Jumat, 28 Desember 2012

Awal hidup baru: Dreamdelion

"....Langit ada dalam bingkai mata.
Hempasan angin terasa sejuk dalam sebuah perjalanan.
Tatkala deru itu melaju dengan kencang, semua seakan terekam dengan jelas.
Rerintikan hujan menyapa, memejamkan mata.
Rasa ini, senyum ini, tolong sampaikan pada mereka.
Langit, angin, hujan, pepohonan, dan wewangian yang tercipta...
Ingatkanku akan banyak rasa.
Seketika, sekelebat.
Bahagia."
:)
_________________________________________________________________________________

Aku tak pernah menyangka. Faseku sampai pada tahap ini. Pada dunia yang tak terlalu aku kenal sebelumnya. Dulu, saat aku melihat mereka, yang terpikir dalam benak hanyalah rasa kagum. Tak pernah terpintas di dalam sini bahwa aku akan mengenal mereka, mengobrol kian lama dan saling berbagi kisah. Terpintas sedikit, namun dalam rentang waktu yang sangat lama, itu pikirku dulu.

Memang benar, rutinitas kampus, terutama jadwal kuliahnya, membuatku mematikan langkahku untuk menggapai mimpi. Segala jenis organisasi dan kepanitiaan menggelutiku dari hari ke hari, memaksaku mengubah pola pikir bahwa: Aku akan menggapai segala mimpiku setelah lulus nanti. Ditambah dengan alasanku dengan jadwal kuliah yang super padat, yang tiap harinya tak jauh dari kata 'tak tidur'. Dunia malam memang jadi akrab dengan kehidupanku, bukan dalam arti yang buruk. Namun pulang pukul 11 malam bukan suatu hal yang aneh lagi kini.

Namun aku tahu persis hatiku berontak. Aku tak suka dengan keadaan seperti ini, apalagi dengan jadwal pulang malam yang menurutku tak wajar untuk seorang perempuan. Ibu dan Ayah selalu menekankan padaku sejak aku kecil bahwa perempuan yang pulang malam itu tak terhormat. Itu yang selalu tertanam dalam benak, dan rasa khawatir dan enggan selalu hadir saat keadaan 'memaksaku' untuk pulang malam.

Aku tahu persis aku harus menentukan sebuah sikap. Prinsip. Yang harus kuutarakan dengan tegas, pada siapapun. Bahwa aku tak ingin lagi seperti dulu. Pulang malam yang menjadi suatu hal biasa, yang kebanyakan isinya tak terlalu bermanfaat. Aku ingin menentukan sebuah sikap, untuk perubahan diriku yang lebih baik.

Hingga pada akhirnya aku menentukan sebuah pilihan, yang berhubungan erat dengan kehidupan kampusku. Entah itu organisasi, kepanitiaan, teman-teman angkatan, studio, dlsb. Pada akhirnya selalu begini ritme hidupku, mengambil jalur yang berbeda dari teman-teman lainnya. Aku menentukan sebuah sikap, aku ingin aktif di luar. Aku tak ingin terikat dengan segala jenis sistem dan proker yang menurutku mematikan langkahku menggapai segala impianku, yang dengan indahnya terbingkai rapi di dinding-dinding kamarku. Aku ingin tetap aktif namun membawa dampak yang luas untuk yang lainnya.

Organisasi dan kepanitiaan yang aku ambil dulu jelas membawa banyak manfaat untukku, namun tetap ada sisi yang mengharuskan aku untuk tak turut serta lagi di dalam sana. Aku merasa tak berkembang. Aku ingin melihat hal yang lebih luas lagi. Aku ingin merasakan lebih banyak lagi. Aku ingin belajar dan berbagi lebih dan lebih banyak lagi. Mengejar impianku sebisa mungkin dari sekarang, dan untuk itu aku harus keluar dari kandang tempatku menetap sementara, dari zona nyamanku.

Untuk itulah sekarang aku berada disini, di sebuah naungan yang benar-benar wadah untuk segala jiwaku, diriku. Sebuah naungan yang mengajariku banyak hal, banyak pengalaman, banyak rasa.
Mengajariku lebih lagi akan arti sebuah kesederhanaan...
Kesederhanaan dalam berbagi. Menciptakan kebahagiaan, keakraban, suka duka, canda tawa, tangis, pengorbanan, komitmen, pilihan, pandangan manusia, caci maki, pujian, saran, ujian, dan segala macam hal lainnya. Disinilah aku merasakan hidup yang benar-benar hidup. Disinilah semangat untuk berkarya dan berbagi terus terlecut dalam diri. Aku merasa hidup!
Untuk itulah kini aku disini, sebuah rumah tempat aku berbagi, dengan saudara-saudara sehidup semati, 

"Dreamdelion..."
Akan aku tulis sajak-sajak hidup bersamamu. Ini baru lembar yang pertama. Akan ada banyak kisah lainnya. 

________________________________________________________________________________

"Langit ada dalam dekapan mata.
Dan dengan jelas pelangi itu terbentuk disana.
Berawal dr rintikan hujan, pada akhirnya aku tahu kita akan bahagia."

Minggu, 16 Desember 2012

Impian yang Terwujud

Hellooo! udah lama nggak nulis yang ceria-ceria kaya dulu nih haha pas ngeliat isi postingan isinya kenapa terlalu kritis ya -_- faktor umur, mungkin. #ehem

Hari ini mau cerita rutinitas biasa aja sih sama mengenang kegiatan apa yang tahun pertama kuliah ini saya lakukan. Sama seperti sabtu-sabtu minggu lalu, sabtu minggu ini sudah menjadi suatu rutinitas bagi saya pergi ke Manggarai. Tepatnya pergi ke markas Dreamdelion, datang untuk memberi pelatihan kepada Ibu-ibu disana.

Tapi tak sama seperti Sabtu kemarin, Sabtu ini markas kami terlihat sepi. Ada apakah gerangan? Ternyata ibu-ibunya lagi pada pergi ke kondangan, haha gubrak. Sekitar pukul 3 sore barulah markas kami mulai ramai. Kemarin selain team Dreamdelion yang super hebat, ada Abi, Nanas, Kak Ridha dan Kak Tegar yang datang untuk melihat kegiatan Ibu-ibu Manggarai. Abi dan Nanas ingin melihat kegiatan kami sebagai sarana pembelajaran untuk bekal Pengmas IMA ke depannya, sementara Kak Ridha untuk tugas penelitian comdev dari kampusnya, UIN. Dan Kak Tegar, alumni hukum UI, dengan setia menemani Kak Ridha.

Sehabis memberikan pelatihan, pasti ada rasa bahagia terselip di relung hati. Bahagia, lega, menyenangkan! Itu semua yang selalu hadir tiap kali kujejakkan hati dan diri ini disana. Sejujurnya, kegiatanku di Manggarai adalah obat paling ampuh yang menyembuhkan rasa jenuhku akan rutinitas kampus. Ya, suasana studio sejujurnya kini tak terasa nyaman. Awalnya kukira hanya aku saja yang merasakannya, namun ternyata sebagian besarpun sama. Saat berdiskusi bersama yang lain, faktor yang menyebabkan itu tak nyaman adalah .... jeng-jeng. Kamu pikirkan saja sendiri. Hahahaha aku tak ingin membahas itu :p

Oke, beberapa bulan belakangan ini, banyak hal yang membuat aku semakin bersyukur. Sangat-sangat semakin bersyukur. Mimpi yang awalnya aku canangkan nanti, ternyata Allah izinkan tercapai secepat ini. Allah keren, Allah Maha Hebat!



DREAMDELION COMMUNITY EMPOWERMENT



Impianku untuk bisa membantu masyarakat yang membutuhkan, diizinkan oleh Allah secepat ini, mulai saat umurku 18 tahun, di Juli 2012. Subhanallah, Allah selalu tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Dreamdelion Community Empowerment merupakan komunitas bisnis sosial yang memberdayakan masyarakat di wilayah bantaran Kali Manggarai. Alhamdulillah sampai saat ini begitu banyak berkah dan kemudahan yang Allah berikan untuk kami. Semoga wadah ini selalu dapat bermanfaat untuk siapapun yang membutuhkan.



SOCIOPRENEUR TALK: YSC UI


Yap, impianku untuk menjadi motivator juga diizinkan oleh Allah bulan November 2012 ini. Tapi belakangan aku ganti kata motivator menjadi inspirator hehe karena menurutku lebih baik menjadi inspirator. Pada awalnya, aku anggap kesempatan ini adalah sebuah kebetulan, harusnya Kak Via, CEO kami yang menjadi pembicara, namun karena ia berhalangan hadir (pergi ke Malaysia) maka akulah yang diamanahkan untuk mengambil kesempatan ini. Namun setelah aku pikir, tak ada satupun kejadian yang merupakan kebetulan di dunia ini, jadi ini benar-benar dari Allah datangnya. Lagi-lagi, Allah Maha Hebat! :D

Sejujurnya, disandingkan bersama orang-orang hebat di poster itu membuat aku agak sedikit malu. Mengapa? Karena apa yang aku perbuat belum sepengalaman mereka. Namun semangat tetap menjalari tubuhku, aku paling suka berdiskusi, menyampaikan pikiran yang ada dalam benakku, berharap hal itu dapat menginspirasi orang lain. Semoga :)



YOUTH EDUCATORS AWARD

Nah, ini salah satu yang membuat aku kaget, bingung, sekaligus amat bersyukur. Berawal dari pemberitahuan Kak Widy, teman kakakku di Social Media Camp, bahwa ia bilang Dreamdelion dan aku pantas untuk ikut serta dalam YEA (Youth Educators Award). Acara tersebut merupakan award yang diberikan kepada 10 pendidik muda Indonesia yang terdiri dalam kategori Nature, Economy, Society, dan Well Being yang telah berkontribusi untuk memajukan pendidikan Indonesia dengan sistem rekomendasi dari orang lain.  Acara tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional, merupakan acara dari Youth ESN. Setelah berdiskusi bersama Kak Via, menurutnya nama aku dan kak Farah saja yang diikutsertakan. Namun ternyata, dalam satu komunitas hanya boleh satu nama yang disertakan. Akhirnya setelah meminta izin pada yang lain, namakulah yang dipakai untuk mewakilkan Dreamdelion. Dan Maha Hebat Allah, Alhamdulillah aku terpilih menjadi salah satu dari 10 Pendidik Muda Indonesia, yang artinya ini merupakan amanah yang kian besar yang harus aku pertanggungjawabkan. Dan penghargaan ini berkat usaha keras dari semua tim Dreamdelion :"D 



MANGGARAI UNTUK INDONESIA

Acara Dreamdelion yang dilaksanakan akhir November 2012 ini merupakan kolaborasi Dreamdelion bersama Greeners Magz dan Indonesia Power. Diikuti oleh berbagai macam praktisi, pejabat, dan beberapa media seperti Media Indonesia, Kompas, dll. Ini merupakan salah satu bukti keberkahan Allah untuk Dreamdelion. Alhamdulillah melalui kerjasama ini kami dibantu dengan mesin jahit, lemari, printer dan peralatan lainnya yang dapat menunjang kemajuan Manggarai, Insya Allah.



UDA MASRIL KOTO

Pertama kali mengenal Uda, saat ia menjadi pembicara di Temu Nasional Kewirausahaan Sosial, Semarang-Jawa Tengah. Saat itu aku dan dua personel Dreamdelion, Kak Via dan Kak Fay, mengikuti program Rumah Perubahan Prof. Rhenald Kasali dalam Safari Perubahan. Kocak, itulah kesan pertama saat melihat Uda Masril Koto. Dan Alhamdulillah dari sana Dreamdelion menjaring komunikasi dengan beliau dan para pegiat sosial lainnya. Sekarang, Uda Masril Koto merupakan pembimbing Dreamdelion. Insya Allah dengan Uda yang dikirimkan Allah untuk kami, Dreamdelion bisa terus maju dan kuat. Amin ya Rabb.



SOCIAL ENTERPRISE CLUB (SEC) INDONESIA

"Social Enterprise Club (SEC) Indonesia adalah sebuah asosiasi kepemudaan yang memiliki visi untuk mempopulerkan kewirausahaan sosial sebagai solusi dari permasalahan sosial. Tujuan kami adalah keadilan sosial bagi bangsa Indonesia. Karena semuanya berawal dari pemuda, dari komunitas, lalu menjalar hingga institusi, khususnya universitas-universitas di Indonesia. Mari bergerak, mari berubah, mari berkontribusi untuk Indonesia yang lebih baik."



Yap, itulah arti dari SEC Indonesia, asosiasi yang terlahir pada September 2012 lalu. Dengan Prof. Rhenald Kasali sebagai pembimbing kami, Insya Allah kami semua dapat semakin belajar banyak hal. Dan kewirausahaan sosial semakin tersebar ke seluruh pelosok Indonesia dan dapat menjawab permasalahan yang sudah kian menjamur di negeri ini. Semoga, dengan kolabiorasi gerakan dan gebrakan para pemuda, Indonesia bisa berubah ke arah yang lebih baik!



MANDIRI BERSAMA MANDIRI (MBM) CHALLENGE


Salah satu kompetisi yang mengajarkan banyak hal, terutama keikhlasan. Banyak hal yang ingin kukupas sebenarnya, namun kutelan saja sebagai pembelajaran. Dari acara ini, kami mengenal Mas Goris Mustaqim, pegiat sosial dari Garut. Banyak pengalaman lain yang kami rasakan, terutama mengenal teman-teman lain dari seluruh pelosok Indonesia. Ada Halmahera, Bandung, Lampung, dll. Seru! Menjadi tiga besar dan belum menang justru menjadi sebuah lecutan bagi kami untuk membuktikan pada juri bahwa: Kami bisa maju terus! Kami tak lahir karena kompetisi dan kami tak mati hanya karena kompetisi!



BUSINESS PLAN EXTRAVAGANZA IPB

Menjadi 10 finalis dari berbagai universitas di Indonesia merupakan pengalaman berharga bagi kami. Dari acara ini terbukti bahwa kewirausahaan sosial belum sampai terdengar ke banyak pihak. Mereka masih bingung dan masih harus dijelaskan. Semoga ke depannya kami dapat terus berkarya demi kemajuan Indonesia!

Semua proses dalam hidupku merupakan anugerah terindah yang Allah beri. Sungguh, Allah Maha Segala-galanya dalam menentukan apapun. Tinggal kita serahkan segalanya pada-Nya sambil terus berdoa dan berusaha. Semoga kita semua dapat mewujudkan impian kita, bukan hanya berakhir pada ucapan, angan-angan, ataupun selembar tulisan. Yuk sama-sama meraih mimpi! :)



Salam Perubahan,
Fahma Nurika Aisyah

Senin, 10 Desember 2012

Hari ini: Sebuah Renungan

"Mendapatkan perhatian dari manusia (apalagi lawan jenis) itu mudah. Tapi, mendapat perhatian dari Allah itulah yang sulit. Lalu, mengapa kau berusaha mencari perhatian manusia dan melupakan bahwa Allah itu ada?"

"Yang aku tahu, memadu kasih di umur yang sekarang belum waktunya dan belum sesuai izin-Nya. Yang aku tahu pula, janji Allah itu pasti. Ketidakbolehan hal tersebut juga sudah ada dalam Al-Quran, dan kamu.. mengapa terlihat seperti menutup-nutupi kebenarannya?"

"Bukankah lebih baik mengakhiri saja, ketimbang diri dan hatimu tahu itu salah, namun karena rasa tak enak pada manusia dan takut akan kehilangan, tetap kau lanjutkan?"

"Sudah berapa banyak kebenaran yang sengaja kau tutupi, alih-alih membenarkannya karena lingkunganpun membenarkan, hatimu pun kau tutup dan selalu berupaya menolak kebenaran."

"Hidup itu bukan remeh temeh. Kamu harus tahu mengapa kamu diciptakan, walau pada dasarnya tak kan ada manusia yang tahu mengenai hakikatnya secara pasti. Namun kamu diberi akal untuk tahu yang mana yang benar, dan mana yang salah."

"Sudah siapkah menanggung segala dosa di dunia? Takut mengambil resiko karena pandang manusia? Sudah memikirkan akan kematianmu? Kehidupan setelah kematianmu?..."

"Sanggup memikirkan seberapa besar amalanmu? Seberapa yakin kamu sudah beragama Islam? Seberapa yakin imanmu di terima Allah? Seberapa yakin Allah menganggap kamu Islam dan memiliki iman...?"

Astagfirullahaladzim..
Semoga Allah selalu memudahkan kita semua dlm urusan dunia dan akhirat..

Kamis, 22 November 2012

Tanya

Malam ini banyak pikiran yang berkecamuk. Tekanan ada disana sini. Banyaaak sekali pertanyaan yang menghampiri, jadi seorang manusia harus kritis bukan?

Pertama, ada satu hal yang dari dulu jadi pertanyaan di benak gue. Sebuah budaya yang udah mengakar lama, mungkin puluhan tahun, di fakultas gue tercinta. Atau kalau mau lebih fokusnya, di departemen gue tercinta. Budaya yang gue ga ngerti sebenarnya esensi lebihnya apa. Budaya yang gue anggap, "ini konyol." tapi tetep harus gue lakuin demi sebuah arti yang disebut "peduli."

Gue ga ngerti, siapa yang bisa menjamin bahwa 2x24 jam bisa membuktikan komitmen seseorang dalam hal memimpin? Siapa yang bisa menjamin 2x24 jam membuktikan kesolidan atau kekompakan teman-teman satu angkatan? Siapa yang bisa menjamin semua yang ada disitu ngerti buat apa mereka kesana? Buat apa esensinya?

Kalau semua orang bisa mengerti manfaat lebihnya apa, gue bisa memaklumi budaya yang mengharuskan dilakukan sampai pagi. Bahkan gue pun yang istilahnya sering ikut yang kaya gitu, ga ngerti. Gue akan lebih merasa bermanfaat kalau waktu yang gue habiskan memang sebuah diskusi yang menghasilkan sesuatu. Mungkin di benak kalian, pikiran gue ini salah. Tapi memang begini yang terasa, ada yang bisa menjelaskan tentang ini?

Mungkin di benak kalian yang masuk lebih dalam pada tatanan itu berfikir gue sok. Sok ngerti apa yang ada di fakultas itu, di departemen itu. Sok banget ngomong panjang lebar, maaf kalau memang ada yang tersinggung dengan tulisan ini. Tapi gue hanya mencoba mengeluarkan hal terjujur yang ada dalam benak.

Gue cuma berpikir, waktu yang mereka gunakan untuk itu, kalau digunakan untuk mengerjakan langsung bukankah lebih bermanfaat? Yang gue tekankan disini, bukan kesalahan adanya organisasi itu, tapi sebuah sistem yang udah lama terbentuk. Akankah ada yang bisa menggantikan itu?

Gue sangat menghargai arti kebersamaan, rasa peduli satu sama lain, kekompakan, dan hal sosial lainnya. Tapi gue akan sangat kecewa, ketika apa yang gue kerjakan sebenarnya gue sendiri ga ngerti esensinya apa. Kalau esensi dari kegiatan itu ingin menunjukkan kepedulian satu angkatan, apa dengan hanya 2x24 jam? Apa kalau kita tidak datang dengan alasan yang syar'i kita di cap tidak peduli? Gue rasa itu konyol. Apa dengan kita datang bisa membuktikan bahwa tiap harinya kita peduli?

Gue semakin ga ngerti ketika inipun diangkat dalam forum angkatan. Yang setiap forumnya selalu ditanyakan "Kenapa kita gini?" "Kenapa kita gitu?" Dan jawaban terakhirnya, "Udah, dateng aja dulu, seenggaknya liatin rasa peduli kalian." Nah, ketika gue udah seringkali dateng, dan tiap prosesnya selalu gue pertanyakan, apa ini hal yang bisa menunjukkan bahwa kita peduli?

Apa saat kita ada pilihan lain yang kita rasa lebih penting itu menunjukkan kita tak peduli? Sebenarnya, maksud peduli yang disebutkan disini apa?

Ketika kita merasa tak cocok dengan sebuah sistem, apa kita tetap harus menjalankan demi sebuah formalitas belaka? Sementara kita tahu bahwa apa yang kita lakukan, itu akan lebih bermanfaat dibandingkan hanya datang di sebuah forum.

Guepun sebenarnya sedih, ketika gue berpikir ini, timbul satu pertanyaan juga. Terus lo maunya apa? Kalau memilih untuk tidak ikut campur, jelas itu tak bisa. Karena lagi-lagi memang mereka yang maju harus didukung, apa yang mereka lakukan ke depannya memang akan bermanfaat. Tapi mengapa sistem yang ada justru mematikan langkah? Kita mau terperdaya begitu saja dengan sistem yang sudah mengakar puluhan tahun itu, dan tidak bisa menolaknya? Miris, sekaligus konyol.

Kenapa gak lo yang coba buat ubah sistemnya? Gue coba, gue coba dengan hal-hal yang gue bisa. Gak dengan masuk dalam tatanan itu, tapi dengan terjun langsung ke arah yang lebih konkrit. Gue selalu mencoba berpikir jauh. Sebenarnya merupakan jalan yang sangat baik ketika mereka masuk ke organisasi itu, dan tiap detiknya dilakukan untuk pengabdian masyarakat. Itu kepedulian yang menurut gue sebenar-benarnya konkrit. Kalau kalian rasa tulisan ini sepele, dan timbul dalam benak kalian seperti: "Yaudah sih, lebay banget. Tinggal ikutin aja apa yang ada, itu malah nambah masalah kali." gue rasa pola pikir kalian udah terperdaya.

Sebenarnya ini akan sangat bersambung pada masalah-masalah lain. Malu ga sih, ketika kita menyandang label mahasiswa, kita tidak sekritis itu? Kita hanya rapat-rapat-diskusi-diskusi dan dilakukan sampai pagi, tapi tak ada hasil nyata? Nyadar gak sih pola pikir kita udah dimatikan oleh sebuah sistem?

Kalau kalian fikir untuk terjun langsung butuh sebuah wadah dulu untuk berlatih memang itu benar. Tapi akan salah ketika kalian masuk di dalamnya, kalian gak ada bedanya dengan mahasiswa yang nggak masuk dalam tatanan itu. Lalu, tanyakan, untuk apa kalian ikut? Perubahan apa yang kalian beri?

Coba tanyakan pula, apa uang yang teralirkan dari pusat lebih banyak untuk "menyenangkan" pihak-pihak yang bahkan mereka sendiri mampu untuk menyenangkan diri? Atau justru untuk masyarakat yang membutuhkan? Acara-acara yang dilabeli untuk "kesolidan" apa benar-benar bermanfaat? Ketika kalian berfikir ini tidak penting, sungguh kemurnian hati kalian harus dipertanyakan.

Gue rasa ini terlalu bercabang kemana-mana. Semakin kesini, gue semakin banyak melihat hal-hal yang ga gue ngerti. Semakin banyak pertanyaan, untuk apa gue lakuin ini? Untuk apa mereka lakuin itu? Apa manfaatnya? Apa benar seperti itu?

Sebagai manusia kita wajib menanyakan hal tersebut. Karena lagi-lagi, untuk apa kamu diciptakan? Bahkan ada atau tidaknya kamu, Allah tidak kenapa-kenapa.

Salam perubahan,
Fahma Nurika Aisyah

Jumat, 16 November 2012

Jeritan Manggarai

Ini adalah sebuah kisah dimana pertama kali kupijakkan kaki disini. Di sebuah tanah yang masyarakat sebut dengan Manggarai, dimana terdapat 864 kepala keluarga yang mencoba bertahan hidup. Sungai yang kotor, sanitasi buruk, bak sampah dengan bau menyengat, pengangguran yang merajalela, karakter anak yang buruk dan kehidupan seksual yang begitu miris. Itulah gambaran Manggarai.

Kulangkahkan kaki ini lorong demi lorong. Tak terbayang berapa ribu orang yang lahir dan bertahan hidup disini. Bisa bayangkan, 864 kepala keluarga? Belum bersama istri, anak, dan sanak keluarganya? Bisa bayangkan? Dalam satu rumah dihuni beberapa keluarga? Dalam satu rumah bertumpuk barang disana-sini? Sungguh tersayat hati ini, penuh malu menatap diri, kurang bersyukur apa aku?

Pertama kali aku kesini, aku coba pergi ke WC Umum yang ada disana. Lagi-lagi bisa kau bayangkan, kamar mandi untuk satu kawasan? Bisa kau bayangkan hidup di wilayah yang kamar mandinya tak nyaman, penuh lumut hijau, karat, dan air yang kotor? Bisakah kau merasakan? Bisakah kau bayangkan? Ini benar nyata adanya. Ini ada di dekatmu. Ini terjadi di sekitarmu. Suatu tanda tanya besar, yang sangat patut  dipertanyakan. Dimana hatimu? Dimana rasa pedulimu?

Ya, inilah hidup kawan... 
Banyak-banyaklah belajar dari mereka. Dari kawan-kawan kita di wilayah marginal. Dari manusia-manusia hebat di wilayah Manggarai.
Aku sempat terhenyak dengan pernyataan mereka saat pelatihan kerajinan bersama Kemenakertrans beberapa minggu lalu. Mereka bilang:

"Mbak, kita harus maju ke depan kan? Ngapain liat-liat belakang lagi, maju aja terus ke depan. Kita semua mau berkembang, ya kan mbak?"

Ibu, perkataanmu sungguh membuat hati ni penuh dengan lapang. Ibu tahu? Menurut informasi yang kucari, Manggarai merupakan tempat yang terbelakang. Banyak pengangguran disana,  bukan karena masyarakat yang tidak berusaha, namun mereka tak punya skill yang melayakkan mereka diterima kerja. Manggarai sudah sering menjadi ikon pemberdayaan. Saking banyaknya, pada awal kami menginjakkan kaki kesini, masyarakat tak percaya. Sampai-sampai kami harus menaruh semua barang di PAUD agar kalian percaya. Begitu banyak mahasiswa dan orang-orang berkepentingan yang datang ke Manggarai menjanjikan sesuatu. Namun pada kenyataannya mereka hanya datang, berjanji, mengambil informasi, setelah itu pergi. Sungguh geram melihat kenyataan yang seperti ini sering terjadi. Tapi melihat semangat kalian Ibu, kami terharu. Manggarai tak kan dikenang dengan sejarahnya yang kelam, justru bersama kita wujudkan Manggarai untuk berubah lebih baik.

"Perubahan, belum tentu menjadikan sesuatu lebih baik. Tapi tanpanya, tak ada pembaharuan, takkan ada kemajuan!" 
~Rumah Perubahan Rhenald Kasali

Begitulah, saat kita bisa terjun ke masyarakat, hal yang terasa adalah bahagia. Sangat sederhana, saat kau berbincang bersama mereka, bercanda gurau, sejenak meluangkan waktu untuk merasakan "Ruang Bernafas" untuk berbagi. Sungguh sederhana, dan bahagia. Saat percakapanmu melumer bersama mereka, renyah dalam derap tawa kehidupan. Saat ucap demi ucap masyarakat mengeluhkan apa yang terasa, disanalah kita ada.

"Sebaik-baiknya manusia adalah yang 
bermanfaat untuk orang lain."

Ya, sebaik-baiknya diri kita adalah yang mampu berbagi dengan orang lain. Sebaik-baiknya diri kita ialah melakukan kebaikan mulai dari sekarang, selagi muda. Memang saat muda, adalah saat terbaik kau bisa berusaha. Saat terbaik untuk berdarah-darah mengejar segala cita dan keyakinan yang menurut hatimu benar.

Bukankah malu yang terasa, jika dikala muda kau hanya habiskan waktu dan pikiran untuk dirimu sendiri, seperti:

"Belanja apa aku?"
"Nonton apa ya hari ini?"
"Buruan libur dong, capek dikasih tugas terus."

Sementara di hadapanmu ada suara hati yang menjerit,

"Dapat uang darimana aku untuk makan hari ini?"
"Bagaimana aku bertahan hidup untuk hari ini?"
"Bagaimana supaya aku bisa sekolah? Mengejar segala citaku?"

Sekian banyak jeritan, yang memerlukan dirimu untuk terjun langsung. Sekian banyak jeritan, yang butuh uluran cinta darimu. Cinta yang benar-benar cinta. Karena ketika kita cinta, banyak hal yang akan kita dapat. Karena ketika kita cinta.... kita tak akan pernah memikirkan balasannya apa.

Jangan pernah ragu dengan kekuatan berbagi. Karena ketika kita berbagi, kita tak kan merasa kekurangan. Jangan memikirkan "Apa yang akan kita dapat?" tapi selalu tanamkan, "APA YANG BISA KITA BERI?" Merasa terpanggil lah. Terpanggil oleh Tuhan untuk menebar kebaikan.

Satu hal, libatkan Tuhan di segala detik proses hidupmu. Karena hanya Dia-lah yang akan  selalu membukakan jalan untukmu.

"Mencoba mendengarkan apa yang tak terdengar....
Mencoba melihat apa yang tak terlihat...
Mencoba merasakan apa yang tak terasa..."



_________________________________________________________________________________


Senin, 22 Oktober 2012,

Fahma Nurika Aisyah
FT/Arsitektur Interior
1106003163
Dreamdelion Community Empowerment
@fhmNA
@Dreamdelion

Minggu, 11 November 2012

Janji

Tak kan pernah habis.
Walau setitikpun.
Menengadah tangan.
Doa dan harapan.
Jari jemari.............. menggapai angin.
Tatkala semua kan bermuara.
Pada satu alasan.
Satu kewajiban.

Bergeraklah!
Perbaiki dirimu.
Tatkala semua telah pasti.
Kehendak Allah yang beraksi.

Sadarlah!
Perbaiki dirimu.
Seraya semua meninggalkanmu.
Namun yakini, janji Allah itu pasti.

_________________________________________________________________________________

Tanyakan.

"Untuk apa kita diciptakan? Bahkan ada ataupun tidaknya kita, Allah tidak kenapa-kenapa."

Sabtu, 10 November 2012

Sepertinya

Minggu-minggu yang sangat padat namun terasa menyegarkan dan penuh bahagia.
Sepertinya, aku sudah mulai menghilang. Terasa sekali, betapa tak tahunya aku mengenai angkatan. Bukan karena tak ingin, namun lebih kepada: Hidupku kini terdedikasikan untuk yang lain. Aku bahagia di jalurku yang sekarang, yang terpenting tetap baik dan sayang kepada semua.

"Kita sudah seperti ini. Kita punya nama baik, tinggal itu saja yang kita jaga." -Bung Hatta

Di sisi lain tetap mengamati ada apa dan apa saja yang mereka lakukan. Terlihat agak condong ya, timpang. Tapi toh bukan sebuah kesalahan juga, karena yang sadar dan ingin ya mereka-mereka itu. Tinggal kita semangati dan dukung. Semangat! Walau raga tak ada disana bersama kalian, jangan merasa lelah untuk berjuang. Disaat kalian sudah menentukan pilihan, bekerja total lah. Jagalah amanah itu sebaik-baiknya. Pun ada rasa tak sanggup pun, jangan lari. Hadapilah apapun kenyataan di hadapanmu.

"Biarlah pandang orang yang dapat menjatuhkanmu. Berlalulah dari mereka seraya tetap berkarya. Orang hanya bisa ngomong doang." -FNA

Sepertinya juga, aku terlalu terlihat menaruh pandang buruk terhadap sesuatu. Namun sebenarnya biasa saja. Jadi, ya sudah tetap saja tapi seperti ini haha. Lebih seru.

Oya, 20 November ini aku mendapat sebuah tantangan. Namun tetap membuatku sangat bersyukur, sekaligus deg-degan. Aku menjadi pengganti Kak Via untuk menjadi pembicara YSC UI. Allah selalu mendengar doaku, untuk itu aku selalu tambah cinta kepada-Nya. Terimakasih Allah, tolong permudah segalanya, kehidupan dunia maupun akhiratku kelak. Tetap jadikan aku untuk selalu bersyukur dengan apapun ketetapan-Mu. Dan doaku harus dan selalu seperti ini:

"Tetap jaga hatiku sampai tepat pada waktunya. Biarkan dan izinkan aku berkembang dan memperbaiki diri." -FNA

Aku yakin atas kuasa dan sayang-Mu.
_________________________________________________________________________________

Fahma Nurika Aisyah
Dreamdelion Community Empowerment
Operational Manager
craftypreneur[at]yahoo.com
@fhmNA

Kamis, 01 November 2012

01 November 2012

Malam ini yang termimpikan adalah Jepang. Dengan segala jenis kreasi dan kreativitasnya, sangat ingin bertandang kesana. Insya Allah saat masih kuliah aku pasti kesana, pasti! :)

Malam ini juga, begitu banyak asupan syukur yang aku serahkan pada-Mu Allah, Terimakasih...
Terimakasih atas nikmat-Mu yang tak pernah redup.

Aku semakin belajar. Aku semakin bersyukur.
Syukur bahkan ada dalam segala kekuranganku.
Aku tahu bahwa masih banyak yang harus ditelaah dan diperbaiki.

Tentang semesta, mengaitkan semuanya dalam jiwa.
Tentang kuasa, kehendakmu terhadap usahaku.
Takdir sampai nasib, tangis sampai tawa..

Terimakasih Allah, untuk segala peluh keringat yang kau beri.
Untuk segala macam manusia yang hadir dan mengenalkan diri.
Untuk segala macam buruk yang pernah terjadi.
Untuk segala perubahan yang Insya Allah lebih baik lagi.

Depok, di segala cabang pemikiran
01Nov2012
Titik dimana aku akan lebih baik.
Semoga,

Fahma Nurika Aisyah
FTUI/Arsitektur Interior
@fhmNA
craftypreneur@yahoo.com

Sabtu, 06 Oktober 2012

#Proses

Malam hidup, apa kabarmu?
Khusus untukmu sang hati, bagaimana pula kabarmu?
Apakah kau sudah ucap syukur hari ini?

Hey hidup, tahu tidak? Akhir-akhir ini kita berjalan sangat cepat ya.
Semua berubah, tak lagi sama seperti dahulu.
Aku merasa, inilah potret kenyataan hidup yang sebenarnya.
Dan ke semua itu sangat bergantung pada pilihan.
Dan ke semua itu amat sangat membuatku bersyukur.

Aku tahu, proses yang aku jalani kini merupakan sebuah proses yang sulit.
Banyak orang yang berkomentar, namun banyak pula yang mendukung.
Ke semua itu tetap membuatku berjalan, bahkan berlari.
Satu ketakutanku: Aku tertinggal dari yang lain.

Maka dari itu hidup... untuk bisa menyeimbangkannya, aku harus bisa berlari sejauh mungkin.
Aku harus berusaha sekeras mungkin, aku harus terus bangkit dari jatuhku dan berdarah-darah demi impianku. Mungkin orang bilang aku terlalu obsesi atau bernapsu, tapi tidak hidup.
Aku dan Allah lah yang paling tahu bagaimana aku. Ini passion-ku. Dan ini adalah prosesku. Aku sangat menghargai apapun itu proses hidupku.

Aku bersyukur Allah beri amanah ini.
Aku bersyukur Allah berikan cobaan yang sulit ini.
Aku bersyukur Allah berikan semua rasa lelah ini.
Aku bersyukur Allah berikan berbagai macam pandangan manusia kepadaku
Aku bersyukur Allah berikan kekalahan padaku
Aku bersyukur Allah berikan kelimpunganku akan manajemen waktu.

Karena aku tahu..
Di balik amanah besar, Allah ajarkan aku akan tanggung jawab dan komitmen
Di balik kesulitan, Allah siapkan kemudahan besar
Dibalik rasa lelah, Allah siapkan mental baja untuk kehidupanku kelak bersama seseorang yang telah Allah persiapkan
Dibalik berbagai macam pandangan manusia, Allah tunjukkan manusia yang benar-benar mencintai dan mendukung aku, ataupun sekedar memanfaatkan
Dibalik kekalahan yang aku terima, Allah berusaha membimbing aku untuk terus belajar dan berusaha
Di balik kelimpunganku soal waktu, Allah mengizinkanku untuk terus memperbaiki diri.

Dan satu poin terpenting dari semuanya, Allah ajarkan aku untuk selalu dekat dan ingat kepada-Nya. Sungguh ya Rabb... aku sangat mencintaimu...

"Allah.... jagalah hatiku untuk selalu ingat hanya kepada-Mu. Dan jagalah hatiku sampai datang waktu yang tepat atas izin-Mu."

Kamis, 13 September 2012

13 September 2012

Aku ingin rutin menulis lagi. Entah mengapa, talian benangnya merasuk lagi, tapi ini hal yang berbeda dari sebelumnya. Kalau ini rasanya lebih!

Beberapa waktu ini, kata inilah yang berhasil merubah hidupku:
Jatuh.
Rasanya.... sudah lama sekali aku tak merasakannya.
Tapi kalau jatuh rasanya seperti ini, aku suka.

Ulangi,
kalau jatuh rasanya seperti ini.....
Aku suka.

Aku tak tahu, mungkin aku sudah menyerempet gila.
Namun coba ulangi lagi,
kalau jatuh rasanya seperti ini...
Aku benar-benar suka.

Bahkan merasa dan memikirkannya saja berhasil membuat kepalaku terjeduk pintu angkutan umum.
Malu, tapi senyum tetap merekah disini.
Aku benar2 suka. :)

Semoga... semoga.
Ikatan pertaliannya seperti perjalan fiksi, bahkan novel-novel fantasi.
Aku tak pernah menyangka. Tapi sesaat saja sudah terasa bahagia.
Ini semua lebih dari cukup.

Jatuh yang seperti ini rasanya bukan sesuatu yang keliru.
Jatuh yang seperti ini membuat rona-rona hidup semakin ceria.
Dan hey dirimu Fahma, selamat beraktivitas,
Selamat menantikan masa depanmu yang mengintip disana dan siap mengagetkanmu!

Terserah, yang penting aku suka. :)


Senin, 23 Juli 2012

UItoPimnas!

Banyak orang yang kaget pas liat foto/tweet gue dan Cyndi. Pertanyaan mereka,

 "Kalian ikut PIMNAS?!"

Oke, kita perjelas disini. Kita emang ikut Pimnas, tapi gak ikut lombanya. Kisah ini berawal dari gue yang diajak Kak Mel, kakak asuh gue, buat ikut ke jogja. Detailnya sih gini, jadi Kak Al, semacam ketua UI di Pimnas gitu, lagi bingung nyari orang buat pameran UI di Pimnas. Alhasil karena Kak Al temenan sama Kak Mel, diajaklah Kak Mel. Dan karena gue adik asuhnya, ya diajaklah gue. Dan karena gw punya temen namanya Cyndi, ya gue ajaklah Cyndi. Dan karena Kak Mel punya temen namanya Kak Randy, ya diajaklah Kak Randy. Dan jadilah kami disebut "Tim Pameran", yang kesananya namanya berubah jadi agak lucu, "Tim Hore-Hore."

Tim Pameran Pimnas XXV
Sebelum gue ceritain gue ngapain aja disana, gue mulai kisah ini dari awal kita berangkat. Jadi tanggal 7 Juli 2012 gue bangun kesiangan. Gue bangun jam 4 subuh! Gue bisa bilang itu kesiangan karena gue belom packing. Alhasil dengan tergesa-gesa gue nyiapin segalanya. Pukul 6 teng gue udah siap. Peraturan kemarin sih jam 7 teng kita harus udah berangkat dari Rotunda. Tapi karena Tim Pameran harus ngangkut-ngangkut barang dari BP3 FTUI ke bikun, yaa kesana dululah kami pergi. Pukul 6 lewat dikit gue udah berdiri cantik di depan EC. Tapi apa mau dikata, personil lain belum pada dateng. Ayah gue setia nemenin gue sampe temen gue dateng. Sampe akhirnya dateng seseorang, yang ternyata satpam. Akhirnya gue bilang ke ayah,

"Yah, itu udah ada satpam, ayah kalo mau pulang gapapa yah."
"Jadi kamu percaya gitu aja sama satpam? Nggak, tunggu temen kamu dateng dulu."

Gue bengong. Pasrah aja gue lah. Sampe umur segini ayah masih sangat menjaga gue. (Iyalah..)
Tapi kalo dipikir agak berlebihan juga. Lha wong itu satpam yang emang biasanya jaga EC. Tapi mungkin karena keadaan sepi ayah agak khawatir. Setelah gue yakinkan ayah kalo gue gapapa nunggu sendirian, dan bilang temen gue udah deket (padahal masih di kosan, tapi kan kosannya emang deket haha) akhirnya kesetiaan ayah gue meluntur. Ayah guepun pulang dengan memberi segala macam wejangan.

"Hati-hati ya Sayang, kalo pergi jangan sendiri, bareng temen-temen."
"Sholatnya jangan lupa.."
"Ayah nitip batik lengan panjang ya"

Gue cuman nyengir ngangguk-ngangguk. Abis salaman, gue bingung tuh mau ngapain. Gue sendiri ngerasa aneh, duduk depan EC bawa koper gede. Akhirnya pas gue liat pintu EC udah dibuka, gue masuk aja tuh, berniat pergi aja ke BP3, ngecek barang. Gue geret-geret koper sampe BP3, dan kali ini sungguh gue merasa jadi orang paling aneh sedunia. Ah sabodo, yang penting sampe BP3. Sampe sana, alhamdulillah barang-barang kita masih ada.

Gak lama, personil lain dateng. Kitapun bergegas ngangkutin segala macem barang ke bikun. Yeah, cewe ARS beraksi! Macem kuli aja kita. Yah singkat cerita sampailah kita di belakang PPMT, bukan Rotunda. Masuk ke bis, liat-liat sekitar. Oh men, mereka siapa? Gak ada yang gue kenal sama sekali. Akhirnya gue sama Cyndi duduk berdua, sejajar sama bangkunya Kak Randy dan Kak Mel. Gue sama sekali gatau  siapa aja makhluk-makhluk yang bergentayangan di sekitar kita. Bispun mulai jalan, gue cuma mikir... Yah cuma masalah waktu sampe kita bisa kenal semuanya. Dan gue yakini dengan pasti, perjalanan ini pasti menyenangkan!

Awal perjalanan, gue sama Cyndi udah bosen. Sepi banget sumpah! Gak ada kehidupan sama sekali gitu. Gue sama Cyndipun sok asik sendiri gitu, nyanyi-nyanyi, tawa-tiwi, godain Ka Mel sama Kak Randy.  Sesekali kita diem, ada sih yang ngobrol. Tuh bangku belakang. Omongannya serius banget gitu. Ngomongin bisnis-bisnis UI. Gue sibuk dengerin sambil sok-sokan tidur biar gak dikira nguping hahaha tapi suaranya emang gede banget. Sampe akhirnya, gue sama Cyndi heboh lagi gara-gara supir truk. Sebenernya kalo dipikir lagi gak lucu sih, mungkin karena mati kebosenan jadi semua hal di anggap lucu. Kehebohan kami berduapun menular ke bangku belakang kami dan bangku yang sejajar dengan bangku di belakang kami (hayolo). Disanalah Kak Arry dan Kak Al, juga Ave dan Faim. Dan selanjutnya bertambah, ada Kak Laila,  Kak Luthfi, Kak Adis, dan Kak Anita.


Dan dimulailah perjalanan ini, bersama mereka, 8 hari di Jogja terasa menyenangkan!

Pimnas XXV

1. Melinda Nurimannisa, Arsitektur UI 2010. Ialah Kak Mel, kakak asuh gue di Arsitektur. Lewat nya-lah gue semakin mengenal dunia bisnis. Tiap ketemu pasti gak-mungkin-gak-ngomongin-bisnis. Darinya juga gue belajar mengembangkan bisnis dan kenal berbagai macam event & lomba bisnis. Dia benar-benar kakak asuh yang super. Awal perkenalan, gue adalah sosok yang pendiam di matanya. Maklum, begitulah gue. Kalo belum merasa nyaman sama sesuatu, sifat aslinya belum terlihat. Namun beda halnya setelah perjalanan Jogja, terbukalah gue, yang bawel, kritis, cempreng, dan segala macam sifat lainnya.

Kak Melinda

2. Cyndi Adissa Lianita, Arsitektur Interior UI 2011. Ialah teman sebaya gue di Ars, walau tak seumur. Dia 94 men, sementara gue tuaan dikit setaun. Entah mukjizat apa yang menggerakkan hati gue mengajak dia ke Jogja, jadilah Cyndi sebagai partner sebaya yang merasakan indahnya Jogja. Awalnya gue emang udah deket sama Cyndi, tapi gak deket-deket banget. Bisa dibilang gak deket-deket banget karena gue jarang main bareng sama dia sehabis kuliah. Tapi kalo di studio kita sering nyanyi bareng sama main kata-kataan bareng. Nah, di Jogja inilah gue semakin deket sama Cyndi, dan mengenal segala tingkah polah, kelucuan, kegelian, dan segala sifatnya yang hampir nyerempet aneh, bahkan unik.

Cyndi bareng patung Pimnas XXV 

3. Randy Nugraha, Fasilkom UI 2009. Ialah Kak Ran, temen Kak Mel, tepatnya temen bisnisnya Kak Mel di Corboy. Awal perkenalan, agak aneh gitu ngeliat Kak Randy, soalnya dia nyengir-nyengir gitu. Lah terus kenapa? Hahaha tapi kesini-kesini ternyata orangnya asik. Dia punya kekhasan dalam tawanya. Kayak nahan napas gitu. Dan satu hal yang gue inget dari Kak Randy adalah, cerita-cerita aneh dia tentang seorang suster dan supir truk di RSCM, yang tak cukup layak untuk dipublikasikan.

Ka Randy paling tengah

4. Arry Rahmawan, Teknik Industri UI 2009. Ialah Kak Arry, atau Kakak Puk-puk, seorang penulis, blogger, motivator. Kak Arry adalah kakak yang hebat. Kalo kata Cyndi, "Calon Suami Idaman" hahaha dialah Mapres II nya FTUI. Awal gue kenal sama Kak Arry itu di bis, kenalnya juga sangat sederhana. Di mulai dari cerita-cerita renyah semasa SD dulu. Kakak berkacamata ini adalah sosok yang ramah dan oleh Cyndi Kak Arry dinobatkan sebagai kakak asuhnya. Ini dia versi lain cerita kami saat Pimnas XXV, yang tertuang dalam blognya Kak Arry, cekidot --> Blog Kak Arry!

Ka Arry & Cyndi

5. Khaira Al-Hafi, Teknik Industri 2010. Ialah Kak Al, ketua kontingen UI di Pimnas XXV. Awal kenal sama Kak Al juga sama kaya Kak Arry, di bis. Kak Al ini kita panggil dengan sebutan "Kakak sok cool" hahaha karena dia kalo ketawa pelit gitu sambil ke arah jendela. Dialah partnernya Kak Arry dalam kelompok PKM. Kak Al menganggap gue dan Cyndi seperti bocah-bocah yang tersesat di lingkungan orang dewasa. Terbukti dengan panggilan dia ke kita, "adek-adek", dengan gayanya yang manggil kita layaknya manggil bocah-bocah SD. Awalnya Kak Al masuk ke Tim Hore-Hore, tapi lambat laun dia memisahkan diri karena kekasih hatinya datang *wkwk geli* ialah Kak Ade, FKM UI 2009, seorang model yang sangat suka memakai hena ditangannya.

Kak Arry, Kak Ade, Kak Al

6. Aulia Viyansyah Afif, Fasilkom UI 2011. Ialah Ave, soulmatenya Faim. Awal kenal sama Ave juga di bis, dia duduk berdua bareng Faim. Tidur juga bareng Faim. Apa-apa bareng Faim lah pokoknya hahaha. Yang gue inget dari Ave adalah, pas kita semua lagi asik-asik belanja di Malioboro, Ave dengan santainya nangkring di angkringan sambil makan apa gitu, padahal sebelumnya kita makan di angkringan juga. Mungkin saking bosennya nungguin kita-kita yang belanja.

Ave yang kanan, Faim yang kiri

7. Fajar Iman, Fasilkom UI 2011. Ialah Faim, soulmatenya Ave. Penjelasan tentang Faim gak jauh beda dari Ave. Yang gue inget dari Faim adalah rasa pede Faim pas kita ke Plaza Ambarukmo, dia cuma make celana pendek, kaos buntung, dan sendal hotel. Kalo kata Cyndi, "gembel nyasar" hahaha karena peristiwa itu lah malam itu Faim jadi bahan guyonan. Satu lagi yang gue inget, Faim beli baju couple gitu di Malioboro, pas di cie-cie in dia bantah dengan bilang, "Orang buat adek gue kok." Halaaah im, ngaku aja ngaku hahaha Faim dan Ave ialah co-founder Kamus Nusantara.com, open project yang mengumpulkan berbagai macam bahasa daerah di Indonesia.


Faim dan display K2N UI

8. Lailatul Mauliyah Zubaidah, FKM UI 2009. Ialah Kak Laila, Mapres FKM yang ceria dengan berjuta aktivitasnya. Yang gue inget dari Kak Laila adalah CVnya dengan isi berlembar-lembar prestasi. Gue sama Cyndi sampe bengong dibuatnya. Waktu Cyndi sakit perut, kita bertiga tidur di masjid UMY, dan yang paling lama tidurnya Kak Laila, sampe-sampe dia lupa sholat dzuhur hahaha sesi tidur itupun ditutup dengan curahan hati Kak Laila, yang waktu itu lagi bingung karena lagi berantem sama pacarnya. Kak Laila ini adalah pembuat Monodusa, sebuah permainan monopoli dengan isinya yang berupa edukasi kesehatan untuk anak-anak.

Kak Laila & UInnovation!
Monodusa: Monopoli Edukasi Kesehatan Anak

9.Luthfi Muhammad Hutomi, FISIP UI 2009. Ialah Kak Luthfi, PO OIM UI, yang kita panggil dengan sebutan "Kakak Cool". Kak Luthfi ini emang keliatan cool karena lebih banyak keliatan diem. Yang gue inget dari Kak Luthfi, waktu itu kita kan mau makan di angkringan, terus gue sama Cyndi jalannya di bawah trotoar sementara Kak Luthfi jalan di atas trotoar. Jelas aja gue sama Cyndi jadi pendek banget. Akhirnya kita nyuruh Kak Luthfi buat jalan di bawah trotoar sementara kita diatas, jadi tinggi kita sejajar sama Kak Luthfi. Terus Kak Luthfi mau aja, walau beberapa detik kemudian dia jalan lagi atas di trotoar hahaha.

10. Kak Adis, Psikologi UI 2009. Gue nggak tau nama panjangnya, yang jelas Kak Adis ini sosok yang kuat dan terkadang cool. Terbukti saat kita jalan di Malioboro, waktu itu gue emang lagi nggak enak badan, jadilah gue jalan paling belakang ketinggalan rombongan. Pas gue agak panik karena gak liat rombongan, gue celingak-celinguk nyari siapa tau masih ada yang lain, ternyata di belakang gue ada Kak Adis, dan dengan gaya santainya Kak Adis bilang, "Tenang, masih ada aku." Gyaaaa Kak Adis :3
Kak Adis ini adalah pembuat Ecocraft and Stuff, yang katanya namanya Kelinci Bebek. Jadi Kak Adis dkk memanfaatkan limbah fotocopy untuk dijadikan barang yang bermanfaat seperti tas, box, note, dll.


Kak Adis with Monodusa
Ecocraft and Stuff

11. Anita Fitria Sari, FISIP UI 2010. Ialah Kak Anita, juara III Lomba Karikatur di Pimnas XXV, Selamat kakak! :) Kak Anita ini sosok yang ceria. Yang gue inget dari Kak Anita, waktu itu udah malem, skeitar jam 11 mungkin. Kita masih nge-dekor di UMY. Karena hari udah menjelang malem, semakin anehlah itu kelakuan orang-orang. Ngeliat ada bambu, gue sama Kak Anitapun main aneh-anehan. Ujung-ujungnya kita malah main berantem-beranteman make bambu, sok-sokan main anggar gitu hahaha.
Kak Anita & Cyndi, di Andong

Nah, itu tadi profil 11 orang yang pertama kali gue kenal. Dan dibawah ini adalah beberapa rekaman kenangan saat kita di Jogja.


Angkringan Malioboro: Gue, Kak Mel, Kak Anita, Kak Laila, Kak Adis, Kak Randy

Halte TransJogja: Kak Anita, Kak Laila, Kak Adis, gue, Kak Mel

Dekor Stand

Nyuri bunga-bunga di UMY :P

Narsis bareng bikun

Dekor sampe jam 1 malem!

Fahmafahem di Pameran Pimnas Non-PKM XXV

Iklan dulu aah

Naah itu tadi sepenggal kisah pas di Jogja. Masih banyak profil lain dari anggota Pimnas XXV dan juga cerita lain yang aneh-aneh. Berhubung gue mau ada urusan, lain kali aja ya gue lanjutin. Selamat beraktivitas! :)

Minggu, 01 Juli 2012

Padat

Wuiiih seperti judul diatas, ternyata liburan gue kali ini benar-benar: PADAT!
Awalnya sih enggak, tapi karena gue meng-iyakan dan ikut segala macam acara yang bikin ngiler semua, ya jadinya begitu.

Kisah ini kita mulai dari.... hari apa ya? Acak aja deh ya, mulainya dari aktivitas yang gue lakuin aja.

1. Gue lagi sibuk dekor rumah TIS. Yap, sekarang gue lagi sibuk warnain gambar TIS segede apa tuh, buat dijadiin puzzle dengan ukuran super. Doain aja semoga cepet kelar. Gambar ini juga gue bawa pas rapat pleno KIAS. Banyak yang liat dan berpendapat, "Lucu bangeeet.." Alhamdulillah. Nanti kalo udah selesai gambarnya pasti gue taro blog.

2. Gue lagi sibuk persiapan publikasi KIAS. Yak, lagi-lagi gue kecebur ke dalam pekerjaan ini. Padahal gue gak bakat cuap-cuap loh. Pendiem tingkat dewa. Khu khuuu boong deng, tp bener juga sih. Yaaaa begitulah *apa sih* yaaa semoga gue masuk ke dalam pilihan yg benar, dan bisa membantu disini, yuk mari kita berjuang demi KIAS *ting

3. Gue lagi sibuk ketiduran. Eh? Iya, karena gue sering begadang ya sekarang, entah deh jadwal hidup gue jadi absurd banget, jadi pagi-pagi sekitar jam sembilan atau sepuluh gue udah terlelap lagi gitu. Jadinya ada acara apa gitu gue gak jadi ikut, malah ketiduran. Nice, kemarin emang gue gak jadi ikut salah satu acara gitu dari FUSI, semacam kajian yang isinya bagaimana menjadi mentor yang baik. Gue rasa ini menjawab salah satu impian yang gue tanam sekitar hmmm bentar, 5 bulan yang lalu kali ya, saat gue bener-bener mau berubah ke arah lebih baik. Awalnya sih gitu, tapi seiring sejalan ya kepleset-kepleset gitu gue nya, kadang tobat kadang engga, padahal hati gue tahu yang mana yang seharusnya gue jalani. Astagfirullah.. tapi gue akui untuk menjadi seorang muslim/muslimah yang benar-benar taat (bukan sekedar menjalankan  ibadah dll ya) itu susah. Banyak bener godaannya. Mulai dari minum berdiri aja, beuuuh kadang gue jongkok sih di tengah jalan pas aus, cuma kadang karena rasa malu kali ya, gue minumnya tetep sambil berdiri. Makan permen aja deh! Gue belum mampu menghilangkan kebiasaan gue makan lolipop sambil berdiri. Apalagi ya? Hal-hal remeh temeh begitu tuh yang sekarang sering dilupain orang, yaa termasuk gue. Kesadaran yang menakutkan ini sebenarnya, hati kita tahu itu salah namun tetap membenarkan, alih-alih berpendapat bahwa lingkungan saja membenarkan. Beuh, hati-hati! Lingkungan membenarkan belum tentu itu hal yang baik, harus terus dilatih yaaa batasan-batasan yang sudah diajari ;)

4. Gue kemarin sibuk ke TMII. Ngapain fah? Itu... ada perpisahan murid TIS kelas 6. Tapi muridnya yang ikut cuma 2 orang haha tapi itu gak menghalangi kita buat berbahagia. Sepanjang perjalanan diisi canda tawa. Murid kelas 6 yang ikut Anan sama Yudis. Pas ke PPIPTEK gue banyak main sama Yudis dan Kak Titis, main kaca-kacaan gitu. Seru!
Ini fotonya:
Dan di hari itu juga, gue izin pulang duluan sekitar jam 4 sore. Gue mau ke Ciputat. Eh ngapain? Jadi bude gue, yang sering dipanggil Butin, dateng ke Jakarta. Beliau asalmnya dari Surabaya. Jadilah ada kumpul-kumpul keluarga gitu. Gue dari TMII ceritanya lagi nyari angkot nih. Gue janjian sama ayah gue ketemu di Cijantung. Sejujurnya gue buta banget sama yang namanya jalan. Tapi bermodal nekat gue terjang aja tuh, akhirnya gue naik angkot apa gitu gue lupa, ada tulisan Kp. Rambutan nya soalnya. Ayah gue tadi bilang naik aja angkot merah yang kamu naikin pas mau ke TMII. Kalo nggak ada naik angkot ke arah Kp. Rambutan, abis itu lanjut sama angkot 112/37. Yak, bermodalkan informasi itu, dengan gagahnya gue masuk ke angkot bertuliskan Kp. Rambutan itu. Tapi di tengah jalan gue nanya ke mbak-mbak, ini bener turun di Kp. Rambutan apa enggak, dan ternyata gue salah sodara-sodara! Waduh, gue salah naik angkot. Begimane ini???? Akhirnya berbekal info dari si mbaknya guepun turun. Si mbaknya bilang jalan aja dek ke bawah jembatan terus nyebrang. Yak, bawah jembatan. Gue pun jalan kesana, bagi gue yang baru ke jembatan itu pertama kali sih agak horror yaa... Tapi alhamdulillahnya ada ibu-ibu gitu mau naik angkot juga. Gue tanya lagi deh, eeeeh ternyata dia juga mau ke Kp. Rambutan. Alhasil kita barengan deh. Guepun selamat sampai tujuan. Tapi masalah tidak sampai disitu. Gue celingak celinguk nari angkot 112 atau 37. Alhamdulillah ada di seberang. Gue pun jalan sambil jagain dompet di tangan. Kan katanya banyak preman di Kp. Rambutan. Karena takut dicopet, gue masukin aja jadinya ke tas. Fiuh, kini sampailah jiwa raga saya di dalam angkot 112. Tak lupa gue bertitah kepada abang angkot untuk ngasitau gue kalo udah nyampe Cijantung. Dan yaaaak! Gue sampai di Cijantung juga, tepatnya Mall Cijantung. Pas banget gue nyampe ayah gue nyampe, dan gue diangkut di Lampu Merah layaknya seorang banci. Duh.. Dan dimulailah perjalanan panjang ke Ciputat ini sambil makan tahu jeletot yang dibeli ayah gue. Sambil huh hah huh hah gue cerita ke ayah sm emak gue perihal salah angkot tadi, dan di penutup cerita ayah gue cuma berkata, "Itulah yang namanya pengalaman."

5. Ceritanya sekarang sampai Ciputat yaaa. Kita percepat aja, gue nyampe di Ciputat jam 6 teng. Adzan maghrib teng. Jadi di ciputat itu rumah pakde gue, namanya pakde sub. Kita janjian sama Bunik nya disini, ada Bude Tin juga yang mau kesini. Tapi tahukah kalian? Bunik baru dateng jam 9. Uye lalala banget nunggunya, gue sampe udah tidur. Dan datanglah rombongan itu, seperti biasa dimulailah salaman cipika cipiki dan obrolan ngalor-ngidul. Apa kabarnya-si ini gimana- si itu gimana- udah pada gede ya- giliran siapa lagi ya nanti yang nikah- kuliah gimana- ip nya berapa- dan obrolan lainnya khas sodara-sodara yang sedang berkumpul. Dan kita punya keluarga baru looh, anaknya mas Yeyen sama mbak Hesti, namanya Sabina Damai Taqiyya. Kemarin itu terjadi perdebatan dia mau dipanggil apa. Mbak Hesti kekeuh maunya dipanggil Damai, sementara yang lain masih sibuk mikir. Sabina aja bagus, ina juga bagus, atau Damai-mei mei, kalo Taqi jangan kayak nama cowo, Qiyya aja lucu, dan lain sebagainya. Dan akhirnya disepakati nama panggilannya Qiyya, karna kalo damai ntar dipanggilnya May, dan ayah gue nyeletuk. "Ntar temen-temennya ngeledekin manggilnya Somaay somaaay." Yaampun, kepikiran aja. Obrolan pun terus berlanjut jadi ke "anak-anak zaman sekarang omongannya kotor." wuih pokoknya rame banget deh kemarin. Dan gue inget perkataan Pakde Sub, "Orang ang biasanya sukses itu yang afalan qurannya top, ajdi aku bisa jamin kalo bisnis top, dakwah top, udah pasti itu sukses banget." Ini semacam ketukan gitu buat gue. Kalo gue selalu nolak pas diajak jadi mentor dengan alasan gue belum pantas dan layak, kapan merasa pantas dan layaknya? Karena semakin hari semakin saja kita mencari alasan dan malah jauh dari nilai-nilai Islam itu sendiri. Kalo gue nerima amanah itu, insya Allah gue justru belajar untuk benar-benar jadi lebih baik lagi, ya kan? Semoga begitu.

6. Info membahagiakan nih untuk gue. Dari tanggal 7-13 Juli 2012 gue bakalan ke Jogja! Gratis! Wuidiiih ngapain? Jadi waktu hari apa gitu pas dekor Kopma, gue di tawarin kakak asuh gue, Kak Mel, tentang ini. Jadi kita disuruh ngedekor stand UI gitu di acara PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional). Acaranya seminggu. Transport, penginapan, makan, semuanya gratis. Tawaran menggiurkan banget ini. Selain jalan-jalan gratisnya itu, gue mikir bakalan ketemu orang2 hebat! Bukan jalan-jalan juga sih namanya, tapi sama aja lah ya hehe. Gue berharap akan menemukan banyak pelajaran disini. Dan juga termotivasi untuk bisa berkarya hebat seperti mereka. Amiiin. Dan yang gue tau bakalan berangkat kesana adalah Kak Mel, gue, sama Cindy. Ini jadinya malah jalan-jalan Kakak dan adik asuh ya hahahhaa. Horeeee ga sabar nunggu hari itu tiba. Semoga semuanya lancar-lancar saja dan menyenangkan amiiin x)

Senin, 25 Juni 2012

Senin, 25 Juni 2012

Rasa-Lupa. Dirasakan-Dilupakan. Rasakan-Lupakan. Ia hanya seorang Perasa-Pelupa.

Jatuh-Bangkit. Dijatuhkan-Dibangkitkan. Menjatuhkan-Membangkitkan. Ia hanya seorang yang terjatuh-kemudian bangkit.

Benar-Salah. Membenarkan-Menyalahkan. Dibenarkan-Disalahkan. Ia hanya seorang yang bertanya, Benarkah?-Salahkah?

Hidup-Mati. Menghidupkan-Mematikan. Dihidupkan-Dimatikan. Ia hanya seseorang yang ingin memastikan, aku hidup---atau sesungguhnya aku mati?

Usaha-Sabar. Berusaha-Bersabar. Mengusahakan-Menyabarkan. Diusahakan-Disabarkan. Ia hanya seorang yang belajar menjadi seorang Pengusaha-Penyabar.

Mimpi-Kerja. Bermimpi-Bekerja. Memimpikan-Mengerjakan. Termimpikan-Terkerjakan. Ia hanya seseorang yang berharap bukan hanya menjadi seorang pemimpi- tapi pekerja. Yang meyakini bahwa: yang Dimimpikan-harus Dikerjakan.

Upaya-Hasil. Mengupayakan-Menghasilkan. Diupayakan-Dihasilkan. Ia hanya seseorang yang terus Berupaya-kemudian Berhasil.

Suka-Sakit. Menyukai-Menyakiti. Menyukakan-Menyakitkan. Ia adalah seorang Penyuka-terserang Penyakit. Yang Disukai-kemudian Disakiti.

Rasa-Jiwa. Merasa-Menjiwa. Merasai-Menjiwai. Berasa-Berjiwa. Kamu dan aku adalah kita, yang Serasa-Sejiwa.

#PetikanKisah

Pernahkah kau merindukan seseorang sampai sedalam ini?
Kalau kau tanya padaku, ya.
Aku sedang merasakannya.

Pernahkah kau merasa selemah ini?
Sesuatu yg ingin kau gapai terasa sulit, bahkan membayangkannya saja sungguh menyiksa.
Untuk melangkah sedikit saja, aku tak berhak.

Pernahkah kau merasa sesakit ini?
Di hadapanku kau tampak tak peduli, namun di belakangku seseorang berbisik kepadaku,
"Dia menanyakan kabarmu."

Apa yang kau mau?
Hati bukan sebuah lelucon, perasaan ini tak layak kau sakiti, bahkan permainkan.
Hatinya juga, tak layak kau sakiti dengan lelucon seperti ini.

Sudah pergilah.
Untuk kali ini sungguh, aku tak ingin mengenalmu lagi.

Minggu, 24 Juni 2012

Minggu, 24 Juni 2012

1. Bangun kesiangan jam setengah 6 (gara-gara baru tidur jam setengah 4 pagi)
2. Bergegas wudhu, sholat, mandi, dan wuuuuussssh... menuju juanda! Ngapain? Garage Sale buat danus PSB, pasukan lain udah nyampe duluan.
3. Liat sms, katanya mereka ada di sebelah kiri jalan di sebelah tukang karpet. Muterin juanda dulu sekali, gak ketemu. Pas mau sms pulsanya abis. Udah lewatin beberapa tukang karpet. Muter kedua kali baru ketemu, itupun harus ke margonda dulu buat muter balik.
4. Jualan yang menyenangkan! Diserbu banyak ibu-ibu sama bapak-bapak. Ketemu berbagai macam ibu-ibu. Ada yang sadis banget nawarnya. Serem. Semoga pas gw jadi ibu ga kaya gitu, amin.
5. Belom makan, laper tapi males makan. Ternyata yang lain udah makan. Eh tebe ngasih roti. Jadinya ganjel sebentar.
6. Bertahan sampe kira-kira jam setengah sebelas. Masih ada beberapa baju yang nyisa, pas diitung untungnya 700-800 ribu, alhamdulillaaah :'D
7. Seru banget! Banyak dapet pelajaran lagi hari ini. Jadi tambah semangat!
8. Pulang-pulang tapi kecapean, tepar. Langsung tidur.
9. Sisanya nggak terlalu penting sih, online dan baca buku.
10. Terakhir berniat nyari data tentang kurikulum baru nih, matkul2 semester depan, seenggaknya gak buta2 amat.

Jumat, 22 Juni 2012

Jumat, 22 Juni 2012

Bangun tidur kuterus? Tidur lagi.
Ya, itulah yang gue lakukan tadi pagi hahaha dimulai dengan suara ayah yang membangunkan gue.
"Faaaah bangun shalaaaat."
Dengan rasa kantuk luar biasa, dengan gerakan sangat lambat, gue menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Kemudian shalat, dan kembali menghempaskan badan ke kasur.
Aaaaah, nyamannya. Semalem gue emang lembur, dan berakibat ngantuk lagi abis bangun. Begitupun sekarang, gue lagi-lagi lembur. Ngapain sih emang fah? Kalo kemarin sih abis beresin peralatan kerajinan tangan terus... lanjut nonton film! Dimulai dari jam sebelasan malem gitu dan berakhir pada jam 3-an. Ya jelaslah, paginya tumbang. Hueeeh

Bentar! Gue mau kasih tau sesuatu penting! Ehem. Liburan ini ada yg beda looooh. Apa faaah? Mau tau? Mau tau bangeeeeet? *ngeselin* Gue libur 3 bulan! #Lalalala #Yeyeyeye hahahahaha sesuatu yang SANGAT MEMBAHAGIAKAN DIRI GUE TERAMAT SANGAT!!!!


Kenapa? Karena akhirnya gue punya banyak waktu luang! :"D Yang waktu-waktu lalu benar-benar menguras habis kebahagiaan kecil saat SMA dulu, baca komik, novel, buat kerajinan tangan.... terus sekarang gue bisa lagi melakukan hal-hal itu tanpa dipenuhi deadline! Wuhuuuuuuuuuuy

Oya, hari ini gue ngobrol-ngobrol sama bapak penjual ketupat sayur. Ngobrol apaan aja? Yaaa kebanyakan sih basa-basi, kebanyakan bapaknya deng yang cerita ini-itu. Cerita seputar kehidupan berbisnisnya. Gue cuma dengerin manggut-manggut. Satu hal penting yang bisa dicontoh dari bapak ini adalah KERJA KERAS. Ya, kemauan dia dalam bekerja. Ia cerita tidur baru jam 1 pagi jam setengah lima harus bangun lagi. Beliau itu pagi jualan ketupat sayur dan siangnya es kelapa. Wuiiih mancap lah pak! Ketupat sayurnya enak+murah lagi :9 Semoga sukses selalu untuk bapak penjual ketupat sayur ini, laku keras dan bisa buka cabang dimana-mana amiiiiin!

Terus2, hari ini gue ke dibi loh, baca komik! Komiknya sedih, terus gue kebawa sedih deh.... *lemah* kapan-kapan lah gue cerita, abis tadi gue baca komiknya belom tamat. Kirain udah gara2 udah sampe seri 6, gataunya belom.

Terakhir, sebelum gue lanjut nonton film lagi....... gue mau ngenalin kalian ke tokoh-tokoh handmade buatan gue. Kali ini ada bullo, cimo, dan momo, cekidot! ;)





Minggu, 17 Juni 2012

17 Juni 2012

Hari ini berjalan dengan super indah, alhamdulillah :)
Allah senantiasa memberi nikmat yang berlimpah-limpah!


1. Saat aku bangun dari tidur, ayah mengajak aku untuk melihat laptop, memang kemarin aku sempat bertanya pada ayah, "Ayah, kapan kira-kira fahma dibeliin laptop? Kalo uangnya belom ada nabung dulu aja ya yah, nabungnya ke fahma hehe." Reaksi ayah saat itu hanya cengar-cengir. Kukira hari ini hanya melihat-lihat dulu, ternyata ayah langsung membelikannya. Alhamdulillah, Allah Maha Baik. Sebenarnya tak enak rasanya, aku belum bisa memberikan apa-apa untuk ayah dan ibu, sementara aku dihadiahi macam-macam. Ingin rasanya membalas semua itu, walau sampai akhirpun pastinya tak kan sebanding dengan apa yang mereka beri. Semoga Allah selalu memberi kemudahan untukku membahagiakan mereka. Amin..

2. Kemarin, tepatnya saat aku sedang asyik di depan layar komputer, ayah bertanya, "Nduk, kamu udah libur ya?" aku menoleh sambil bertanya, "Iya yah, kenapa?" "Ini, baca ini deh." Ayah memberiku sebuah buku. "The Power of Money Magnet", sebuah buku yang luar biasa! Sampai saat ini baru setengah buku yang kubaca, namun isinya benar-benar memompa semangatku. Insya Allah buku ini sangat bermanfaat untukku, memandang dan menjalankan hidup lebih baik, dengan tetap berpegang teguh pada prinsip terus memberi. Tarik-menarik, itu salah satu ilmu yang diajarkan pada buku ini. Kebaikan menarik kebaikan, keburukan menarik keburukan. Tinggal berpikir, kamu lebih banyak ditarik apa menarik?

3. Akhirnya, salah satu impian di liburan ini tercapai, membaca novel "promises promises." Lumayan bagus, cuma penulisnya agak terkesan terlalu napsu dalam menceritakan hal-hal yang bersifat intim. Sejujurnya, kenapa aku ngotot banget pengen baca ini, karena ada beberapa hal yang kupikir mirip. Dan, setelah membaca novel ini, ya.... memang benar, ada beberapa kisah yang mirip dari tokoh Fiona- dan Evan, dengan kehidupan seseorang.



Dan sekarang, aku juga sedang membaca novel "Ranah 3 Warna" oleh A.Fuadi. Novel yang sangat-sangat-sangat memotivasi! Membuatku tersadar betapa cengengnya aku akhir-akhir ini terhadap cobaan hidup.

4. Terakhir, liburan kali ini tentu saja diisi dengan membuat kerajinan tangan. Sampai saat ini sudah 4 bross, 3 kalung, dan 5 cincin yang berhasil aku buat. Besok akan aku perlihatkan ke semua fotonya. Ada yang berminat untuk membeli? ;) Dan inilah penampakan kamarku beserta alat dan bahan untuk membuat kerajinan tangan:
Handmade-Me-Handmade