tak mau dengar ucapmu lagi!"
"Silakan saja, kamu mati dengan kebaikanmu sendiri."

Benarkah? Benarkah semua manusia seperti itu.. Mereka tidak akan menerimamu ketika kamu terjatuh? Tak akan ada di sampingmu ketika kamu butuh? Atau sungguh, semua hanya kebalikan dari benak pikirmu? Apa kamu yang terlalu berharap kepada manusia? Apa ketika ada luka kamu menghadap pada mereka bukan pada Tuhanmu? Maka dari itu kamu kecewa..

Begini ya rasanya kecewa. Begini ternyata posisinya ketika kamu sebagai seorang manusia, membantu sesama, berbagi, mengasihi, bahkan merawatnya. Hingga disaat mereka bangkit, ia melupakan kamu. Lalu kamu balik terjatuh, kamu seperti mengais perhatian, kasihan.. tak ada sedetikpun niatnya untuk benar-benar mendampingimu. Sibuk-semua sibuk urusannya sendiri. Bahkan diri sendiri sibuk- sibuk berpikir tentang orang lain yang bahkan merekapun sama sekali tidak memikirkanmu.

Ooh.. inilah kenapa banyak orang yang meragukannya. Sebuah kemurnian hati dari persaudaraan. Karena di dalamnya banyak sekali ranjau-ranjau penyakit hati. Ya seperti ini, ketika merasakannya hatimu seperti diiris perih. Ketika merasakannya tak kunjung pulih.

Allah... kembalilah anak ini pada-Nya. Hanya dengan mengingat-Nya, luka akan menjadi sabar, perih menjadi amal, perjuangan menjadi proses pembelajaran. Kamu harus percaya bahwa luka hanyalah respon hatimu terhadap perlakuan orang lain. Santai saja, sederhanakan saja luka itu. Memaafkan hatimu dulu, maafkan orang lain, lalu berserah diri pada-Nya. Allah yang Tahu, Allah Maha Tahu..

Tahu kuncinya? Kembalikan jiwamu pada-Nya, dan orientasi hatimu pada kehidupan akhirat. Semua akan dipermudah oleh-Nya.. Kembali semangat!

Jumat, 13 Juni 2014

Dua Sisi

Fahmaaaaaaaaaaaaaaaa! Apa kabar heeey cewek aneh :p
Hahaha gimana kabarnya? Banyak cerita kaan? Banyak banget pasti yaa. Tunggu tunggu dulu ceritanya ya sampai batas yang ditentukan. Beberapa minggu ini ngerasa jd org yang "nggak waras" ya? Gimana rasanya? Gimana rasanya jatoh? Gimana rasanya merasa paling bodoh? Gimana rasanya jadi banyak mikir? Gimana rasanya diobok-obok jiwa dan pikiran? Semua itu.... jawabannya masih berjalan sampai kini kan?

Heeeey Fah, rasanya kamu harus balik lagi banyak baca buku deh. Itu rasa gelisah sama takut kok lebih menang ya daripada ketenangan sama ketentraman? Katanya, kalau orang suka gelisah tanda-tanda Ia lagi jauh sama Tuhannya lho, nah loh... Intropeksi diri dan hati yuk Fah :)

Jleb! Banyak banget yang jleb jleb jleb akhir-akhir ini ya? *Ini bahasa apa* Haha urutin aja nanti satu-satu apa yang mau kamu utarain, gapapa, jangan takut lah, namanya juga proses pembelajaran :)

Ada memang hal-hal yang tidak menjadi selera kita, tp barangkali itu justru cambuk paling baik untuk hidup kita. Ya kan? Saking banyak mikir sampe kecelakaan, itu juga tanda kuasa dari-Nya lho... diingatkan :)

Ayolah.. hey cewek aneh, yang suka ga fokus, di titik ini banyak belajar kan? Ayo Fah, kamu bisa! Diri kamu yakin kok kamu bisa. Manusia lain bisa aja patahin semangat kamu, patahin mimpi-mimpi kamu. Tapi kamu tau apa yang kamu yakini benar! Poles, benahi, benahi, benahi. Fahma itu kuat. Dan Fahma pasti memilih untuk menjadi kuat! Go Fahma Go!! :D

Kamis, 08 Mei 2014

Han Awal

“... Harus ada ciri khas dalam setiap rancangan yang kita buat, dan kita harus mampu mempertanggungjawabkannya. Baik dari awal, proses, sampai dengan keterbangunan desain kita berdiri kokoh.” –Han Awal

Petikan di atas keluar dari mulut seorang arsitek santun yang kini menginjak usia 83 tahun, Han Awal. Beliau adalah arsitek yang mengawali kariernya dengan mendirikan biro konsultan sendiri yang dikenal dengan nama PT Han Awal & Partners Architect. Prestasinya dalam merancang bangunan sudah tidak diragukan lagi, karyanya membuahkan penghargaan International Award Excellence UNESCO Asia Pasific Heritage untuk bangunan Gedung Museum Arsip Nasional. Karya lain yang menonjol dari beliau adalah Kampus Universitas Katolik Atma Jaya di Semanggi dan gedung sekolah Pangudi Luhur di Kebayoran Baru, Jakarta. Han Awal juga terlibat dalam pembangunan Gedung Conference of New Emerging Forces (Conefo) yang kemudian dikenal oleh masyarakat sebagai gedung DPR/MPR.

Selain berkarya dalam bidang arsitektur, Han Awal merupakan pribadi yang sangat peduli terhadap dunia pendidikan perancangan di Indonesia. Tercatat, selama perjalanan hidupnya, ia mengabdikan ilmu yang dimilikinya dengan menjadi seorang dosen di berbagai universitas, salah satunya adalah Universitas Indonesia. Ia juga aktif mendorong berdirinya Ikatan Arsitek Indonesia, ikut mendirikan Pusat Dokumentasi Arsitektur dan memfasilitasi berdirinya ajang diskusi Arsitek Muda Indonesia. Kemurahan hati beliau dalam mencurahkan ilmunya sangat terlihat saat kami sekelompok bertandang ke kediamannya di daerah Kemang Raya, Jakarta Selatan. Dengan ramah beliau mengantarkan kami berkeliling di kediamannya dan menjelaskan satu persatu detail ruangan yang ada disana. Mulai dari halaman depan, lantai bawah, halaman belakang, dan terakhir adalah lantai atas.

Dari luar, rumah kediaman Han Awal tampak teduh dengan jajaran pohon rambutan serta pagar dan gerbang kayu yang rimbun tertutupi bunga dan sulur daun. Memasuki interior rumah, suasana tak jauh berbeda dari keadaan di luar. Suhu udara dan terang matahari sangat kaya berada di dalam akibat dari banyaknya bukaan yang berupa jendela tanpa teralis yang dapat dibuka. Lantai dasar ruang utama tersambung dengan area servis seperti garasi dan ruang pembantu. Sementara lantai atas dan ruang paviliun terdiri dari kamar tamu serta kamar anak-anak. Konsep ruang dari lantai dasar memperlihatkan sebuah komposisi ruang yang cair. Terlihat dengan ruang tamu, ruang duduk, serta ruang makan dan pantry yang melebur, yang hanya dibatasi oleh sedikit penurunan level. Birunya kolam renang menghiasi halaman belakang yang dinaungi oleh berbagai macam tumbuhan dan pepohonan yang menambah keasrian dari kediaman Han Awal. Dari rancangannya, beliau sangat memanfaatkan ruang yang tersedia. Terbukti pada lantai kedua, ada sebuah ruang yang memanfaatkan ruang kosong pada bentang miring atap. Hal ini diperkuat dengan perkataan beliau mengenai keefektifitasan ruangan.

“Arsitek adalah seorang penata. Tangannya diciptakan untuk menata ruang sehingga semua itu dapat berfungsi secara baik dan maksimal. Untuk itulah menjadi sebuah tantangan, saat saya harus merancang desain yang bagus dan baik namun dengan lahan yang terbatas.”

Han Awal juga menjelaskan, dalam prosesnya, ada tiga urat sari yang harus dibawa untuk menghasilkan sebuah perancangan yang baik. Pertama, kita harus mencoba berinteraksi dengan klien atau “pemberi tugas”, istilah yang sering disebutkan Han Awal. Bagaimana karakter klien kita dan apa saja yang mereka butuhkan, kemudian kita harus melakukan survey terlebih dahulu dengan menempatkan diri kita sebagai pemula. Artinya, dengan memposisikan diri seperti itu, kita akan menggali semakin dalam potensi-potensi yang ada pada tapak. Hal tersebut sangat berkaitan dengan poin yang kedua, yaitu analisis. Analisis menurut Han Awal dapat bermacam—macam, mulai dari analisis klien, tapak, lingkungan, dampak, sampai kepada peraturan dan keinginan klien yang harus diperhatikan. Hal ini harus dilakukan secara sistematis agar satu sama lain runut dan konsep yang  berhasil.  Survey tidak hanya dilakukan sekali, namun hal tersebut merupakan proses dari perancangan itu sendiri. Han Awal melakukannya sampai berkali-kali, secara runut sampai akhirnya gagasan itu muncul. Pengakuan beliau, gagasan sebenarnya bisa datang kapan saja, sebelum, sesudah, ataupun selama proses itu berlangsung. Dari sanalah kita akan belajar banyak hal dan menambah kepekaan kita sebagai seorang arsitek. Selanjutnya, setelah semua data matang, kita dapat membuat gagasan yang akan berlanjut pada proses pra perancangan kita. Prosesnya pun tak jauh dari analisis serta sintesis, mereduksi dengan melihat kondisi lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan. Setelah itu diperlukan diskusi lebih lanjut dengan klien terkait proses tersebut. Semakin banyak hal yang digali, semakin banyak kita mendesain, semakin banyak pula pelajaran dan pengalaman yang akan kita dapat.

Beliau menuturkan bahwa kita harus berani bermimpi. Arti mimpi disini ialah berani mengusung dan mewujudkan gagasan kita, bukan dengan yang muluk-muluk, melainkan mencari hal yang esensial. Dan menurut beliau mimpi kita dapat terepresentasikan lewat gambar kerja berupa denah, tampak, potongan, dan gambar detil. Kita dapat menggambarkan lebih detil lagi dari analisis-sintesis tentang bagaimana penataan tiap ruangnya, aktivitas yang dilakukan disana, serta dapat menggambarkan metode pelaksanaan dalam hal konstruksi. Apa saja materialnya, apakah hasil rancangan kita dapat dibangun, serta ukuran mendetil tiap ruangnya.

Han Awal juga menjelaskan bahwa sebenarnya tak ada pakem yang diharuskan dalam melakukan metode perancangan. Setiap arsitek mempunyai metode yang berbeda-beda dalam proses perancangan mereka. Yang beliau terangkan hanyalah salah satu dari sekian banyaknya metode. Metode analisis-sintesis secara mendetil dapat menggambarkan kemungkinan-kemungkinan desain bangunan yang akan kita garap, karena dengan melakukan metode tersebut kita tahu potensi apa yang ada pada tapak kita, entah itu kelebihan ataupun kekurangannya. Dari runutan yang mendalam terkait hal tersebut, pada akhirnya kita dapat mengambil sebuah keputusan yang efektif dan maksimal berdasarkan metode analisis-sintesis yang telah dipaparkan oleh Han Awal.


“Lakukan semuanya dengan hati,” papar beliau di penghujung wawancara sembari mengajak kami semua makan siang bersama.

Ditulis oleh:
Fahma Nurika Aisyah
Fakultas Teknik, Universitas Indonesia

Selasa, 06 Mei 2014

Lelaki Baik

Aku ingin pergi, tapi kemana?

Malam ini ada hal yang sangat mengiris hatiku. Aku kesal, geram, marah! Marah sekali. Aku benci setengah mati. Satu hal, ketika kau belum siap menjaga hatinya, jangan coba-coba memainkan perasaan wanita. Kau pikir wanita itu apa?

Aku teriris sekali, walau bukan aku yang tertimpa, namun aku dapat merasakannya. Kau sudah melukainya! Aku benar-benar benci tipikal laki-laki seperti itu. 

Satu hal,
"Perempuan baik untuk lelaki baik, begitu pula sebaliknya."
Dan lelaki baik pasti langsung datang kepada Sang Pencipta.
Dan lelaki baik pasti meminta langsung kepada ayahanda.
Dan lelaki baik entah dimana..
Mungkin sedang sama-sama memperbaiki diri untuk menjemputmu disana.

Kutahu bukan untuk sekarang,  namun pengalaman nyata memberimu paham, bahwasanya kebahagiaan bukan hanya soal cinta yang terikrar, bukan hanya soal janji yang terlontar, rasa cinta ialah tanggung jawab yang harus diemban sampai nanti, sampai ke alam akhirat nanti. Hanya pada Allah lah tempatmu kembali. Serahkan semua kepada-Nya, karena Allahlah Yang Maha membolak-balikkan hati hambanya..

Dan padamu wanita, kumohon,
jagalah hatimu sampai Allah mengizinkannya.
Mengizinkan cinta yang manis terpatri pada dua insan manusia.

Sabtu, 19 April 2014

Apa Adanya

"Kak Pipi, jangan lupa makan ya...hehe" Begitulah kalimat terakhir saat Khodijah, adikku di Arsitektur, turun dari angkot. Aku sedikit kaget. Ah, iya.. sejak kapan semua berjalan seperti ini?

Entahlah, aku berubah pesat menjadi sangat serius. Apa-apa menjadi serius. Ini-itu menjadi serius. Remeh-temeh menjadi serius. Sejak kapan semua berubah?

Aku tidak lagi berbincang se-terbuka dahulu. Aku tidak lagi menjadi aku yang dahulu. Waktu berjalan hebat, aku menjadi sosok yang serius, dan mungkin (tambah) keras kepala. Mungkin terlihat seperti itu. Aku rindu percakapan cair. Rindu saat aku belum menemukan apa-apa, rindu saat aku masih mencari.

Aku selalu berpikir untuk tidak mengecewakan orang lain. Bagiku ketika aku tidak bisa memenuhi permintaan orang lain, itu sesuatu yang salah. Padahal kita butuh rehat sejenak. Aku butuh istirahat sejenak. Melepas segala atribut, berjalan apa adanya. Tanpa ada embel-embel, tanpa ada aku yang merasa bersalah.

Menulis beginipun aku merasa bersalah. Aku butuh bersandar. Aku ceroboh, aku manja, aku keras, aku ngeyel, ngeselin, nyebelin, nggak mau kalah, dan segala hal lainnya. Aku begini. Apa adanya.

________________________

Bukan berarti aku tidak suka dengan duniaku yang sekarang. Tapi aku hanya rindu di dengar. Ceritaku, duniaku, aku. Semuanya, bahkan sampai yang tidak penting sekalipun. Aku kehilangan itu.

Sabtu, 08 Maret 2014

Yang Bernama Manusia

Ada kala kita harus mengerti, bahwa mungkin semua yang kita rasa hanyalah sebuah ilusi.
"Cinta tumbuh atas kejadian-kejadian." katanya.
"Cintaku padamu tak akan usang." katanya.

Ya, yang bernama manusia, amat dekat dengan kata yang disebut cinta. Amat dekat dengan buai kata yang mungkin bermakna, atau mungkin hanya bualan semata. Untuk itulah kesabaran tercipta, saat Tuhan menciptakan waktu untuk menemanimu mencerna segala.

Yang bernama manusia, tidak luput dari lupa. Lupa bahwa cinta bukan hanya tentangnya, lupa bahwa cinta bukan hanya tentang dua jiwa, padahal dunia dan seisi-Nya adalah bentuk cinta paling setia.

Yang bernama manusia, terkadang terlalu jatuh. Menganggap ia paling merana, karena tak ada jiwa lain yang menyapa. Menganggap hidupnya tak berirama, karena tidak ada belah hati yang menggoda.

Yang bernama manusia.... sepatutnya ia peka.
Peka terhadap makhluk-Nya,
peka terhadap dunia dan seisi-Nya,
peka bahwa kuasa-Nya selalu ada.

Peka bahwa dalam peluk-Nya,
jiwanya selalu terjaga.
Peka bahwa dalam peluk-Nya,
ia tak akan kenapa-kenapa.

(FNA)

______________________________________________________________________________


Selasa, 25 Februari 2014

Rabu, 15 Januari 2014

Kado Dari Sahabat

"Sahabat sejatiku, hilangkah dari ingatanmu?
Di hari kita, saling berbagi.
Dengan kotak sejuta mimpi, aku datang menghampirimu.
Tuk perlihatkan, semua hartaku.."
-Sheila On 7
_______________________________________________________________________________

Yuhuuuu masih ingat dengan lagu diatas? Iya, lagunya Sheila On 7 yang udah lama banget gitu. Kemarin tiba-tiba tangan gue gerak sendiri buat buka-buka sebuah kotak. Tiba-tiba pula hati gue berdesir inget sahabat-sahabat lama gue, dan gue kangen banget! Akhirnya gue inget kotak yang gue namain kotak kenangan hahaha yang isinya kado-kado dari sahabat gue dan tentu kenangan yang super banyak dan....... super menggelikan. Tapi ngangenin!

Mulai dulu dari beberapa yang berhasil gue kumpulkan, sisanya gue umpetin karena akan menimbulkan peperangan hahaha ini dia kado-kado super unyu yang mencerminkan diri gue! (?)

Kado dari temen gue yang lucu-lucu. Nggak pernah gue pake hahaha.


Kado yang pertama mau gue jelasin yang di atas ini, lampu super unyu yang di dalamnya ada ucapan gitu. Ah iya, ucapannya lupa gue foto. Terus gue lupa juga isi ucapannya apa haha kado ini dari Nadira yang dikasih pas gue... SMP kayanya deh. Nadira itu temen terkocak yang suka ngebohongin gue, dan gue dengan polosnya gampang percaya dengan segala cerita dia yang heboh serta lebay. 


Kado yang ini juga masih dari Nadira Bonata haha kado yang dia kasih pas jaman gue SD. Dulu boneka ayam ini lagi hits banget, gue lupa banget lagi namanya siapa.. Pokoknya mukanya ada terus di orji dan jadi rebutan bocah-bocah SD. Ah gue inget! Piyo-piyo hahaha saking sukanya gue sama tempat pensil ini, tempat pensilnya nggak pernah gue pake. Selain karena kegedean masuk di tas, juga karena sayang.


Kalo yang ini, baru banget dikasih sama sahabat SMP gue, Diela. Dia baru aja ke Korea selama kurang lebih 4 bulan. Asiknyaaaa. Gue suka banget sama mimik wajah gantungan boneka ini. Emesshhh! :P


Kalo ini dari Kamielah, sahabat SMA gue yang sampe sekarang masih sering cerita tentang apapun! Gue suka tiba-tiba gitu main ke rumah Kamielah sampe dia bilang, "Lo kok random banget sih mah, gue suka heran tiba-tiba lo suka banget main ke rumah orang gitu, aneh sih lo emang random banget, tapi nyenengin!" Hahaha gue emang udah dari sananya aneh. Waktu itu gue bbm Kamielah nanya dia ada di rumah apa nggak, tapi nggak delivered, akhirnya gue bbm aja Tante Hel, maminya Kamielah. Si mami (Kamielah sering manggilnya gini) haha bilang kalo Kamielah ada di rumah, akhirnya gue dari Perpusat UI langsung tancap gas ke rumahnya.

Tante Hel waktu itu juga penasaran lihat produk Dreamdelion, dan gue emang dari kemarin-kemarin pengen banget diajarin kerajinan tangan sama Tante Hel. Btw gue itu emang deket sama Ibu-ibu temen gue, salah satunya Tante Hel ini. Beliau asik banget diajak cerita soal apapun dan orangnya gaul abis haha waktu itu sebenernya gue lagi di Perpusat UI, terus gue bosen aja, terus kangen temen SMA, eh inget Kamielah, yaudah langsung main deh. Dari SD gue emang suka kaya gini, berkunjung ke rumah temen dan mengagetkan mereka hahahaha.


Kalo ini kado pas gue ulangtahun yang ke -17! Haha dihadiahin ucapan sama bekel dan congklak. Unyu banget nggak sih, waktu itu Julie, Putri, Jafar, Nabiel, Kamielah dll yang ngadoin ini, gue lupa ini pas mereka ke rumah gue apa di Detos ya. Yang jelas, tiap liat kado ini gue jadi inget masa-masa persahabatan kita yang asik abis. Dan sekarang udah terpisah di tempatnya masing-masing.


Kalo ini bukan kado sih, tapi masa-masa Alay pas SMA. Hahaha waktu itu SMASH lagi hits banget. Kita bukan suka, tapi iseng-isengan aja sukanya hahahaha #ngeles. Waktu itu gue lagi jalan-jalan sama sahabat-sahabat gue nyari telor-teloran SD (aneh banget kan temen-temen gue). Terus ada abang gerobak mainan gitu jualan macem-macem. Terus kita lihat ada pin ini harganya serebu-an. Kitapun buat semacam tantangan gitu, "Berani nggak make pin ini besok ke sekolah?" Terus serempak kita jawab "Ayoooo!" 


Akhirnya kita beli bareng-bareng dan besoknya make di sekolah. Hal lain yang menggelikan, kita pernah juga ngesusun sepatu adek-adek kelas kita jadi tulisan SMASH, terus kita foto bareng-bareng sambil tangan kita semua ngebentuk hati gitu. Terus... Aduh gue malu nih ceritanya. Ada sih fotonya, tapi gue ga sanggup ah buat taro kesini hahaha.


Gue lupa banget ini dari siapa, kalo nggak dari Amalia dari Jahra. Suka sama motifnya totol-totol gitu, sampe sekarang nggak pernah gue pake karena kegedean dan gue emang ga suka make gelang juga sih :P


Kalo ini dari Amalia, waktu itu dia baru balik dari Malaysia kalo nggak salah. Gantungan magnet ini berbentuk cewek kecil lagi megang botol susu. Dulu ini ada pasangan cowoknya gitu, tapi lupa siapa yang megang pasangannya. Yang jelas gantungan ini lucu banget!


Nah, ini juga dari Kamielah. Waktu SMA dia ikut program AFS ke Jepang gitu. Wiiih heboh bener cerita-cerita dia dan super seru!


Kalo ini hasil hadiah dari Timezone pas gue, Diela, Nisa, Frea, Mila, Tania sama Nasha ketemuan. Itu jaman SMA deh kalo nggak salah, reuni kecil SMP gitu. Yang lain masih pada simpen nggak yaaa? :D

Sahabat-sahabat SMA gue! Aaaak kangen parah.. Bersama mereka gue habiskan waktu dengan kekonyolan dan ketawa-tiwi. Menjelang UN kita sering buat video gitu, masuk juga ke kelas IPS dan heboh sendiri hahaha terus kita masuk ke kelas kita di IPA dan mulai ngerekam tiap momen, terus nggak jelas nyanyi-nyanyi gitu sekelas. Duh..... masa-masa indah itu :"

Dan sekarang tibalah di zaman SD-SMP-SMA gue, dimana surat-suratan dan diary jadi satu hal yang super gaul. Yang kalo-lo-nggak-punya-lo-anak-yang-cupu-abis. Hahaha kemarin gue iseng bacain satu-satu dan gue banyak-banyak istighfar dalam hati. Betapa masa sekolah gue penuh dengan pertikaian, perkelahian, caci-maki, dan aneka kelabilan lainnya. Tapi itulah proses hidup!



Ini kumpulan surat yang gue kumpulin dari masa SD. Mungkin gue bocah terajin di seluruh Indonesia ya, yang gemar mengumpulkan surat-surat dari temennya. Padahal sekelas hahaha.


Ini! Zaman-zamannya tulisan gaul yang sulit dibaca. Dan zamannya drama queen, dimana bocah SMP kaya main drama semua, udah kaya sinetron. Lihat aja contoh diatas, ayo sama-sama istighfar hahaha. 


Masa-masa bikin nama samaran. Ini juga zaman SMP. Waktu itu Canni jadi Owlies, Fahma jadi Fena, Amalia jadi Molly, Tikah jadi Ana, dan Neysa jadi Eysa. Kita kreatif banget ya :")


Hobi gue dulu gambar temen-temen satu geng. Dulu nge-geng juga lagi hits banget. Ini dulu nama geng gue Hylyfesa (dibaca hailifesa). Penuh pertikaian sampe dipanggil ke Ruang BP mulu dan dikasih dua SP (Surat Peringatan). Bocah bandel :P


Dan nulis-nulis gaul gitu deh.. Dulu kayanya buat-buat kaya gini tuh keren banget. Itu ada tulisan qona'ah, nama geng gue pas SD. Subhanallah banget yah :") Dulu pas SD gue ikut dua geng, satu namanya qona'ah, satu lagi Ubel. Ada juga geng lain yang saingan sama kita, namanya Archysa sama The Pungut's Family. Nggak ngerti lagi....... Kalo Qona'ah geng nasyid gitu, suka nyanyi-nyanyi lagunya Gradasi, Archysa juga suka nyanyi. Waktu itu, salah satu personel Qona'ah ada yang masuk Archysa juga, disitulah titik mula pertikaian. Kita berantem-berantem nggak jelas gitu, nggak jambak-jambakan sih, lebih ke sinis-sinisan, kalo lewat nggak mau bertatap muka, pokoknya drama queen abis!

Nah, kalo The Pungut's Family nih lebih elegan gitu gengnya, kumpulan orang yang suka buat komik. Waktu itu ada Nadira, Azmi, Thifal sama Mila. Mereka buat tokoh khayalan masing-masing gitu, yang gue inget Nadira gambarin dirinya super cantik dan kurus ha ha ha... Tapi di level SD komiknya menurut gue udah kece parah. Apalagi gambarnya Azmi, keren banget! Sekarang Azmi satu jurusan kuliah sama gue di Arsitektur. Nah di kelas 6 SD geng-geng ini pecah dan akhirnya membuat satu kesatuan namanya Ubel. Kita punya maskot berupa uler dan punya tos dengan bunyi: "Telor, telor, telor, telor, pecah, pecah, pecah, pecah, yeeee Uuuuuubeeel~" Yah, abaikan.

Kalo yang ini... kenang-kenangan dari Anti. Jadi pas gue SD dulu, gue punya temen cantik tapi tomboy abis. Siapa lagi kalo bukan Anti. Gue inget banget ini kita buat di depan kelas sambil duduk di lantai, tapi gue lupa kita lagi ngapain, kayanya nunggu maju ujian deh. Karena kita bosen akhirnya kita gambar-gambar nggak jelas kaya gini.


Dulu, gue hobi berantem-beranteman sama Canni. Penyebabnya satu, soal temen. Waktu itu Canni ngerasa gue sombong nggak lagi mau temenan sama dia, begitupun gue, ngerasa gitu juga ke Canni. Sampe akhirnya gue harus buat tulisan ini yang nggak pernah tersampaikan hahaha karena waktu berlalu gitu aja dan seiring waktu gue sama Canni beda SMA, tapi justru disitu kita malah tambah baik, dan sekarang masih tetep jadi sahabat baik :) Kalo gue ingetin Canni soal ini pasti dia teriak-teriak "Aaaah udah faaah, memalukan!" hahahaha.


Yang ini masa SMP, dimana Inez (yang sekarang dipanggil Neysa) lagi suka sama orang hahaha lucu aja, masa SMP itu masa dimana kalo kita suka sama orang kita ngumpet-ngumpet nggak jelas gitu. Dan masa dimana sahabat bisa berantem hanya karena sama-sama suka sama satu cowok.


Masa-masa sekolah juga masa dimana hobinya nulis kata-kata 'SECRET' di setiap tulisan, yang justru ngundang orang lain buat baca. Penuh banget di binder gue tulisan macem gini, pas dibuka ya paling isinya bagan gitu, si Fahma suka siapa, Neysa suka siapa, Canni suka siapa, dll. Atau engga isi curhatan temen yang sebel sama si anu, inu, dll.


Nah, ini yang tadi gue ceritain. Ini surat Canni ke gue pas masa SMP. Dia bilang, "Ih... aku ngerasa Fahma jadi sombong sama aku." Dan gue dengan belagunya cuma bales "Maksud?" Terus Canni jelasin panjang lebar, "Ya.. jadi sombong, waktu itu ada aku.. tapi kamu bla bla bla.."


Terus berujung gue minta maaf dan bilang nggak akan temenan lagi sama mereka. Terus Canni tiba-tiba marah dan nulis, "Terserah kalo kamu mau sama mereka, tapi kamu JANGAN SOMBONG DONG. AH, ORANG KAYANYA KALO BERTEMAN SAMA AKU NGGAK PERNAH MO NGARTIIN. MAUNYA DINGARTIIN.."
Hahaha terus gue bales juga marah-marah. Akhirnya beberapa waktu persahabatan gue renggang. Lucu bangetttt perjalanan gue sama Canni, kita itu sama-sama anak bungsu jadi maunya sama-sama dimanja dan dimengerti hahaha tapi abis itu belajar banyak dan tentu pas ketemu Canni, masing-masing dari kita udah berubah, nggak drama queen kaya dulu. 


Kalo yang ini waktu SMP, seperti biasa kita rusuh. Mulai dari bolos pelajaran komputer dan ngajak sekelas buat bolos, berisik pas di masjid, tidur di kelas, pokoknya kalo gue jadi guru pasti kesabarannya harus maha dahsyat ngadepin kita.

Nah, suatu ketika saking kita nggak bisa dikontrol, kita harusnya di panggil ke ruang BP bareng-bareng. Saat itu guru BP nya Bu Dyana, tapi nggak tau kenapa, yang dipanggil ke ruang BP cuma Canni, padahal kita tahu kita semua yang bikin ribut. Akhirnya Canni super kesel sama Bu Dyana, dan seharian diem. Gue tanya dia kenapa, terus balesnya lewat surat. "Gini lho!! Aku sebal ma Bu Dyana kenapa cuma aku doang kamu enggak, aku kesel!" Hahaha abis itu berujung main surat-suratan pake bahasa arab, tuh yang di bawah, bocah-bocah aneh....


Kita waktu itu juga nggak suka banget sama yang main rahasia-rahasiaan. Surat diatas dari Neysa yang nanyain tadi kita bisik-bisik apa. "Fahma, tadi di Masjid Canni, Tikah, Farah, Sansi, kamu, bisik-bisik apa sih? Kasih tau dong plis... dan jangan boong ya!" Hahaha duh... masa-masa sekolah..


Puisi pas jaman cinta monyet! Nggak jelas banget nuanginnya ke tulisan sok puitis gini, tapi positif sih dibandingkan menuangkannya dengan cara agresif ke lawan jenis hahaha.


Iniiiiii! Gue bahagia banget pas nemu ini. Ini adalah desain awal cover buku tahunan kelas gue pas SMP. Kyaaa udah lupa banget lho ada ini dulu :" Ya ampun jadi kangen gambar-gambar aneh lagi, sekarang udah jarang banget..


Masih ingat ini? Waktu SMP menjelang UN, kita ada kegiatan Motivation Training di Daarut Tauhid. Acara yang seru abis, tiap orang nginep di satu tenda, di tengah belantara hutan yang gue takut banget banyak binatang-bintanag aneh berkeliaran, dan kita di kasih sleeping bag terus dikasih dua surat gitu yang dibukanya harus sesuai jam yang tertera. Dan penerangannya cuma dikasih satu lilin! Wih, pecah abis. Disitu gue ngerasa takuuuuut banget. Dan pertanyaan-pertanyaan yang menghampiri jadi mengingatkan akan kematian. Efeknya luar biasa, pas gue inget-inget lagi, keren banget ya program kaya gini. Dan ini diberlakukan buat siswa SMP, wow..


Jawaban dari pertanyaan foto yang diatas. Jawabannya lucu banget, khas anak-anak. "Belum banyak yang aku perbuat, dan aku tak pantas masuk syurga tapi aku juga tidak mau masuk neraka.."

Ini penampakan suratnya yang udah lusuh banget, kena tanah pas lagi Solo Bivouac. Kelompok gue namanya Kawaii :3


Selingan dulu, ini lanjutan surat-suratan pake Bahasa Arab sama Canni. Luar biasa ya kreatifitas kita hahaha.


Lanjut surat yang kedua, kata suratnya malam semakin gelap... Kata-kata di surat itu bener-bener bikin merinding. Bayangin aja, waktu itu gue bener-bener ngerasa sendiri di hutan. Tenda yang menaungi gue bukan tenda yang kaya biasa. Tapi cuma bambu yang dipasak di ke-empat sisi, dan dipasang terpal diatasnya. Jadi bagian kanan kiri depan belakang kebuka gitu, dan itu di tengah hutan! Gyaaaa!


Terus kita disuruh matiin lilin, padahal itu satu-satunya penerangan yang dikasih. Terus gue nurut, takut kebakaran. Sepanjang malem gue merem melek, ngantuk tapi takut buat tidur, takut ada binatang yang masuk walopun udah pake sleeping bag. Yang paling bikin gue was-was ada ular yang bakal dateng.

Ular ialah peringkat kedua binatang yang paling gue takutin setelah anjing. Gue melakukan jampi-jampi sepanjang malam, boong deng. Gue baca hafalan-hafalan surat yang gue hafal. Sambil juga merenung tentang arti hidup.. Terus meneteslah air mata, sesenggukan. Semua campur aduk, dan rasanya luar biasa banget!


Abis Motivation Training (seperti biasa) semangat jadi meletup-letup! Tapi kadang agak lebay, seperti tulisan diatas "Kepada teman-temanku, ayo  kita berusaha bersama. Kita saling bersaing secara sportif.. Ayo kita berjuang sampai titik darah penghabisan! Dan akan kubuktikan bahwa akulah sang pemenang dari segala pemenang!" Wididih... dulu jiwa-jiwa kompetitif gue masih gede banget. Kalo sekarang? Hm...


Yuk kita balik lagi ke surat-suratan. Ada yang lucu nih, ngeliat gue sama yang lain suka main surat-suratan, ada yang pengen ikutan  juga, "Hai Fahma, aku ikut main surat-suratan dong!" hahaha.


Wah ini! Zaman SD banget, tuker-tukeran orji! Gue unyu banget ya orjinya cewek abis gitu :3 Aiih.. dulu pas gue kelas 2 SD gue pernah kehilangan orji dan gue sampe nangis-nangis ke Ayah. Beberapa hari lesu, nginget si orji, kayanya harta yang berharga banget. Kalo nggak punya orji di sekolah tuh kaya dijauhin temen-temen gitu.

Dulu pernah pas kelas 4 SD, saking cintanya gue sama orji, gue nukerin 10 roti gue buat 2 orji doang. Jadi ceritanya gue abis wisata ke pabrik roti gitu, dan cuma beberapa anak yang bisa ikut kesana, salah satunya gue. Waktu itu kita ke pabrik roti Sari Roti. Pabriknya besar banget, dan pulangnya kita dihadiahin banyak roti, pulangnya seinget gue balik lagi ke sekolah. Terus temen gue yang nggak ikut iri mau juga rotinya, dan gue dengan polosnya mau asalkan dituker sama orji. Dan ya gitu, 10 roti buat 2 orji, waktu itu gue seneng banget. Tapi sekarang pas gue mikir lagi, temen gue pinter banget ya dulu bisa ngebujuk gue buat ngasih 10 roti, tapi dia cuma ngasih 2 orji. Fahma SD emang unyu, gampang ketipu hahahaha.


Dulu satu pack nya masih 3.000! Sekarang udah berapa ya?



Taraaaa. Seperti yang gue bilang, pas SD gue punya geng namanya Qona'ah. Karena salah satu personel kita masuk Archysa, kita jadi berantem-berantem nggak jelas gitu. Apalagi gue, kalo temennya direbut tuh kesel banget gitu, dan waktu itu marak yang mau memecah persahabatan kita. Fitnah dimana-mana, lagi-lagi drama... Akhirnya gue inisiatif buat diary untuk Qona'ah.

Jadi setiap harinya diary ini diisi sama kegiatan-kegiatan kita gitu. Biar nggak ada salah paham yang terjadi lagi. Hahaha cover depannya si imut Hello Kitty.


Kita juga rencanain liburan bareng. Sungguh visioner untuk ukuran bocah SD. Jadi Ezta inisiatif buat kantong uang :D

Isinya kebanyakan nggak jelas sih, kaya gambar-gambar semacam foto di atas.


Dan juga semacam ini. Hahaha yang lain isinya curhatan kita semua dan tentunya... gosip. Namanya juga anak SD.


Ini masuk SMA. Maaf ya ngacak-ngacak ceritanya haha waktu itu gue deket sama bocah-bocah di atas ini, ada Farras, Anne, Ida, sama Cici. Walopun kelas kita beda antara IPA sama IPS, kita suka main bareng. Dulu kalo lebaran atau liburan, kita suka main ke rumah Cici ataupun Ida. 


Kalo ini, buku diary gue masuk SMA. Udah mulai ada pola hidup gitu, menjadwalkan setiap kegiatan. Artinya udah mulai sok sibuk! :p


Yang ini lucu, kegemaran gue yang lain adalah nyampah, nge-sms orang-orang dengan pertanyaan macam di atas ataupun nyampah di komen FB yang bisa sampe ratusan komentar, itulah kelakuan gue dan temen-temen hahaha.


Dari Cici, (yang katanya) kembaran gue. Katanya gue pelit! Hahaha udah lama banget ya Ci kita nggak ketemuan :"


Dari Farha-Boo! Waktu itu Farhata udah sekolah di Cakra Buana, yang gue inget dia ke NF naik mobil dan nabrak. Soalnya dia baru belajar nyetir hahaha.


Hahaha dari pacar gua, Gesha :3 Gue suka banget sama Gesha, soalnya dia sahabat gue yang aneh, unik, ceplas-ceplos, tapi kemauan untuk belajarnya kuat banget. Sekarang Gesha udah jauh lebih dewasa :)


Kalo ini dari Neysa, Ney itu sosok temen yang dari dulu pengen ditemenin sama semua orang. Maksudnya, semua orang ngerebutin Ney untuk jadi temennya. Karena Ney itu pendengar yang sangat baik. Gue udah sahabatan sama Ney dari SD karena satu jemputan. Ney itu jujur apa adanya, selalu bahagia nyeritain apa yang dia suka, contohnya dia suka banget sama makanan tahu dan warna kuning. Iya, ney suka banget sama itu dan dia bangga setiap cerita Iik (mbaknya dulu) suka masak tahu kesukaannya. Sampe sekarang Ney juga penggemar berat warna Kuning, dan Lee Min Ho hahaha terakhir Ney cerita dikasih banyak mawar kuning sama seseorang :p

Setelah kepergian mendiang Ibunya, Ney sekarang jadi sosok yang mandiri, aku kagum lihat Ney yang sekarang. Semoga nanti ada lelaki yang benar-benar bisa bahagiain Ney, aku sayang Ney :')


Selanjutnya dari Anne dan Parijong, sahabat nge-bolang gue pas SMA. Gue suka naik motor/sepedahan bareng mereka sampe ke tempat-tempat jauh. Itu super menyenangkan :D


Bareng sahabat SMA gue yang lainnya, Amalia, kita suka gambar-gambar aneh di buku diary gue.


Ini juga tulisan yang dibuat Jahra tentang apa yang lagi dikerjain Amalia dan Tikah. Super kocak! Dan super Aneh! x)


Impian Tikah sama Amalia :") Dan gue yakin semua udah kesampean sekarang hihi

Beberapa coretan di buku diary gue, pelakunya  adalah sahabat-sahabat gue.


Ini juga, dibuat saat lagi jam kosong, gurunya nggak kunjung dateng.


Karya super niat selagi nunggu guru dateng...

"Pada makan gaji buta yak daritadi kaga ada guru yang dateng. Uooh hahaha" Curahan isi hati nih :p


Lagu CRUSH-David Archuleta cukup menggambarkan isi hati gue pas SMA. Hahaha geli!


Jaman-jamannya kecanduan komik. Jadi suka gambar-gambar setiap detik, hari, bulan, tahun.. Di bawah ini beberapa contoh gambar gue:










Suka juga nyemangatin diri sendiri di diary 


Yang ini gambar pas lagi patah hati. Lagi-lagi, menggelikan! Hahaha


Minta pendapat lagi ke temen-temen buat bahan evaluasi. Dari Nabiel dan Kamielah :D


Untuk sahabat-sahabat gue :)


Curhat-curhat tentang kegiatan sehari-hari


Ini pas reuni kecil SMP, yang di awal-awal udah gue ceritain



Gambar gue yang kepingin banget masuk ekskul KIR


Gambar dari Nuna :3


Selebihnya gambar-gambar gue lagi sampe bawah 






Ini pas gue SMA, lagi kesel banget sama kakak gue, Maula. Kesel karena dia make motor dan gue jadi nggak bisa pake motor hahahaha










Buku kecil yang nggak jelas isinya apa. Kalo yang ini Awan, singkatan dari Alumni Hewan, geng gue pas SMP hahaha geng rusuh yang ngebuat guru-guru geleng-geleng kepala.



Galauan Cici pas SMP :P


Ganti buku lageeee. Hahaha ini buku pas SMP :))



Dari Diela :D


Dari Nasha :D


Dari Rumay :D


Dari Nadira :D


Dari gue :3




Gambar-gambar diatas dari Farhata hahaha tapi kasian dia kita bully. Farhata ini sekarang deketan kampusnya sama gue, dia di Fisip UI tapi jarang main kita huhu


Menjelang UN!!!


Dan dengan unyunya buat pasal buat diri gue sendiri. Ini SMP :3


Naaah, itu tadi "sedikit" kado dari kehidupan masa lalu yang menjadi proses bagi diri gue sampai masa kini. Banyak hal lucu, unik, ajaib yang selalu memeriahkan hari-hari gue.



Gue sangat bersyukur pernah melewati itu semua. Menjadi Fahma yang bandel, menjadi Fahma yang sadar, menjadi Fahma yang ingin berubah, menjadi Fahma yang bandel lagi, dst hehe.



Kenangan itu berarti banget buat hidup gue. Pelajaran yang diambil banyak banget. Gue bahagia bisa kenal sahabat-sahabat gue, dan gue bersyukur sampai sekarang masih berhubungan baik dengan mereka, masih menyempatkan waktu untuk sekadar bertemu, mengobrol tentang masa lalu, bahkan menertawakan kelakuan kita dulu. Allah yang luar biasa mengirim kalian semua. Terima kasih untuk perjalanan hebat :) Terima kasih untuk semua yang sudah kita lalui, semoga suatu saat kita dapat berkumpul lagi, menceritakan perjalanan lain yang tak kalah hebat dari masa kita dulu. Selamat berjuang teman-teman! :D